26.11.10

dengan segala kenaifanku sebagai lelaki


Y, kenapa kita berjalan dari satu kesalahpahaman ke kesalahpahaman yang lain? mengapa malam kita habiskan dengan berangkat dari satu cemas menuju ke kecemasan yang lain? dan, dalam pendek sumbu asmara ini, waktu bukan kita habiskan untuk saling mengenali diri, mendekatkan hati, tapi menghadirkan sosok yang bahkan tak memberi arah bagi hubungan kita.

Y, barangkali aku salah. aku tidak bisa menumbuhkan rasa nyaman kepadamu, berupa kepercayaan. engkau masih bersangsi, bahwa di hatiku yang lapang ini, ada beberapa kursi kosong, yang menanti penghuni. aku tidak bisa meyakinkanmu, tak ada kursi kosong lagi disitu. sejak kau hadir dan duduk di salah satu sudutnya, telah kusingkirkan kursi-kursi itu, agar kau dapat nyaman duduk dan menikmati keleluasaan hatiku.


^Sisa hujan^

Izinkan aku tersungkur dan menangis di keheningan malam
karena rasa kehilangan yang mendalam

Gerimis November ini akan bercerita padamu
tentang arti kehilangan....




Takut

"Umi, anterin Albi pipis!" Albi menarik narik ujung baju uminya dengan manja. Ibunya tersenyum, "Kan lampunya udah nyala semua, Albi, lagipula biasanya Albi pergi pipis sendiri kan? Masak jagoan umi nggak berani pipis sendiri?" "Ayo umiiiiiiii! Albi udah nggak tahan." Albi menyeret tangan ibunya dengan jari-jari mungilnya.

"Tumben jagoan umi takut? Biasanya berani sendiri," tanya umi setelah Albi selesai menuntaskan panggilan alamnya. "Albi takut hantu, umi. Di surau tadi, Ahmadi cerita tentang hantu. Serem deh umi. Dia bilang hantunya mukanya hancur dan berdarah-darah. Di punggungnya ada lobang besaaaaaaar. Dan lubangnya banyak ulatnya, umi." Umi masih dengan sabar mendengar Albi bercerita dengan semangat diikuti gerakan tangan untuk mengekspresikan ceritanya.


Kisah...Tak Lagi Terjadi...

Tak ada guna kau berkeras abadi
sedangkan kisah kita telah mati
hanya abu tersisa pada unggun api
menggigil sendiri menjelang pagi

kau yang pernah menjadi kekasih hati
jangan pernah langkahmu terhenti
hanya karena kisah kita tak lagi terjadi
carilah pengganti tuk sirnakan sepi.

25.11.10

Pulanglah pujangga


Apakah kau merapat disana
serupa dermaga berwarna senja
duduk di tepian
menikmati rasa semesta
lalu kau lahirkan aksara pujangga…

Sepasang mata

menikmati angkasa
bulan sudah singgah
diitari kejora-kejora
bak kaca pecah
Inikah pesona?
Atau belum seberapa….
Lalu asmara?
dia yang disana? aku bergumam begitu saja

Semua orang nantinya pasti akan menua

Kemarin saya dan keluarga pulang kampung, karena bude (kakak dari bapak) meninggal dunia. Singkat cerita, bude saya meninggal dalam keadaan yang memprihatinkan. Bayangkan, saat dia meninggal, tak ada satupun anaknya berada disana, dia hanya ditemani seorang penjaga rumah, dan dia pulalah yang merawat bude saya, bahkan untuk membawanya ke kamar mandi. Yang lebih miris, penjaga rumah itu adalah seorang pria, dia dengan relanya mengganti dan menyanggupi keperluan budeku. Tak satupun anak atau cucunya menemani budeku, padahal mereka tinggal dalam satu kota, dan parahnya beberapa cucunya bude tinggal di sebelah rumahnya.


