
30.11.10
[..in the one autumn..]

Selamat Milad Dinda
Apapun bentuknya, bertambahnya usia hendaknya disikapi dengan bijak. Pertama, luangkan waktu untuk merenungkan masa-masa yang telah berlalu sejenak, belajar untuk memahami kekurangan dan berupaya mencari solusi perbaikan dimasa datang. Berikutnya mencoba untuk memandang masa depan akan kemana hidup ini melangkah. Seperti kata pepatah, hidup hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Merugilah orang yang tidak beranjak dari hari ini, apalagi mengulang kesalahan yang sama, tupai saja tidak akan melakukan hal demikian.
Anyway, buat dinda, kuucapkan selamat ulang tahun. Semoga semakin dewasa dalam bersikap dan bertutur kata, berpikir lebih jernih sebelum bertindak, lebih mampu memilih dan memilah mana yang harus dan tidak untuk dilakukan. Selamat berjuang, saudaraku, semoga dimasa datang akan hadir berbagai kemudahan dari kesulitan yang telah lalu. Mohon maaf bila ada kesalahan atau kekhilafan diantara kita, karena pada dasarnnya tidak ada satu orang pun yang tega memakan tulang kawannya sendiri. Hanya terkadang kedekatan membuat sensitivitas semakin tinggi hingga sulit untuk memaklumi kekhilafan yang terjadi.
Semoga pada momen baik ini, kita semua kembali pada realita, bahwa kita tetaplah manusia biasa, yang terkadang berbuat khilaf, bahkan pada orang terdekat sekalipun. Tak ada manusia, yang terlahir sempurna (De Massive).
Waktu... Sendiri...

29.11.10
^Perhatian Kecil^
Saya ingin bercerita tentang sebuah hal kecil…hal kecil tapi sampai sekarang sulit saya lupakan, kadang bukan tindakan besar yang membuat kita menyimpannya di memori, dan itu yang lebih sering saya alami.
Kisah 1
Saya besar bukan dengan orang tua saya, sampai umur SD, saya dititipkan di rumah kakek, jadi boleh dibilang saya anak kampung hehehe....nah kebiasaan kakek saya setiap beliau habis terima pensiunan, dia akan teriak dari bawah memanggil saya untuk beli krupuk *waktu itu namanya kopi susu* nah kan bahkan namanya saja masih saya inget hehehe…berjalan menyusuri jalan kampung sambil megang tangan saya…oke saya norak, sekarang pengen nangis karena ingat almarhum
saat mataku tak lagi setia

Merasa Jauh Lebih Baik Sekarang..
Ada yang menghilang, tapi ada juga yang kembali.
Ketahuilah bahwa sebenarnya hidup itu adil, terus berputar dan gak akan pernah membuatmu merasakan di titik yang sama, selalu ada cerita dan kisah baru yang akan mewarnai langkahmu.. Percayalah.
Well, emang butuh waktu yang lumayan lama buat aku sadari itu.. tapi memang dari awal aku selalu berusaha untuk tetap optimis, yakin bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya, setiap keadaan tidak menyenangkan pasti akan berakhir dan berganti dengan keadaan yang menyenangkan, karena hidup itu terus berputar.. Begitulah keyakinanku saat kamu pergi meninggalkanku, meski sedih pada awalnya dan merasa kehilangan. Tapi tetap kukuatkan hati untuk tetap percaya bahwa akan ada orang-orang baru yang datang dalam kehidupanku untuk membuat hariku lebih berwarna dari sebelumnya. Dan simsalabim.. tanpa kuminta, aku mendapatkan teman-teman baru yang sangat menyenangkan.. yang membuatku tetap ceria lewati hari, membuatku lebih semangat, membuat duniaku lebih berwarna. Hidupku jadi jauh lebih baik sekarang, lebih menyenangkan dari sebelumnya, lebih berarti, dan yang terpenting, jadi lebih banyak tawa.. Syukur Alhamdullilah Ya Rab.. Kau memberiku kesempatan untuk mengenal mereka, menjadikan mereka bagian dari hidupku dan membantuku untuk lebih menikmati hidupku..

