6.12.10

Kau

Kau adalah puisi-puisi gubahan para pujangga
dengan sekelumit kata, tapi kaya akan makna
terlukis indah tak sekedar remahan ode belaka
terlahir dari rasa duka dan sukacita

Kau adalah syair lagu teruntuk kekasih
menyingkap jiwa, membuka selubung hati
suara ilham yang senantiasa bernyanyi
sebening doa yang tulus dan suci






* aku padamuuuuuuuuuuu hyori lee cium

Kenapa anak-anak Aktif

Beberapa hari ini, beberapa orangtua dan kerabat yang selalu mengeluhkan tentang anaknya yang aktif dan tidak mau diam. Mereka mengeluh bahwa anak-anaknya seperti jarum jam yang selalu berdetik, hingga tidak jarang hal tersebut membuat beberapa orang ua kewalahan untuk mengatasinya, dan tidak jarang beberapa dari mereka sampai memberikan hukuman fisik agar anak-anaknya duduk dengan tenang, dan yang lebih parah, label anak nakal pun mulai melekat kepada mereka.

Sebenarnya orangtua tidak perlu cemas saat anak-anaknya mulai aktif bergerak kesana kemari, karena masa tersebut adalah masa dimana anak-anak sedang berekplorasi mencari tahu hal-hal yang baru bagi mereka, pada fase ini rasa ingin tahu anak sangat besar tentang suatu hal yang mungkin tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Sebagai contoh, anak-anak yang suka bermain dengan dispenser air. Bagi anak-anak, melihat air mengalir adalah hal yang menakjubkan dan itu merupakan suatu pengetahuan baru bagi mereka sehingga mereka pun mencari tahu darimana air itu mengalir, setelah mereka mengamati, mereka akan bereksprimen dan mencoba betulkah air itu mengalir dari sana, sehingga ketika mereka berhasil, itu merupakan hal yang menarik, sehingga mereka pun akan terus mengulangnya Bergerak kesana kemari adalah suatu tahapan dimana anak-anak mengumpulkan banyak informasi baru, jadi jangan kaget ketika anak Anda bisa menyebutkan beberapa kata ajaib yang mungkin tidak pernah Anda pikir sebelumnya, sebagai orang tua tugas kita adalah mendampingi dan memberikan pemahaman tentang apa yang terjadi dan beritahu mereka area-area mana saja yang berbahaya bagi mereka, tentunya dengan alasan yang masuk akal, sehingga anak-anak pun belajar bereksplorasi dengan nyaman, dan Anda pun ikut belajar dengan anak-anak.

Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, sehingga mereka akan mencarinya sampai tahu

ke arah mana pun kau dibawa, ikutkan saja...


dik: tak ada yang lebih baik dilakukan selain mengikuti kemana pikiran membawa. aku selalu percaya, tenaga cinta sungguh tak terlawankan, bukan saja menjerat fisik, melainkan juga pikiran, bahkan dengan belenggu yang sungguh tak terbayangkan. kamu sudah mengalaminya, tentu. dan membuang pikiran yang selalu terhubung dengan seseorang yang kamu cintai, bukanlah jalan penyelesaian.


itupun jika "membuang" pikiran sungguh bisa dilakukan.


terhubung? kamu memercayainya? aduh, kenapa mempercayainya? kamu justru harus mengalaminya. keterhubungan, duh indah sekali ini, bukan saja sekadar sebuah tindakan percaya, tapi juga upaya untuk mewujudkannya. ini bukan sekadar permainan "perasaan", tapi keterhubungan adalah sebuah kondisi psikologis yang memang bisa diarahkan untuk tercipta. sungguh!


in the night...


Ratusan malam, berantaikan doa-doa yang tak tersampaikan. Rindu mencambuki cinta, hingga sekarat ia…
bara ini menyesapi hati perlahan-lahan, laksana sekam tak padam, dikipasi dalam diam…


5.12.10

Seumpama...

Seumpama penyair yang kehabisan kata
Dalam larik-larik kosong pena terisi penuh
Namun jiwa tak seluruh...

Seumpama pengelana yang pongah menjelajah dunia
Kakinya menjejak di tanah yang sama,
Tak kemana-mana...

Begitu juga ketika aku pikir
Akulah cahaya yang bisa menyelami jurang jiwamu
Aku salah ternyata...
Yang kudapati...
Perlahan-lahan aku mati membusuk di dalamnya...

