
26.11.10
dengan segala kenaifanku sebagai lelaki

^Sisa hujan^
karena rasa kehilangan yang mendalam
Gerimis November ini akan bercerita padamu
tentang arti kehilangan....
Takut
"Umi, anterin Albi pipis!" Albi menarik narik ujung baju uminya dengan manja. Ibunya tersenyum, "Kan lampunya udah nyala semua, Albi, lagipula biasanya Albi pergi pipis sendiri kan? Masak jagoan umi nggak berani pipis sendiri?" "Ayo umiiiiiiii! Albi udah nggak tahan." Albi menyeret tangan ibunya dengan jari-jari mungilnya."Tumben jagoan umi takut? Biasanya berani sendiri," tanya umi setelah Albi selesai menuntaskan panggilan alamnya. "Albi takut hantu, umi. Di surau tadi, Ahmadi cerita tentang hantu. Serem deh umi. Dia bilang hantunya mukanya hancur dan berdarah-darah. Di punggungnya ada lobang besaaaaaaar. Dan lubangnya banyak ulatnya, umi." Umi masih dengan sabar mendengar Albi bercerita dengan semangat diikuti gerakan tangan untuk mengekspresikan ceritanya.
Kisah...Tak Lagi Terjadi...
Tak ada guna kau berkeras abadisedangkan kisah kita telah mati
hanya abu tersisa pada unggun api
menggigil sendiri menjelang pagi
kau yang pernah menjadi kekasih hati
jangan pernah langkahmu terhenti
hanya karena kisah kita tak lagi terjadi
carilah pengganti tuk sirnakan sepi.
25.11.10
Pulanglah pujangga
Sepasang mata
Semua orang nantinya pasti akan menua
Dear Lie...

Sebelum Kau Tertidur

Sudah menjadi kebiasaan kami, setelah bercinta kami lanjutkan dengan berbicara sambil saling mendekap. Dari basah peluh kami, hingga kering disesap angin. Kemarin dia meracau tentang dirinya. Pernyataan demi pernyataan membuatku semakin tak bisa memahaminya. "Kenapa kamu mau denganku," ujarnya sambil mengusap ujung jari telunjuknya di tulang hidungku. Aku hanya diam menatap matanya. Hanya sekejap dia berani membalas tatapan mataku. "Aku ini pelacur. Kenapa kakak begitu mencintaiku meski tahu aku ini hanya perempuan kotor." Kepalanya disandarkan di belahan dadaku. Aku mengusap rambut panjangnya perlahan.
24.11.10
Prosa dan Puisi
Sedangkan puisi yang berasal dari bahasa Yunani kuno adalah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan kata, dan juga rima adalah yang membedakan puisi dengan prosa. Puisi kadang juga hanya berisi satu kata atau satu suku kata yang diulang-ulang. Bagi pembaca, hal tersebut mungkin tidak bisa dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala "keanehan" yang diciptakannya. Tak ada batasan. Puisi adalah suatu dunia tersendiri, yang kadang dalam bentuk ekstrem atau ideal adalah dunia hasil imajinasi yang tak terhubung dengan realita. Walaupun sumber ilhamnya berasal dari suatu relitas.
Salah Memilih (Jodoh)
* * * *
Membaca status seorang sahabat di situs mukabuku, awalnya dikira salah memilih dokter, atau pakaian, atau salah beli barang. Namun dilihat dari komen dan balasan komen di bawahnya, walaupun tak secara eksplisit, menunjukkan ada yang salah dalam menentukan pilihan hidup. Entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga keluar kata-kata tersebut. Bila dirunut dari beberapa status sebelumnya, memang ada sedikit korelasi bahwa ada sesuatu yang bermasalah dalam hubungan mereka. Mau menanyakan langsung tak enak, takut mencampuri urusan dalam negeri, tidak ditanyakan jadi penasaran. Tapi sudahlah, anggap saja sementara asumsi tadi benar.
engkaulah kilatan cahaya
Aliran udaramu sengit, menggeser biru, mengirimkan keping-keping dingin, dan milyaran butir air. Keluar tiba-tiba. Dari tumpukan awan gelap.
Kau mengoyak langit. Indah. Membuat belantara gelap, datang gagah menuruni angkasa. Menelusup kilat, serasa memangsa siapa saja.
Kelebat cahaya, gelegar pecah dan aku menutup mata bila kau datang dekat.
Merindu Malam
Percakapan Api