Dedicated 4: teman-teman yang kutemui di rumah rumpi, yang akhirnya pindah kesini *Kangen Kalian*
Lelah Mengejar Angan

Mempertaruhkan nasib pada angin dan benang gelasan.
Hanya melahirkan luka saat benang getas menjelang.
Mengejar angan yang tak kesampaian.
Serupa Bayang

Serupa bayang yang tak tergenapi, hadirmu adalah bagian terindah dari mimpi.
Menyadap bahagia dari tetes bahasa pelangi,
adakah manis yang lupa kau bagi.
27.11.10
Terkucilkan

^Curcolan malam ahad^
Mumpung sepi mendingan saya pake deh kesempatan ini buat curcol-curcolan….anggap aja blog ini milik sendiri…. ini juga disambi cetingan ama tante noni Belanda, ama mba rierie.
Mmm…sebentar saya binun mau curcol soal apa hehehe…sebenarnya saya jarang-jarang juga mau nulis tentang diri saya…jadi oke saya pikir sebentar mau ngetik apa *ngider baca-baca lagi*
Oke nemu…ini kan malam ahad, trus kata tante noni penyebab sepinya ini karena semua pada mempersiapkan diri buat “malam mingguan”…mang iya??...nah inti curcolan saya adalah saya sampai sekarang, mau malam Ahad, malam Senen, malam Jumat kliwon sekalipun yah tidak ada yang berubah tuh, tidak ada acara keluar, tidak ada jadwal nonton dan sebangsanya hehehe…
Mau nanya apa nda bosen?? Alhamdulillah sampai sekarang mah biasa-biasa saja, ibaratnya rutinitas yah kalau terbiasa tidak ada masalah. Tidak ada keinginan buat ngerasain?? Mmm..saya orangnya memang gampang penasaran, tapi bukan untuk hal-hal yang umum dilakukan orang hehehe…ayo mau tanya apa lagi?? Ah pokoknya saya aman, tentram dan damai saja dengan ini...nah saya justru ngerasa aneh ama yang mengkhususkan diri buat keluar di malam ahad…jadi ayoo jawab pertanyaan saya “Emang iya kalo malam ahad itu hari khusus yak?? Trus kalau keluar gitu ngapain aja???” Ayoo..jawab…jawab…jawab pertanyaan saya *maksa* ini anggap saja penelitian dengan sampel seadanya
perasaan yang tak terdeteksi

Bagiku, kamu tak tertandingi. Kamu datang secara samar dan menemukanku ketika aku hampir tersesat dan mabuk kesepian. Kamu mempesonaku dengan senyum pembunuhmu. Menembus dinding jiwa melankolisku.
Gairah mata yang begitu memikat, menatap jiwaku. Mencari tahu cerita yang tak terhitung tentangku. Aku merasakan balapan jantung yang lebih cepat dari Pegasus. Jantungku berteriak tidak beraturan dan meneriakkan namamu. Sepertinya aku menemukan cinta yang baru.
Dan Bila

26.11.10
^Ayooo Masuuuk^
dan datang seseorang yang berhak mendapat setia
Masuklah...
agar kau mendengar setiap ucap, setiap desah, setiap suara
Masuklah...
agar kau mengerti makna setiap kata
Masuklah...
agar kau memahami setiap peristiwa
yang terjadi dan terjalin dengan indah...
Hati... Bukan Untukmu

Kau... Ya... Kau, perempuan yang pernah berbisik cinta pada telingaku. Kau tunggang angin yang mengambang di bayangmu. Mengejar hati yang tak pernah terbuka padamu. Maaf, bukan karena ku tak paham akan teduh dukamu.
Aku... Ya... Aku, perempuan yang lupa menunggu. Tak sempat alamatkan kata cinta pada jiwamu. Sibuk menyusun huruf pada perempuan yang kurindu. Menggadai hati untuk keindahan di dua belah mataku.
dengan segala kenaifanku sebagai lelaki

^Sisa hujan^
karena rasa kehilangan yang mendalam
Gerimis November ini akan bercerita padamu
tentang arti kehilangan....
Takut

"Tumben jagoan umi takut? Biasanya berani sendiri," tanya umi setelah Albi selesai menuntaskan panggilan alamnya. "Albi takut hantu, umi. Di surau tadi, Ahmadi cerita tentang hantu. Serem deh umi. Dia bilang hantunya mukanya hancur dan berdarah-darah. Di punggungnya ada lobang besaaaaaaar. Dan lubangnya banyak ulatnya, umi." Umi masih dengan sabar mendengar Albi bercerita dengan semangat diikuti gerakan tangan untuk mengekspresikan ceritanya.
Kisah...Tak Lagi Terjadi...

sedangkan kisah kita telah mati
hanya abu tersisa pada unggun api
menggigil sendiri menjelang pagi
kau yang pernah menjadi kekasih hati
jangan pernah langkahmu terhenti
hanya karena kisah kita tak lagi terjadi
carilah pengganti tuk sirnakan sepi.
25.11.10
Pulanglah pujangga
Sepasang mata
Semua orang nantinya pasti akan menua
Dear Lie...

