17.11.10

Diakah Candumu

Diakah candumu wahai perempuan? Yang kau gelayari sakaunya dalam kesetiaan. Meski sakitnya mengutuki setiap sudut hatimu. Mengikisi pertahananmu melakon asmara di potongan kehidupan. Diakah candumu wahai perempuan? Yang kerap menari dan berdendang dalam lagu kepalsuan. Membutakan matamu dalam kabut celoteh rayuan. Dan kau masih menuang...dan menuang...meski hatimu sudah jenuh tak beruang.

13 komentar:

  1. pertamax :D

    candu yang memabukkan, begitukah cinta hingga kadang membuat logika tak berbatas??

    BalasHapus
  2. Kata orang, tai kucing rasa coklat hehehe.... tapi apa iya rasa coklat? wueeek...

    BalasHapus
  3. kalo kata agnes "cinta ini kadang2 tak ada logika"

    BalasHapus
  4. senyumanmu bagai candu asmara menusuk jantungku :h:

    BalasHapus
  5. oh salah dlu aku komennya dsni :k: tapi kok gak muncul ya komenku :e:

    BalasHapus
  6. candu emang menggoda iman, tapi nggak baik buat kesehatan :j:

    apa sih ini anak kecil, GeJe :b:

    BalasHapus
  7. gajah :e: aku gak geje :e:

    jahatnya kamu :i:

    BalasHapus
  8. @rie n bocah ga bisa gede: Senangnya melihat kemesraan kalian dilanjutin disini :f:

    BalasHapus
  9. @mbak fingen : :e: apa-apaan ini :e:

    BalasHapus
  10. @bocah ga mau gede: :f: :f: :f:

    BalasHapus
  11. lempar mbak fingen pake tusuk sate :k:

    BalasHapus
  12. Yaoloh... ternyata tanpa sepengetahuanku kalian rusuh di mari yaaa :f:

    Eh ada mamaaaaak :h: makasih mamaaaaaak

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.