Ragaku selayak ranting kering sayang, dan kata-katamu adalah api yang rajin menjilatiku dalam bara. Membakar sisa kewarasan yang tinggal secuil kupunya. Ingin rasanya kukunyah apimu, dan kuludahkan jelaga di wajahmu. Hati? Aku sudah tak ada hati. Kau telah menghanguskannya. Dan mengerak hitam menjadi dendam.
cintaku akan berjalan tanpa cidera

Menu untuk Suamiku

Cepatlah pulang, telah kusiapkan di meja, hidangan untuk makan malammu hari ini. Hati dan jantung yang kurebus dengan tetesan airmata dan sedikit darah membusuk. Makin hari aku makin pandai saja memasak untukmu suamiku. Dan kau semakin lahap saja melumat tubuhku.
rasa yang sama
Rasa ini selalu akan sama. Persis saat nafas kita beradu. Berlomba mengikuti degupan jantung. Lalu menggapai-gapai, tersengal karena sesaknya pesona rindu. Menahan desahan yang tak terdengar oleh dentingan suara hati. Lalu terburu-buru memagut harap.
Rasa ini memang sama. Saat jemari membelai jiwa. Merengkuh pongah ke dalam dekapan pemilik raga. Membiarkan dinding hati berdesir. Mungkin ia ingin berkenalan dengan pemiliknya. Bukan hanya sekedar menatap hangat sepasang kelopak mata lalu sibuk dengan saraf-saraf yang berpendar. Namun tatapan hangat itu menyisakan degupan jantung. Membinarkan aura wajah. Menyemikan warna merah muda. Membuatmu merasa sangat berat. Sangat berharga. Lalu berharap, besok akan ada lagi rasa yang sama. Rasa cinta.
Pernikahan
Ida Ayu Sekar masih tak percaya, meski wajahnya masih berdenyut perih setelah ditampari suaminya, bibirnya menyungging senyum. Ida Bagus Sundranta berang dan segera mengusir Sekar, istri yang baru dinikahinya. Menyudahi malam pertamanya dengan murkaan atas egonya yang terinjak. Sekar masih berkeringat di sekujur badannya yang setengah telanjang. Tapi dia tak mau menunda waktu. Dia harus dan ingin segera pergi dari griya.Ida Bagus Sundranta mondar-mandir di luar kamar dengan tak sabar. Masih diingatnya jelas saat istrinya malah menggumamkan nama lain saat dia mendaki puncak kepuasan. Hatinya terbakar amarah. "Sundal!" umpatnya sambil melayangkan tamparan-tamparan di wajah Sekar.
23.11.10
Aku dan Sampan
Malam kamarin aku mendayung sampan. Terus saja kudayung hingga melewati tepi bumi. Melewati ribuan kunang-kunang, dan kapas kapas awan. Hingga ku berjumpa jutaan bintang dan bunda bulan. Dan mulailah mereka berbisik dan menggunjing akan hadirku. Si pengelana dengan sampan tuanya. Beberapa dari mereka ramah melambai menyuruhku menambat di ujung kerlipnya, tapi yang terdengar malah bisikan-bisikan yang hilang dalam satu lirik pandang.Aku terus mendayung sampanku hingga ke batas angkasa. Tenggelam dalam kegelapan layaknya hutan belantara. Dan menambatkan sampanku di bintang yang telah padam. Kasian, pikirku. Mungkin bintang ini sudah tua. Dan kehilangan kepercayaan dirinya. Kupotong bilah bambu bagian dari dayungku. Dan kuisi dengan gas dari lumpur vulkanik yang diberi paman Mars. Kunyalakan obor di bintang tua itu, agar kembali bercahaya. "Terima kasih, pengelana," bisik bintang tua dalam lirih suara. "Nevermind, kakek bintang...bye bye!" ujarku seraya masuk lagi ke sampan.
Selamatkan Cinta Kita (Save Our Love)
rindu
di bawah secercah sinaran bulan redup
menemani hentakan degup jantung
tergugu diantara derai riak tetesan air
yang menggenang di sudut mungil sepasang mata
ada isakan tertahan
saat kata terbata mengalir pada bibir mungil perempuan
"aku rindu!" jeritnya bisu
dikala lain dia terlihat kelam
sembunyikan kesyahduan malam pada untaian sajak
"aku menunggumu, sampai habis dayaku !"
Hancurkan... Hanguskan...
Hancurkan saja kerinduanmu! Cabik-cabik menjadi serpihan. Dan taburkan bersama laju sang bayu. Kau tak ubah hanya serigala berbulu domba. Yang penuh dusta dan tipu daya. Hancurkan saja cinta binasa. Yang selalu kau binarkan dalam kemesraan penuh puja. Hanguskanlah semua. Karena aku ingin membuka ladang baru di bumi hatiku. Tempatku menyemai benih-benih kedamaian yang kelak kan lahir dari rahim kehidupan.
Sebelum tulangmu menjadi abu