Dear Lie...


dear lie,
mengapa kau selalu terucapkan
keluar dari bibir yang menggoda
tanpa sanggup dielakkan
kau khianati cinta
apakah kau memang tercipta
untuk musnahkan rasa?
sehingga apa yang terpendam di hati
mampu kau tutupi?
dear lie,
ku ingin menghujatmu
menghentikan setiap racunmu
mengubur segala noda dan celamu
membungkam setiap kata yang terdengar merdu
namun rasamu bagaikan candu
yang kerap hadirkan cumbu rayu membelenggu
menyelimuti dosa yang mempesonaku

Sebelum Kau Tertidur


Sudah menjadi kebiasaan kami, setelah bercinta kami lanjutkan dengan berbicara sambil saling mendekap. Dari basah peluh kami, hingga kering disesap angin. Kemarin dia meracau tentang dirinya. Pernyataan demi pernyataan membuatku semakin tak bisa memahaminya. "Kenapa kamu mau denganku," ujarnya sambil mengusap ujung jari telunjuknya di tulang hidungku. Aku hanya diam menatap matanya. Hanya sekejap dia berani membalas tatapan mataku. "Aku ini pelacur. Kenapa kakak begitu mencintaiku meski tahu aku ini hanya perempuan kotor." Kepalanya disandarkan di belahan dadaku. Aku mengusap rambut panjangnya perlahan.


24.11.10

Prosa dan Puisi

Sebenarnya apa yang membedakan prosa dan puisi. Mari kita kupas satu persatu. Prosa adalah jenis tulisan yang bahasanya lebih sesuai dengan arti leksikalnya (arti yang paling mendasar). Dari asal katanya, prosa berarti "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendiskripsikan atau mengungkapkan suatu ide atau fakta.

Sedangkan puisi yang berasal dari bahasa Yunani kuno adalah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan kata, dan juga rima adalah yang membedakan puisi dengan prosa. Puisi kadang juga hanya berisi satu kata atau satu suku kata yang diulang-ulang. Bagi pembaca, hal tersebut mungkin tidak bisa dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala "keanehan" yang diciptakannya. Tak ada batasan. Puisi adalah suatu dunia tersendiri, yang kadang dalam bentuk ekstrem atau ideal adalah dunia hasil imajinasi yang tak terhubung dengan realita. Walaupun sumber ilhamnya berasal dari suatu relitas.

Salah Memilih (Jodoh)

*Knowing that my choice was wrong, and I don't know if I can get through of this*

* * * *


Membaca status seorang sahabat di situs mukabuku, awalnya dikira salah memilih dokter, atau pakaian, atau salah beli barang. Namun dilihat dari komen dan balasan komen di bawahnya, walaupun tak secara eksplisit, menunjukkan ada yang salah dalam menentukan pilihan hidup. Entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga keluar kata-kata tersebut. Bila dirunut dari beberapa status sebelumnya, memang ada sedikit korelasi bahwa ada sesuatu yang bermasalah dalam hubungan mereka. Mau menanyakan langsung tak enak, takut mencampuri urusan dalam negeri, tidak ditanyakan jadi penasaran. Tapi sudahlah, anggap saja sementara asumsi tadi benar.


engkaulah kilatan cahaya

Kau mempesonaku, memikat, namun sekaligus menakutkan. Bagianmu membuat daun dan kuncup bunga rapuh jatuh, pun kekokohan dapat hangus terbakar. Membuat alam tak bisa tidur terus berjaga. Entah siang atau malam.

Aliran udaramu sengit, menggeser biru, mengirimkan keping-keping dingin, dan milyaran butir air. Keluar tiba-tiba. Dari tumpukan awan gelap.

Kau mengoyak langit. Indah. Membuat belantara gelap, datang gagah menuruni angkasa. Menelusup kilat, serasa memangsa siapa saja.

Kelebat cahaya, gelegar pecah dan aku menutup mata bila kau datang dekat.



Aku ingat Rendra. Mendung tadi.

#ketika hujan tadi sore, di gelap kamar kost

Merindu Malam


Sesaat hati ini merindumu. Membuat setitik pilu yang semakin merasuk kalbu. Benarkah yang kurasa rindu? Ataukah hanya sebuah semu. Aih, terlalu bodoh aku untuk mengetahuinya. Pernahkah kau menatap bintang di sudut hatiku?