Sebelum Kau Tertidur

Sudah menjadi kebiasaan kami, setelah bercinta kami lanjutkan dengan berbicara sambil saling mendekap. Dari basah peluh kami, hingga kering disesap angin. Kemarin dia meracau tentang dirinya. Pernyataan demi pernyataan membuatku semakin tak bisa memahaminya. "Kenapa kamu mau denganku," ujarnya sambil mengusap ujung jari telunjuknya di tulang hidungku. Aku hanya diam menatap matanya. Hanya sekejap dia berani membalas tatapan mataku. "Aku ini pelacur. Kenapa kakak begitu mencintaiku meski tahu aku ini hanya perempuan kotor." Kepalanya disandarkan di belahan dadaku. Aku mengusap rambut panjangnya perlahan.
24.11.10
Prosa dan Puisi
Sedangkan puisi yang berasal dari bahasa Yunani kuno adalah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan kata, dan juga rima adalah yang membedakan puisi dengan prosa. Puisi kadang juga hanya berisi satu kata atau satu suku kata yang diulang-ulang. Bagi pembaca, hal tersebut mungkin tidak bisa dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala "keanehan" yang diciptakannya. Tak ada batasan. Puisi adalah suatu dunia tersendiri, yang kadang dalam bentuk ekstrem atau ideal adalah dunia hasil imajinasi yang tak terhubung dengan realita. Walaupun sumber ilhamnya berasal dari suatu relitas.
Salah Memilih (Jodoh)
* * * *
Membaca status seorang sahabat di situs mukabuku, awalnya dikira salah memilih dokter, atau pakaian, atau salah beli barang. Namun dilihat dari komen dan balasan komen di bawahnya, walaupun tak secara eksplisit, menunjukkan ada yang salah dalam menentukan pilihan hidup. Entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga keluar kata-kata tersebut. Bila dirunut dari beberapa status sebelumnya, memang ada sedikit korelasi bahwa ada sesuatu yang bermasalah dalam hubungan mereka. Mau menanyakan langsung tak enak, takut mencampuri urusan dalam negeri, tidak ditanyakan jadi penasaran. Tapi sudahlah, anggap saja sementara asumsi tadi benar.
engkaulah kilatan cahaya
Aliran udaramu sengit, menggeser biru, mengirimkan keping-keping dingin, dan milyaran butir air. Keluar tiba-tiba. Dari tumpukan awan gelap.
Kau mengoyak langit. Indah. Membuat belantara gelap, datang gagah menuruni angkasa. Menelusup kilat, serasa memangsa siapa saja.
Kelebat cahaya, gelegar pecah dan aku menutup mata bila kau datang dekat.
Merindu Malam
Percakapan Api

Ragaku selayak ranting kering sayang, dan kata-katamu adalah api yang rajin menjilatiku dalam bara. Membakar sisa kewarasan yang tinggal secuil kupunya. Ingin rasanya kukunyah apimu, dan kuludahkan jelaga di wajahmu. Hati? Aku sudah tak ada hati. Kau telah menghanguskannya. Dan mengerak hitam menjadi dendam.
cintaku akan berjalan tanpa cidera

Menu untuk Suamiku

Cepatlah pulang, telah kusiapkan di meja, hidangan untuk makan malammu hari ini. Hati dan jantung yang kurebus dengan tetesan airmata dan sedikit darah membusuk. Makin hari aku makin pandai saja memasak untukmu suamiku. Dan kau semakin lahap saja melumat tubuhku.
rasa yang sama
Rasa ini selalu akan sama. Persis saat nafas kita beradu. Berlomba mengikuti degupan jantung. Lalu menggapai-gapai, tersengal karena sesaknya pesona rindu. Menahan desahan yang tak terdengar oleh dentingan suara hati. Lalu terburu-buru memagut harap.
Rasa ini memang sama. Saat jemari membelai jiwa. Merengkuh pongah ke dalam dekapan pemilik raga. Membiarkan dinding hati berdesir. Mungkin ia ingin berkenalan dengan pemiliknya. Bukan hanya sekedar menatap hangat sepasang kelopak mata lalu sibuk dengan saraf-saraf yang berpendar. Namun tatapan hangat itu menyisakan degupan jantung. Membinarkan aura wajah. Menyemikan warna merah muda. Membuatmu merasa sangat berat. Sangat berharga. Lalu berharap, besok akan ada lagi rasa yang sama. Rasa cinta.
Pernikahan

Ida Bagus Sundranta mondar-mandir di luar kamar dengan tak sabar. Masih diingatnya jelas saat istrinya malah menggumamkan nama lain saat dia mendaki puncak kepuasan. Hatinya terbakar amarah. "Sundal!" umpatnya sambil melayangkan tamparan-tamparan di wajah Sekar.
23.11.10
Aku dan Sampan