begitu banyak cinta yang telah aku syukuri,
tentu saja.
jangan kau kira aku lupa
dengan semua serpih asa yang pernah kita titi
di setapak waktu.
happy birthday, dear

buatmu cinta adalah perwujudan kasih
Seringai Kegelapan

Tak Lebih Bermakna
Begitu banyak hal menakjubkan dalam hidupku. Tapi tahukah, dibalik semua itu ada misteri yang tak sanggup terpecahkan. Bahwa hatiku tak dapat melepaskannya. Bahwa hatiku tak merelakannya menghilang begitu saja. Meski sejenak, aku ingin bertemu dengannya. Salahkah? Karena tanpanya, hidupku tak lebih bermakna.
pada abu tulangku nanti

adikku,
keterlambatan meminta maaf membuat segala jadi kecewa
dan lupa waktu
bahwa kita pernah bahagia
mimpi
sekali lagi dia memaksaku datang
dan tak dapat kucegah
persis, saat dia pernah memintaku pergi
tanpa kuingin
adakah sebait cerita
yang hendak kau kisahkan bersama malam ?
saat kau menyeruak masuk
lalu memintal khayalku sesuka hatimu
merajut benang-benang halus lelapku
lalu merangkai satu persatu
dan menitipkannya agar terbawa bersama angin
Mencari Satu Wajah
Entah dimana dewi cinta menyembunyikanBenang merah penghubung jiwa kita
Apa telah dipintalnya menjadi awan?
Lalu meneteskan sarinya
Membasuh jiwa-jiwa yang mengeja rahasia
Lalu kemana aku harus melangkah?
Mencari satu wajah dalam ribuan jejak
Haruskah kuurungkan saja?
Dan menjelma manjadi tanah dan terinjak.
22.11.10
its for the first time i hate rain
hujan deras...dan disini aku sendiri...
menyebabkan badai di hati...
mengerikan...
menggertak karena terpesona dengan keyakinanku...
terus berjuang untuk apa yang aku percaya...
karena aku belum siap untuk menyerah...
hujan pun mengemudi arah kita untuk berpisah...
membasuh, menyapu, membersihkan rasa di hati kita...
banjir pun ikut menenggelamkan rasa itu...
akankah hujan berhenti saat ini ???
suara petir pun menyebabkan keretakan permanen di hati...
tampak jelas garis-garis rasa sakit...
kebersamaan kita diakhiri dengan badai dan kekalahan...
entahlah...
bukan hanya tentangmu
tapi tentang sebuah perjalanan panjang yang kita mulai bersama langkah
juga tentang masa yang menanti di ujung cakrawala
memastikanmu
masihkah ada disana
meski awan awan gelap mengetuk dinding langit
siap muntahkan rentetan tajam bulir air
bahwa, bukan disini tempat kita menyerah
karena sejatinya
akan ada pelangi jingga sesudahnya
Serupa Musim
Kau adalah sepintal inginku yang semu.Mencintaiku hanya menjadi siksa untukmu.
Lelaki, kau hanya serupa musim untukku.
Berganti dan berlalu.
Tak perlu kau bersusah menyiapkan pelaminan untukku.
Sungguh, ku tak ingin lekas berkemas darimu.
Hanya saja hati ini bukan untukmu.
meski
meski mentari tak mengisyaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara
Telur Atau Bola???

