
Aku selalu suka hujan, tanpa alasan. Entah kenapa… aku suka saja.
Ketika dia bertandang, aku kadang rela berlama-lama menyampir di jendela… berdetik-detik tanpa kedipan mata, memikirkan apa saja atau cuma sekedar mengosongkan isi kepala. Aku menikmatinya, menikmati setiap tetesnya yang jatuh di atas kelopak dahlia di samping jendela, menikmati tempiasnya di wajahku yang kadang… membuatku khidmat memejamkan mata.