4.12.10

empty cold


it's dark here
there's no light...
cold and quiet...
I feel the smell of emptiness inside
the lonely heart was left behind
someone appears to occupy my mind
it's still dark here
and it's getting colder
I can see nothing
unless my self longing
I see no light and no way out
I just need you here
to be my guiding light...

garis nasib


kita adalah garis
yang melintangi nasib sebagai tangis
seperti oedipus

di garis tanganmu
aku menjadi ikan
yang mengintip sungai di nadimu

bukankah hamlet pun alpa
luka di lembing pertama
ketika nuzum datang dari rimba

''kita tak memiliki apa-apa,'' dengarnya.

persis suara malam
dari tiang listrik yang dipukul orang

barangkali kau benar
aku diciptakan untuk kehilangan

^Linggis Versi Malam^

Oke, sampahan saya berikutnya adalah pelajaran linggis saya di malam hari dengan guru yang beda lagi hehehe… saya punya guru linggis tiga: tante riwil, mba kalong, ma ada 1 lagi *ini maksa bener biar saya bisa* senyumkenyitsenyumkenyit

Nah, pelajaran saya dari guru malam saya adalah tentang tenses…present continous tense aja dulu yak yang saya laporin, soalnya itu yang pertama diajarin ke saya…betapa memprihatinkannya pengetahuan saya sodara-sodara...tenses ini aja saya lama diajarinnya nangihnangihnangih

3.12.10

^Linggis Versi Sore^

Tuk…tuk…tuk…begini biasanya bunyi sepatu guru saya dulu kalau mau masuk kelas sengihnampakgigi

Nah berhubung sepi menyepi disini, jadi saya nyampah lagi ya…daripada buang sampah yang nda bisa diolah, jadi saya buang sampah yang bisa diolah..sukur-sukur bermanfaat hehehe

Mmm…saya mau ngetik pelajaran linggis saya hari ini bersama tante riwil kenyit pelajaran ma tante riwil adalah pelajaran menyusun kalimat dan nambah-nambah kosa kata saya yang ternyata sungguh sangat minim nangihnangihnangih

2.12.10

^Belajar Linggis via YM^ :))

Saya kok ya tiap mampir disini selalu telat euy…sendirian aja muter-muter, tapi yo wes lah.

Berhubung ada pertanda alam buat mosting sampah, ya sudah saya mau mosting sampah saya bersama tante riwil malam ini. Mmm…kayaknya semua sudah tahu kan kecerdasan saya bersama linggis bagaimana, sehingga saya memutuskan mengangkat paksa guru linggis privat via ym, dan yang dipaksa juga sepertinya sudah dengan rela menerima konsekuensinya berkenalan dengan saya gelakguling

Nah ini dia hasil pelajaran saya malam ini sengihnampakgigi


Menyampaaaaaah

PROLOG

Entah cuma saya aja yang ngerasa, ini blog beberapa hari terasa sunyi mencekam... Bahkan saat masuk pun bulu kuduk merinding. Di sudut-sudut telah nampak sarang laba-laba yang kira-kira nggak beracun, kalo sampe beracun kan bahaya tuh. Bisa-bisa Kanjeng Ratu Ngeces berubah jadi Spidergirl.
Kadang saat saya terbangun tengah malam, dan mendapati rumah ini tak berpenghuni, hati rasanya remuk redam *pose nelangsa, sambil gigit-gigit sapu tangan.* Hanya si Kolor Tengkorak aja yang kadang masih bergentayangan sambil menebar keabsurdannya. Yaaa... dia datang begitu aja... Datang nggak dijemput dan pulang nggak diantar... setan

***

Nah teman-teman...sekarang bagian saya yang cerita...uhhhmmm... menyampah lebih tepatnya... setelah melihat, menimbang, dan memutuskan kalo blog ini mati gaya sejak awal bulan... maka daripada itu akhirnya terbentuklah postingan menyampah sebagai berikut. Bahan-bahannya sederhana saja ibu-ibu. Hanya bermodal nekat dan ngetik. Mikir? Ooooo nggak perluuuu....
Sebenarnya sejak akhir bulan kemaren, sudah ada proyek buat nulis sebuah prosa dengan latar belakang budaya Jawa. Jadilah saya mencari-cari sumber informasi dari om gugel. Nemu sih beberapa... tapi kok ndilalah tambah bingung. Apalagi setelah suhu saya yang sedang semedi di Belanda memberi beberapa wangsit, kapasitas memori di otak saya yang imut ini makin tak kuasa menahan sembilu. Jangankan menentukan nama tokoh, bikin plot cerita, dan lain-lain, lah tema aja masih di angan-angan..... hiks... nangih nangih nangih