Pasti kita semua tahu telur kan ya? Entah itu telur ayam, telur bebek, telur angsa, dan telur-telur yang lainnya. Apa yang bisa Anda pikirkan tentang telur?? Telur itu terbungkus oleh cangkang yang kuat, sehingga bisa melindungi isi yang ada di dalam telur tersebut. Tapi jangan salah, telur itu juga mudah sekali pecah. Sekali jatuh atau kita banting ke lantai, bukan hanya retak, pasti langsung pecah. Makanya kita akan sangat berhati-hati sekali ketika memegang telur.
aku lelah
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung di puncak menara
kenapa kita tidak sepakat saja akan satu hal
bahwa kita berada pada satu titik kejemuan
tak perlu saling salah dan menyalahkan
maka..
jika kau penat
berhentilah
karena aku pun telah lelah
Padamu Perempuan
Memang tak pernah ada cerita utuh tentang kita, hanya penggalan-penggalan episode yang tak terangkai indah. Percakapan pun seringkali menjadi sesuatu yang tertunda. Apa memang cukup hanya sekian? Tawa dan tangis kita pun tak layak menjadi kenang. Di sudut itu selalu kita bertemu, saling mengisi cawan-cawan jiwa kita yang hampir gersang. Menuntaskan kebahagiaan yang pernah terlewat.Padamu perempuan, yang kelak menjadi alasan mengapa aku bertahan, meski dalam diam.
21.11.10
cinta dan kopi
^do'a kecil^
Conversation...

Antara aku dan hatiku (sebuah dialog pribadi)
Aku : Aku terluka
Hatiku : Ya, aku tahu itu, aku yang merasakannya, bukan??
Senandung Pelangi

Saat kutahu bahwa kau tak ada disini lagi
Saat itulah aku merasa seluruh ragaku meregang
Takkan sanggup aku untuk tanpamu
Takkan sanggup jiwa ini tak tersentuh rengkuhanmu
Aku sungguh heran dengan pelangi
Kenapa dia rela menunggu terang untuk menampakkan warna-warninya
Bagaimana jika terang tidak muncul?
Mencari Cinta... Menebus Karma...
Carilah cinta, begitu mereka kata. Sedang mata telah lelah berkelana. Dan buku jari telah meradang mengetuki pintu rumah.Aku bukan perompak yang mencuri secuil hati dari jagad cinta. Dan serta merta membagi pada perempuan-perempuan pemujanya. Aku bukan imam yang khusyuk membisikkan harapan-harapan pada gelisah hati yang raya. Dan mempersembahkan jiwa-jiwa mereka pada hampa.
Jangan tanya mengapa?
Karena ku hanya menebus karma...
Kebahagiaan Yang Hilang

