24.11.10

Pernikahan

Ida Ayu Sekar masih tak percaya, meski wajahnya masih berdenyut perih setelah ditampari suaminya, bibirnya menyungging senyum. Ida Bagus Sundranta berang dan segera mengusir Sekar, istri yang baru dinikahinya. Menyudahi malam pertamanya dengan murkaan atas egonya yang terinjak. Sekar masih berkeringat di sekujur badannya yang setengah telanjang. Tapi dia tak mau menunda waktu. Dia harus dan ingin segera pergi dari griya.

Ida Bagus Sundranta mondar-mandir di luar kamar dengan tak sabar. Masih diingatnya jelas saat istrinya malah menggumamkan nama lain saat dia mendaki puncak kepuasan. Hatinya terbakar amarah. "Sundal!" umpatnya sambil melayangkan tamparan-tamparan di wajah Sekar.


***

"Lakukanlah pernikahan ini, Jegeg. Kalau bukan demi kamu, lakukanlah demi Aji dan Meme." Ibunya berkata lembut tanpa menyembunyikan airmata yang menyembul dari ujung matanya. Sekar terdiam. Ayahnya telah mempersiapkan upacara pernikahannya dengan Ida Bagus Sundranta. Dia tahu ini karena gunjingan orang-orang di sekitar griya. Hubungannya dengan Anggraeni lah sumber api dari kepulan asap yang meracuni telinga dan hati Aji dan Meme.
"Tiang hanya mencintai Luh Anggraeni, Meme."
"Jegeg, jangan membuat Meme takut. Orang-orang sudah mulai menggunjing. Tidak baik buat griya."
"Tapi bagaimana dengan tiang, Meme? Bagaimana dengan Luh Anggraeni?"
"Jegeg, Meme ingin menimang cucu. Lakukanlah demi Meme."
"Hyang Widhi," Sekar mengguman dan menarik nafas panjang-panjang. Sekar tak mampu menolak permintaan ibunya.

Dan disanalah Sekar, melakukan serangkaian upacara dan diakhiri dengan Mewidhi Widana hingga dia resmi menjadi istri Ida Bagus Sundranta. Limbung dan putus asa Sekar menjalani setiap prosesi pernikahannya. Dengan senyuman palsu yang penuh dusta. Masih diingat pandangan-pandangan yang mengiringinya ke kamar pengantin. Dan sebelum pintu kamar tertutup, Sekar berjanji meski tanpa suara. "Aku akan kembali padamu, Luh Anggraeni."



***
Aji : ayah
Meme : ibu
Tiang : aku
Jegeg : panggilan anak perempuan kasta Brahmana
Griya : rumah tempat tinggal kasta Brahmana
Mewidhi Widana : upacara penyempurnaan pernikahan adat bali untuk meningkatkan pembersihan diri pengantin yang telah dilakukan pada acara - acara sebelumnya

9 komentar:

  1. :d: mantab kale iki rek...

    Rie,
    Kenapa singkat sangat... dibikin panjang dong Rie... Biar lebih kerasa greget na..

    *sambil maem bubur ayam*

    :k:

    BalasHapus
  2. Kapan-kapan ya diterusin sampe jadi novel, kalo cita-citaku tinggal di Bali dan bisa mempelajari adat sana lebih dalam telah tercapai :c:

    BalasHapus
  3. aiiihhhh, kerennn.... :c:

    Luh Anggraeni pasti dari kasta Sudra ya?? sampai2 hubungan mereka tidak direstui..

    *sok tahu* :f:

    BalasHapus
  4. kerennnnnnnnnn :k: kasian banget tuh istrinya msh setengah telanjang dah disuruh pergi :g: sempat pake baju gak ya :g: *mikir

    BalasHapus
  5. setuju sm Dqueen. Dipanjangin jah, bikin sequel :h:

    @mbak tweety : kalaupun Anggraini berasal dr kasta yg sama, kayaknya jg nggak bakal direstui smp kapanpun deh :c: Correct me if wrong :h:

    BalasHapus
  6. Makasih semua :h:

    @Tweety : iya mbak dari kasta yang lebih rendah, tapiiiii.... :c:

    @krucil : :g: ya sempet pake baju lah Cil ckckck

    @Suhu : Iya mbak bener hehehe... soalnya sama-sama cewek :a:

    BalasHapus
  7. kirain sesama wanita .... namanya kayak wanita sih ... :g:

    BalasHapus
  8. Emang sesama perempuan om... Ida Bagus Sekar dan Luh Anggraeni emang sama2 perempuan...

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.