***

EPILOG

Dan dikarenakan saya belum saja menemukan ide untuk menulis, sekalipun itu puisi lebay bin jablay... Saya akan merelakan kolom-kolom kosong di blog ini untuk ditulisi Tante Anne, Mbak Preman, dan Dik Bejo... Daripada mereka saling tunjuk-tunjukkan siapa yang mo nulis... Betul tak? sengihnampakgigi

1.12.10

^Nda Ngerti^

Ketika nafas jadi batas
yang memisah dan terhempas
ketika suara hanya lirihan
yang terpaku dan terdiam
kumpulkan semua lalu rangkai
letakkan dalam jambangan
hingga semua orang dapat menikmatinya
dan tersenyum padamu...

Tapi ternyata jeritmu melarang
apa kau sudah puas merangkai kami??? teriaknya
akhirnya...
nafasmu pun kian berbatas
dan suaramu makin melirih
tak ada yang tahu kau dimana..

30.11.10

[..in the one autumn..]

“Kuncup-kuncup sekarat bunga krisan yang terbelai angin musim gugur. Getir meresah lalu jatuh ke tanah”



Selamat Milad Dinda

Tak terasa usia semakin bertambah, seiring dengan bertambahnya usia bumi ini detik demi detik. Sebagaimana makhluk Tuhan, manusia tumbuh mulai dari bayi hingga dewasa baik secara fisik maupun psikologis. Namun pertumbuhan tersebut tidak selamanya mengikuti garis lurus. Pada awal kehidupan secara fisik tumbuh pesat, hingga usia tertentu berhenti, bahkan semakin tua semakin menurun kondisi fisiknya, ibarat mobil semakin aus onderdilnya. Pertumbuhan fisik relatif hampir sama pada setiap orang yang akan berhenti pada titik tertentu. Kebalikan dengan psikologis, semakin tua usia semakin matang pertumbuhannya. Akan tetapi kematangan tersebut juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur lingkungan dan pergaulan. Dalam hal ini kematangan seseorang berbeda-beda pertumbuhannya. Ada yang cepat dewasa sebelum waktunya, ada yang terlambat matang.

Apapun bentuknya, bertambahnya usia hendaknya disikapi dengan bijak. Pertama, luangkan waktu untuk merenungkan masa-masa yang telah berlalu sejenak, belajar untuk memahami kekurangan dan berupaya mencari solusi perbaikan dimasa datang. Berikutnya mencoba untuk memandang masa depan akan kemana hidup ini melangkah. Seperti kata pepatah, hidup hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Merugilah orang yang tidak beranjak dari hari ini, apalagi mengulang kesalahan yang sama, tupai saja tidak akan melakukan hal demikian.

Anyway, buat dinda, kuucapkan selamat ulang tahun. Semoga semakin dewasa dalam bersikap dan bertutur kata, berpikir lebih jernih sebelum bertindak, lebih mampu memilih dan memilah mana yang harus dan tidak untuk dilakukan. Selamat berjuang, saudaraku, semoga dimasa datang akan hadir berbagai kemudahan dari kesulitan yang telah lalu. Mohon maaf bila ada kesalahan atau kekhilafan diantara kita, karena pada dasarnnya tidak ada satu orang pun yang tega memakan tulang kawannya sendiri. Hanya terkadang kedekatan membuat sensitivitas semakin tinggi hingga sulit untuk memaklumi kekhilafan yang terjadi.

Semoga pada momen baik ini, kita semua kembali pada realita, bahwa kita tetaplah manusia biasa, yang terkadang berbuat khilaf, bahkan pada orang terdekat sekalipun. Tak ada manusia, yang terlahir sempurna (De Massive).

Waktu... Sendiri...