20.11.10
Anggap Tak Pernah Terjadi
Forget all of the things we have done, pretend that there's nothing happened..... begitulah kata pepatah, untuk melupakan patah hati atau sakit hati yang pernah terlalui. Lupakan apa yang pernah terjadi diantara kita, anggaplah kita tak pernah bertemu .....
Mungkin itulah jurus pamungkas buat yang pernah berbahagia namun berubah menjadi nestapa, atau yang pernah dekat namun tiba-tiba seperti orang asing. Terkadang hidup itu aneh, seseorang yang tidak kita kenal nyata bisa terasa begitu dekat di hati, namun orang yang kita kenal nyata di depan mata terkadang serasa asing di hati pula. Seseorang yang pernah dekat tiba-tiba seperti asing di hadapan mata, sementara hantu di dunia maya pun bisa serasa lebih nyaman di kepala. (Koq jadi gak nyambung sih)
Daripada melamun gak kesampaian, lebih baik anggap aja gak pernah ada.......
Rasa ini
Langit telah berubah menjadi sosok yang berbeda di hadapanku. Dia sekarang tidak lagi seperti langit yang dulu saat mengenakan seragam putih merah. Langit sekarang tumbuh menjadi pria sempurna, dan mungkin karena alasan inilah aku mulai menyukainya.
Sebenarnya aku tidak pernah berharap rasa ini muncul, tapi bagaimana pun rasa ini tidak dapat aku cegah. Rasa ini datang begitu saja tanpa aku minta, aku hanya berusaha memendamnya agar rasa ini tidak berkembang lebih dalam, karena aku menyadari bahwa dia hanya teman masa kecilku.
Ada Apa Dengan Harry Potter???

Raga Yang Terpasung
^sahabat itu apa??^
Setiap Detik
Andai kau tahu bahwa aku hampir tidak pernah menuntut apapun darimu. Aku tidak pernah menuntut ragamu. Aku tidak pernah menuntut hartamu. Aku tidak pernah menuntut hidupmu. Aku tidak pernah menuntut setiap perilakumu. Aku bahkan sedikit pun tidak pernah menuntut untuk memiliki jiwamu.
Tahukah kau, sayang? Aku ikhlas dengan segala kemungkinan hubungan ini. Aku dengan setegap langkah dan bathinku. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sungguh mencintaimu. Seperti pelangi yang selalu muncul setelah hujan selesai membasahi bumi untuk kemudian membuatnya tersenyum. Cintaku pun seperti itu. Berwarna-warni dan selalu berusaha menyenangkan setiap yang melihatnya.
untukmu yang selalu dihatiku
Balikpapan, 20 November 2010
Vina Si Anak Kecil
fly...run...

Love is So Short, Forgetting is So Long
311010
19.11.10
BETTER OFF WITHOUT YOU

Butuh Nick Baru
Oke... hmm... gini ini asli curcolan saya, mmm...koq ya lama-lama saya jadi mikir buat ganti nick ya, padahal aslinya saya suka ma nick deepblue, pokoknya suka yang tidak perlu dijelaskan alasannya...tapi berhubung kalian *menatap kejam seluruh penghuni ptw* mule pada ngawur panggilannya, bahkan sampe kebawa di fb, dan jreeeengg, kemaren dosen saya nelpon
Nah... daripada mba-mba, emak-emak, eneng-eneng dan tante cerewet manggil saya pake sebutan kolor lagi *pasangin emot euy* mending sana diskusiin, sepakati, nick baru untuk saya
Okeee... ditunggu saran dan masukannya... awas ngasih nick yang sama jeleknya *ngancem sambil bawa kue* lho??
Fixing a Broken Heart
Patah hati memang salah satu penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Lebih baik patah tulang daripada patah hati, atau istilah lainnya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Hati yang terluka lebih sulit menyembuhkan daripada fisik, karena sulit dicarikan obatnya. Namun bukan berarti tiada obat sama sekali untuk menyembuhkan patah hati. Agama sudah mengajarkan kita untuk lebih banyak berharap pada-Nya, bukan pada makhluk-Nya. Namun sebagai manusia, kita sadar bahwa tidak mudah untuk menyembuhkan hati begitu saja seperti tertulis dalam panduan agama. Berikut ada beberapa cara alamiah dan manusiawi, serta telah dialami sendiri ataupun pengalaman teman-teman untuk menyembuhkan luka akibat patah hati.The Shadow