Percakapan Api


Ragaku selayak ranting kering sayang, dan kata-katamu adalah api yang rajin menjilatiku dalam bara. Membakar sisa kewarasan yang tinggal secuil kupunya. Ingin rasanya kukunyah apimu, dan kuludahkan jelaga di wajahmu. Hati? Aku sudah tak ada hati. Kau telah menghanguskannya. Dan mengerak hitam menjadi dendam.

cintaku akan berjalan tanpa cidera


sayang, kamu dimana? mengapa sapaku tak berjawab? tertidurkah, lelah setelah percakapan panjang kita sesiangan tadi? andai saja aku di sampingmu, pasti kuwakafkan waktu untuk memelukmu, menciumkan sabar di halus punggungmu, dan memanterai tubuhmu dengan segala ayat Tuhan yang menjanjikan kemudahan jalan.

istirahatlah, sayang. tidurlah. biarlah malam ini jadi milikku, khusyuk untuk meminta pada-Nya, agar engkau Dia jaga, seperti menjaga Hawa ketika terlempar dari surga, kala sendiri, sebelum Adam menjumpainya, untuk merangkai takdir baru, seperti legenda jabal rahmah.

dan kuharap, akulah yang menjadi Adam itu.

Menu untuk Suamiku


Cepatlah pulang, telah kusiapkan di meja, hidangan untuk makan malammu hari ini. Hati dan jantung yang kurebus dengan tetesan airmata dan sedikit darah membusuk. Makin hari aku makin pandai saja memasak untukmu suamiku. Dan kau semakin lahap saja melumat tubuhku.

rasa yang sama

Rasa ini akan tetap sama. Persis saat pertama kali kita memasuki pintu cahaya di penghujung sana. Saat kita melangkah memasuki rimbunan bunga azalea berwarna cinta. Dan kita sama-sama terpesona pada kelopak bunga asmara yang berona darah.

Rasa ini selalu akan sama. Persis saat nafas kita beradu. Berlomba mengikuti degupan jantung. Lalu menggapai-gapai, tersengal karena sesaknya pesona rindu. Menahan desahan yang tak terdengar oleh dentingan suara hati. Lalu terburu-buru memagut harap.

Rasa ini memang sama. Saat jemari membelai jiwa. Merengkuh pongah ke dalam dekapan pemilik raga. Membiarkan dinding hati berdesir. Mungkin ia ingin berkenalan dengan pemiliknya. Bukan hanya sekedar menatap hangat sepasang kelopak mata lalu sibuk dengan saraf-saraf yang berpendar. Namun tatapan hangat itu menyisakan degupan jantung. Membinarkan aura wajah. Menyemikan warna merah muda. Membuatmu merasa sangat berat. Sangat berharga. Lalu berharap, besok akan ada lagi rasa yang sama. Rasa cinta.

Pernikahan

Ida Ayu Sekar masih tak percaya, meski wajahnya masih berdenyut perih setelah ditampari suaminya, bibirnya menyungging senyum. Ida Bagus Sundranta berang dan segera mengusir Sekar, istri yang baru dinikahinya. Menyudahi malam pertamanya dengan murkaan atas egonya yang terinjak. Sekar masih berkeringat di sekujur badannya yang setengah telanjang. Tapi dia tak mau menunda waktu. Dia harus dan ingin segera pergi dari griya.

Ida Bagus Sundranta mondar-mandir di luar kamar dengan tak sabar. Masih diingatnya jelas saat istrinya malah menggumamkan nama lain saat dia mendaki puncak kepuasan. Hatinya terbakar amarah. "Sundal!" umpatnya sambil melayangkan tamparan-tamparan di wajah Sekar.


23.11.10

Aku dan Sampan

Malam kamarin aku mendayung sampan. Terus saja kudayung hingga melewati tepi bumi. Melewati ribuan kunang-kunang, dan kapas kapas awan. Hingga ku berjumpa jutaan bintang dan bunda bulan. Dan mulailah mereka berbisik dan menggunjing akan hadirku. Si pengelana dengan sampan tuanya. Beberapa dari mereka ramah melambai menyuruhku menambat di ujung kerlipnya, tapi yang terdengar malah bisikan-bisikan yang hilang dalam satu lirik pandang.