Kuingin menempatkan waktu, sendiri. Hingga bisa kita abadi berbagi. Menjelajah setia tiada bertepi. Menyesap imaji dalam sepi. Oh..pujaan hati. Andai saja kau lebih peduli. Betapa ku mengais atas sadarku kini. Menyekap bintang-bintang dalam penjara mimpi. Mengubur hidupku yang telah mati.

29.11.10

^Perhatian Kecil^

Saya ingin bercerita tentang sebuah hal kecil…hal kecil tapi sampai sekarang sulit saya lupakan, kadang bukan tindakan besar yang membuat kita menyimpannya di memori, dan itu yang lebih sering saya alami.


Kisah 1

Saya besar bukan dengan orang tua saya, sampai umur SD, saya dititipkan di rumah kakek, jadi boleh dibilang saya anak kampung hehehe....nah kebiasaan kakek saya setiap beliau habis terima pensiunan, dia akan teriak dari bawah memanggil saya untuk beli krupuk *waktu itu namanya kopi susu* nah kan bahkan namanya saja masih saya inget hehehe…berjalan menyusuri jalan kampung sambil megang tangan saya…oke saya norak, sekarang pengen nangis karena ingat almarhum sedihsedihsedih

saat mataku tak lagi setia


barangkali, tak ada kesedihan yang paling sulit dihilangkan, selain kecewa pada diri sendiri. dan aku mengalami itu, malam tadi, ketika menciderai janji untuk bertemu denganmu.

iya, aku salah. seharusnya, tak kubiarkan kantuk mengambil waktu, dan memangkas malamku. seharusnya, kubuat kopi di pukul delapan itu, untuk memukul pelupuk mataku, agar kembali tegak. tapi, aku merasa mampu tanpa kopi, atau teh hangat, dan yakin, dengan satu-dua lembaran buku, akan kulewatkan waktu, dan menjangkau saat bertemu denganmu.

dan waktu memang terlewat, tanpa kusadari. bukan karena buku, tapi mataku yang tak setia. aku tertidur, terlelap.


Merasa Jauh Lebih Baik Sekarang..

Ada yang pergi, ada juga yang datang.

Ada yang menghilang, tapi ada juga yang kembali.

Ketahuilah bahwa sebenarnya hidup itu adil, terus berputar dan gak akan pernah membuatmu merasakan di titik yang sama, selalu ada cerita dan kisah baru yang akan mewarnai langkahmu.. Percayalah.

Well, emang butuh waktu yang lumayan lama buat aku sadari itu.. tapi memang dari awal aku selalu berusaha untuk tetap optimis, yakin bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya, setiap keadaan tidak menyenangkan pasti akan berakhir dan berganti dengan keadaan yang menyenangkan, karena hidup itu terus berputar.. Begitulah keyakinanku saat kamu pergi meninggalkanku, meski sedih pada awalnya dan merasa kehilangan. Tapi tetap kukuatkan hati untuk tetap percaya bahwa akan ada orang-orang baru yang datang dalam kehidupanku untuk membuat hariku lebih berwarna dari sebelumnya. Dan simsalabim.. tanpa kuminta, aku mendapatkan teman-teman baru yang sangat menyenangkan.. yang membuatku tetap ceria lewati hari, membuatku lebih semangat, membuat duniaku lebih berwarna. Hidupku jadi jauh lebih baik sekarang, lebih menyenangkan dari sebelumnya, lebih berarti, dan yang terpenting, jadi lebih banyak tawa.. Syukur Alhamdullilah Ya Rab.. Kau memberiku kesempatan untuk mengenal mereka, menjadikan mereka bagian dari hidupku dan membantuku untuk lebih menikmati hidupku..





Dedicated 4: teman-teman yang kutemui di rumah rumpi, yang akhirnya pindah kesini *Kangen Kalian*

Lelah Mengejar Angan


Lelah ku menjadi pemain layang-layang.
Mempertaruhkan nasib pada angin dan benang gelasan.
Hanya melahirkan luka saat benang getas menjelang.
Mengejar angan yang tak kesampaian.

Serupa Bayang


Serupa bayang yang tak tergenapi, hadirmu selalu kunanti. Mencari jawab yang terbenam dalam keruh hati, adakah rasa yang tersembunyi.
Serupa bayang yang tak tergenapi, hadirmu adalah bagian terindah dari mimpi.
Menyadap bahagia dari tetes bahasa pelangi,
adakah manis yang lupa kau bagi.