Tentang pendar bintang yang kusimpan, dirimu sang kejora. Segala kenangan dan senyuman. Kupertahankan semampuku, meskipun kenyataan melindas kewarasanku.
Dunia Kita
suwenge ting gelenter
mambu ketundung gudel
pak empong lera-lere
sopo ngguyu ndelikkake
sir sir pong dhele gosong
sir sir pong dhele gosong
WAWANCARA
Kapan Nikah....????
18.11.10
Terendap Laraku
Resah jiwaku menepi,
Mengingat semua yang terlewati,
Saat kau masih ada di sisi,
Mendekapku dalam hangatnya cintamu
Lambat sang waktu berganti,
Endapkan laraku disini
Coba ‘tuk lupakan, bayangan dirimu,
Yang selalu saja memaksa ‘tuk merindumu
Malam Minggu Sebentar Lagi
Kita Tidak Berbeda
Pacar Lima Hariku
Putaran waktu
semoga setiap angka membawamu melangkah maju
karena aku yakin, kau tak ingin hidupmu terhenti
waktu bergulir dengan cepat,
tidak sepadan dengan langkah kaki yang terbatas,
yang berusaha mengejar waktu...
memohonnya untuk berputar balik
agar mampu memperbaiki kesalahan dan menghapus penyesalan...
waktu tidak pernah menunggu...
sebuah putaran yang tetap di tengah ketidakpastian hidup
meninggalkan siapa saja yang enggan beranjak
dan berbuat sesuatu untuk hidupnya...
apa yang telah kau dapatkan dengan waktumu???
kuharap kau menemukan satu titik yang berarti
sentilan buat saya sendiri yang bener-bener tidak tahu waktu saya habis untuk apa :((
17.11.10
Rasa Abstrak
Tentang dia.
Yang tiba-tiba menyeruak diantara memori-memori yang ada.
Menimbulkan banyak tanya tanpa jawab.
Masih tentang dia.
Yang saat ini tak lagi berjarak ratusan kilo.
Hanya selang puluhan meter saja.
Dan ratusan tanah liat merah yang mengeras memayungi.
Tentang dia.
Yang kupasang topeng tuk teguhkan secuil nyali.
Topeng abstrak perasaan.
Satu kata maaf tak sanggup terucap.
Mungkin maaf bukan jawaban yang dicari.
jenuh
Without me...

Cukup kau tatap saja, lelaki.
Bagaimana langkah kaki ini terhenti.
Dalam setapak yang berliku.
Kakiku masih mencoba menyandingimu.
Namun jika aku membeku kali ini.
Bukan karena aku sudah berhenti mencintaimu.
Bukan juga karena kehabisan nafas di penghujung waktu.
Tapi karena aku pikir.
Kau akan lebih baik tanpaku...
Butuh jasa penerjemah ;)
Celingak-celinguk kiri-kanan. Oke sepi... soalnya saya malu di keramaian hehehe...
mmm...ini saya cuma mau minta tolong jasa penerjemah. Salah satu penghuni tetap dompet saya adalah selembar kertas yang sudah lumayan lecek *yah abisnya disimpen dari jaman SMA* isinya puisi kali yak tapi pake bahasa linggis
Tomorrow the deep side of my soul
will not have a shadow when it walks
under the sun or lamplight
my soul is the light itself
Within the lines and the rhymes of poetry
you've written, you will easily recognize my voice
how do I sing, how do I think
loneliness, solitude and desolation
Become raindrops falling gently in the afternoon
those raindrops silently
grow the seeds of longing in your heart
to me. And then like the ring of a morning bell
loneliness, solitude an desolation; no doubt
shaking your bed from behind the window
Ini pemberian seorang teman dengan catatan kaki di bawahnya (outside dream, Soni Farid Maulana)... mmm, sebenarnya sudah ada yang pernah menerjemahkan ini tapi hasil terjemahannya hilang bersama hilangnya hape saya
Ayo.. ayo bagi yang baik hati mohon bantuannya
Diakah Candumu
Diakah candumu wahai perempuan? Yang kau gelayari sakaunya dalam kesetiaan. Meski sakitnya mengutuki setiap sudut hatimu. Mengikisi pertahananmu melakon asmara di potongan kehidupan. Diakah candumu wahai perempuan? Yang kerap menari dan berdendang dalam lagu kepalsuan. Membutakan matamu dalam kabut celoteh rayuan. Dan kau masih menuang...dan menuang...meski hatimu sudah jenuh tak beruang.