Aku terus mendayung sampanku hingga ke batas angkasa. Tenggelam dalam kegelapan layaknya hutan belantara. Dan menambatkan sampanku di bintang yang telah padam. Kasian, pikirku. Mungkin bintang ini sudah tua. Dan kehilangan kepercayaan dirinya. Kupotong bilah bambu bagian dari dayungku. Dan kuisi dengan gas dari lumpur vulkanik yang diberi paman Mars. Kunyalakan obor di bintang tua itu, agar kembali bercahaya. "Terima kasih, pengelana," bisik bintang tua dalam lirih suara. "Nevermind, kakek bintang...bye bye!" ujarku seraya masuk lagi ke sampan.

Selamatkan Cinta Kita (Save Our Love)

Cinta ibarat gelas, mudah retak karena panas, dingin, atau jatuh terpelanting. Berbagai hal bisa menjadi penyebab terjadinya keretakan cinta, namun hampir semua bermuara pada komunikasi yang kurang baik diantara mereka. Sebelum melangkah lebih jauh untuk memutuskan hubungan cinta, apalagi bagi yang telah menikah, ada baiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini.


lelah


entah apa yang terjadi
rasa itu kian menepi
tak aku temukan lagi sejumput tawa hangatmu
seolah kau bosan


rindu

saat temaram malam merasuki
di bawah secercah sinaran bulan redup
menemani hentakan degup jantung
tergugu diantara derai riak tetesan air
yang menggenang di sudut mungil sepasang mata

ada isakan tertahan
saat kata terbata mengalir pada bibir mungil perempuan
"aku rindu!" jeritnya bisu
dikala lain dia terlihat kelam
sembunyikan kesyahduan malam pada untaian sajak
"aku menunggumu, sampai habis dayaku !"

Hancurkan... Hanguskan...

Hancurkan saja kerinduanmu! Cabik-cabik menjadi serpihan. Dan taburkan bersama laju sang bayu. Kau tak ubah hanya serigala berbulu domba. Yang penuh dusta dan tipu daya. Hancurkan saja cinta binasa. Yang selalu kau binarkan dalam kemesraan penuh puja. Hanguskanlah semua. Karena aku ingin membuka ladang baru di bumi hatiku. Tempatku menyemai benih-benih kedamaian yang kelak kan lahir dari rahim kehidupan.

Hening


Jeruji ketidakpercayaan semakin mengkungkungku dalam setiap belai angin lembutnya
Perlahan namun pasti
Dia mulai merenggut satu persatu dari setiap jengkal cinta yang kumiliki
Aku bahkan belum pernah mengeja cinta hingga selesai

Sebelum tulangmu menjadi abu


Uda…
begitu banyak cinta yang telah aku syukuri,
tentu saja.
jangan kau kira aku lupa
dengan semua serpih asa yang pernah kita titi
di setapak waktu.

happy birthday, dear


buatmu cinta adalah perwujudan kasih
yang tak harus diungkapkan dengan kata
namun selalu terlihat dalam tatap mata
buatmu cinta itu bagaikan angin
yang tak mampu kau lihat
namun bisa kau rasakan hangat

Seringai Kegelapan


Seringai-seringai keburukan satu persatu mulai menghantui gelap malamku. Tidak satupun cercah terang dapat menghalaunya. Seluruh seringai yang berkolaborasi dengan gelap terus meracau ke dalam terangku. Menyempurnakan rupanya. Menyedot kebahagiaan terang dan mengacaunya dalam raga. Memakan raga hingga tak tersisa. Aku merapuh. Mataku meredup. Ragaku kehilangan rasanya. Sakitnya menumpuk seperti jerami. Mengusut tak dapat teruntai. Ingin ku mengemas luka dengan sebuah bingkai terkunci. Namun aku tak bisa. Gelap membuat semua terlepas dan menggoresku kembali. Tentunya dengan torehan luka yang jauh lebih dalam. Dan lebih menyakitkan. Sampai-sampai aku tak dapat menahan jeritan kemalangan ini. Jeritan penawar luka. Penagih cinta.