Aku terus mendayung sampanku hingga ke batas angkasa. Tenggelam dalam kegelapan layaknya hutan belantara. Dan menambatkan sampanku di bintang yang telah padam. Kasian, pikirku. Mungkin bintang ini sudah tua. Dan kehilangan kepercayaan dirinya. Kupotong bilah bambu bagian dari dayungku. Dan kuisi dengan gas dari lumpur vulkanik yang diberi paman Mars. Kunyalakan obor di bintang tua itu, agar kembali bercahaya. "Terima kasih, pengelana," bisik bintang tua dalam lirih suara. "Nevermind, kakek bintang...bye bye!" ujarku seraya masuk lagi ke sampan.
Selamatkan Cinta Kita (Save Our Love)
rindu
di bawah secercah sinaran bulan redup
menemani hentakan degup jantung
tergugu diantara derai riak tetesan air
yang menggenang di sudut mungil sepasang mata
ada isakan tertahan
saat kata terbata mengalir pada bibir mungil perempuan
"aku rindu!" jeritnya bisu
dikala lain dia terlihat kelam
sembunyikan kesyahduan malam pada untaian sajak
"aku menunggumu, sampai habis dayaku !"
Hancurkan... Hanguskan...

Sebelum tulangmu menjadi abu

begitu banyak cinta yang telah aku syukuri,
tentu saja.
jangan kau kira aku lupa
dengan semua serpih asa yang pernah kita titi
di setapak waktu.
happy birthday, dear

buatmu cinta adalah perwujudan kasih
Seringai Kegelapan

Tak Lebih Bermakna

pada abu tulangku nanti

adikku,
keterlambatan meminta maaf membuat segala jadi kecewa
dan lupa waktu
bahwa kita pernah bahagia
mimpi
sekali lagi dia memaksaku datang
dan tak dapat kucegah
persis, saat dia pernah memintaku pergi
tanpa kuingin
adakah sebait cerita
yang hendak kau kisahkan bersama malam ?
saat kau menyeruak masuk
lalu memintal khayalku sesuka hatimu
merajut benang-benang halus lelapku
lalu merangkai satu persatu
dan menitipkannya agar terbawa bersama angin
Mencari Satu Wajah

Benang merah penghubung jiwa kita
Apa telah dipintalnya menjadi awan?
Lalu meneteskan sarinya
Membasuh jiwa-jiwa yang mengeja rahasia
Lalu kemana aku harus melangkah?
Mencari satu wajah dalam ribuan jejak
Haruskah kuurungkan saja?
Dan menjelma manjadi tanah dan terinjak.
22.11.10
its for the first time i hate rain

dan disini aku sendiri...
menyebabkan badai di hati...
mengerikan...
menggertak karena terpesona dengan keyakinanku...
terus berjuang untuk apa yang aku percaya...
karena aku belum siap untuk menyerah...
hujan pun mengemudi arah kita untuk berpisah...
membasuh, menyapu, membersihkan rasa di hati kita...
banjir pun ikut menenggelamkan rasa itu...
akankah hujan berhenti saat ini ???
suara petir pun menyebabkan keretakan permanen di hati...
tampak jelas garis-garis rasa sakit...
kebersamaan kita diakhiri dengan badai dan kekalahan...
entahlah...
bukan hanya tentangmu
tapi tentang sebuah perjalanan panjang yang kita mulai bersama langkah
juga tentang masa yang menanti di ujung cakrawala
memastikanmu
masihkah ada disana
meski awan awan gelap mengetuk dinding langit
siap muntahkan rentetan tajam bulir air
bahwa, bukan disini tempat kita menyerah
karena sejatinya
akan ada pelangi jingga sesudahnya
Serupa Musim

Mencintaiku hanya menjadi siksa untukmu.
Lelaki, kau hanya serupa musim untukku.
Berganti dan berlalu.
Tak perlu kau bersusah menyiapkan pelaminan untukku.
Sungguh, ku tak ingin lekas berkemas darimu.
Hanya saja hati ini bukan untukmu.
meski
meski mentari tak mengisyaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara
Telur Atau Bola???

Pasti kita semua tahu telur kan ya? Entah itu telur ayam, telur bebek, telur angsa, dan telur-telur yang lainnya. Apa yang bisa Anda pikirkan tentang telur?? Telur itu terbungkus oleh cangkang yang kuat, sehingga bisa melindungi isi yang ada di dalam telur tersebut. Tapi jangan salah, telur itu juga mudah sekali pecah. Sekali jatuh atau kita banting ke lantai, bukan hanya retak, pasti langsung pecah. Makanya kita akan sangat berhati-hati sekali ketika memegang telur.
aku lelah
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung di puncak menara
kenapa kita tidak sepakat saja akan satu hal
bahwa kita berada pada satu titik kejemuan
tak perlu saling salah dan menyalahkan
maka..
jika kau penat
berhentilah
karena aku pun telah lelah
Padamu Perempuan

Padamu perempuan, yang kelak menjadi alasan mengapa aku bertahan, meski dalam diam.