PROLOG
Entah cuma saya aja yang ngerasa, ini blog beberapa hari terasa sunyi mencekam... Bahkan saat masuk pun bulu kuduk merinding. Di sudut-sudut telah nampak sarang laba-laba yang kira-kira nggak beracun, kalo sampe beracun kan bahaya tuh. Bisa-bisa Kanjeng Ratu Ngeces berubah jadi Spidergirl.
Kadang saat saya terbangun tengah malam, dan mendapati rumah ini tak berpenghuni, hati rasanya remuk redam *pose nelangsa, sambil gigit-gigit sapu tangan.* Hanya si Kolor Tengkorak aja yang kadang masih bergentayangan sambil menebar keabsurdannya. Yaaa... dia datang begitu aja... Datang nggak dijemput dan pulang nggak diantar...

***
Nah teman-teman...sekarang bagian saya yang cerita...uhhhmmm... menyampah lebih tepatnya... setelah melihat, menimbang, dan memutuskan kalo blog ini mati gaya sejak awal bulan... maka daripada itu akhirnya terbentuklah postingan menyampah sebagai berikut. Bahan-bahannya sederhana saja ibu-ibu. Hanya bermodal nekat dan ngetik. Mikir? Ooooo nggak perluuuu....
Sebenarnya sejak akhir bulan kemaren, sudah ada proyek buat nulis sebuah prosa dengan latar belakang budaya Jawa. Jadilah saya mencari-cari sumber informasi dari om gugel. Nemu sih beberapa... tapi kok ndilalah tambah bingung. Apalagi setelah suhu saya yang sedang semedi di Belanda memberi beberapa wangsit, kapasitas memori di otak saya yang imut ini makin tak kuasa menahan sembilu. Jangankan menentukan nama tokoh, bikin plot cerita, dan lain-lain, lah tema aja masih di angan-angan..... hiks...

***
EPILOG
Dan dikarenakan saya belum saja menemukan ide untuk menulis, sekalipun itu puisi lebay bin jablay... Saya akan merelakan kolom-kolom kosong di blog ini untuk ditulisi Tante Anne, Mbak Preman, dan Dik Bejo... Daripada mereka saling tunjuk-tunjukkan siapa yang mo nulis... Betul tak?