Tak Lebih Bermakna

Begitu banyak hal menakjubkan dalam hidupku. Tapi tahukah, dibalik semua itu ada misteri yang tak sanggup terpecahkan. Bahwa hatiku tak dapat melepaskannya. Bahwa hatiku tak merelakannya menghilang begitu saja. Meski sejenak, aku ingin bertemu dengannya. Salahkah? Karena tanpanya, hidupku tak lebih bermakna.

pada abu tulangku nanti


adikku,
keterlambatan meminta maaf membuat segala jadi kecewa
dan lupa waktu
bahwa kita pernah bahagia

mimpi

diantara sela redupan cahaya bulan
sekali lagi dia memaksaku datang
dan tak dapat kucegah
persis, saat dia pernah memintaku pergi
tanpa kuingin

adakah sebait cerita
yang hendak kau kisahkan bersama malam ?
saat kau menyeruak masuk
lalu memintal khayalku sesuka hatimu
merajut benang-benang halus lelapku
lalu merangkai satu persatu
dan menitipkannya agar terbawa bersama angin


Mencari Satu Wajah

Entah dimana dewi cinta menyembunyikan
Benang merah penghubung jiwa kita
Apa telah dipintalnya menjadi awan?
Lalu meneteskan sarinya
Membasuh jiwa-jiwa yang mengeja rahasia
Lalu kemana aku harus melangkah?
Mencari satu wajah dalam ribuan jejak
Haruskah kuurungkan saja?
Dan menjelma manjadi tanah dan terinjak.

22.11.10

its for the first time i hate rain

hujan deras...
angin bertiup...
dan disini aku sendiri...

menyebabkan badai di hati...
mengerikan...
menggertak karena terpesona dengan keyakinanku...

terus berjuang untuk apa yang aku percaya...

karena aku belum siap untuk menyerah...

hujan pun mengemudi arah kita untuk berpisah...
membasuh, menyapu, membersihkan rasa di hati kita...
banjir pun ikut menenggelamkan rasa itu...

akankah hujan berhenti saat ini ???


suara petir pun menyebabkan keretakan permanen di hati...

tampak jelas garis-garis rasa sakit...

kebersamaan kita diakhiri dengan badai dan kekalahan...
entahlah...

bukan hanya tentangmu

kisah ini bukan hanya tentangmu
tapi tentang sebuah perjalanan panjang yang kita mulai bersama langkah
juga tentang masa yang menanti di ujung cakrawala
memastikanmu
masihkah ada disana
meski awan awan gelap mengetuk dinding langit
siap muntahkan rentetan tajam bulir air
bahwa, bukan disini tempat kita menyerah
karena sejatinya
akan ada pelangi jingga sesudahnya


Serupa Musim

Kau adalah sepintal inginku yang semu.
Mencintaiku hanya menjadi siksa untukmu.
Lelaki, kau hanya serupa musim untukku.
Berganti dan berlalu.
Tak perlu kau bersusah menyiapkan pelaminan untukku.
Sungguh, ku tak ingin lekas berkemas darimu.
Hanya saja hati ini bukan untukmu.

meski

mungkin ini akan menjadi pagi yang kelam
meski mentari tak mengisyaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara


Telur Atau Bola???



Pasti kita semua tahu telur kan ya? Entah itu telur ayam, telur bebek, telur angsa, dan telur-telur yang lainnya. Apa yang bisa Anda pikirkan tentang telur?? Telur itu terbungkus oleh cangkang yang kuat, sehingga bisa melindungi isi yang ada di dalam telur tersebut. Tapi jangan salah, telur itu juga mudah sekali pecah. Sekali jatuh atau kita banting ke lantai, bukan hanya retak, pasti langsung pecah. Makanya kita akan sangat berhati-hati sekali ketika memegang telur.

racun

jiwaku tertatih
bathinku terkoyak
raga dan jiwaku sakit
tak tertahan

ingin aku pergi menjauh
membawa sepotong cinta yang hanya tinggal abu
yang raganya kian menghilang

tak tertahan sakit yang kurasa
aku tunggu kau disini
untuk memberikan penawarnya

aku lelah

entah sejak kapan kita mulai sepakat dalam diam
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung di puncak menara

kenapa kita tidak sepakat saja akan satu hal
bahwa kita berada pada satu titik kejemuan
tak perlu saling salah dan menyalahkan

maka..
jika kau penat
berhentilah
karena aku pun telah lelah

Padamu Perempuan

Memang tak pernah ada cerita utuh tentang kita, hanya penggalan-penggalan episode yang tak terangkai indah. Percakapan pun seringkali menjadi sesuatu yang tertunda. Apa memang cukup hanya sekian? Tawa dan tangis kita pun tak layak menjadi kenang. Di sudut itu selalu kita bertemu, saling mengisi cawan-cawan jiwa kita yang hampir gersang. Menuntaskan kebahagiaan yang pernah terlewat.

Padamu perempuan, yang kelak menjadi alasan mengapa aku bertahan, meski dalam diam.

21.11.10

cinta dan kopi

cinta itu ibarat kopi ada kalanya manis dan menjadi candu tapi bisa juga menjadi pahit pekat..
itu setelah aku lebih mengenalmu
saat jiwaku menarikan tarian alam seperti itu juga rasa kopi
manis dan nikmat
mungkin ada perpaduan creamer dan gugusan fruktosa didalamnya
atau mungkin bisa ditambahkan ice cream dan daun mint?
yahh..cinta tak mengenal bentuk hanya rasa yang menghujam dalam
entah bagaimana rasa kopi ice cream itu tapi bagiku itu tetap kopi yang legit
atau saat kopi tak lagi menjadi candu
karena hanya ampas saja yang tersisa
tersiksa mulutku mencerna rasanya.....
mual terus-menerus mengecap rasa tanpa henti

nb: kebanyakan minum kopi bisa bikin mual sama seperti cinta jika terlalu dalam bermain dengannya lambung juga bisa menjadi mual hanya saja mual yg berbeda karena asam lambung akan meningkat saat kau terlalu mengkhawatirkan keadaan cinta tanpa menemukan penangkal yang tepat untuk menghentikannya...
*dibuat dalam keadaan imajinasi yang corat marut*

^do'a kecil^

Kucoba sisipkan do'a di tengah titik air-Nya
Bagai kiasan mendung di terik siang
Balada perantau dalam kisah hilang
Walau hanya sepenggal harap yang kukalungkan pada malam

Ketika jarak dan likuan waktu jadi batas,
kala raga tak mampu bersua, saat mata tak mungkin menatap
hanya doa yang tak terbatas ruang dan waktu
mungkin hanya itu yang mampu kuberi


Buat mba rie, keduanya...eh nambah deh, buat semua penduduk sini, senang bisa mengenal kalian dan mendengar serpihan cerita yang terangkai lewat kata.

Conversation...


Antara aku dan hatiku (sebuah dialog pribadi)

Aku : Aku terluka

Hatiku : Ya, aku tahu itu, aku yang merasakannya, bukan??


Senandung Pelangi


Saat kutahu bahwa kau tak ada disini lagi
Saat itulah aku merasa seluruh ragaku meregang
Takkan sanggup aku untuk tanpamu
Takkan sanggup jiwa ini tak tersentuh rengkuhanmu

Aku sungguh heran dengan pelangi
Kenapa dia rela menunggu terang untuk menampakkan warna-warninya
Bagaimana jika terang tidak muncul?

Mencari Cinta... Menebus Karma...

Carilah cinta, begitu mereka kata. Sedang mata telah lelah berkelana. Dan buku jari telah meradang mengetuki pintu rumah.

Aku bukan perompak yang mencuri secuil hati dari jagad cinta. Dan serta merta membagi pada perempuan-perempuan pemujanya. Aku bukan imam yang khusyuk membisikkan harapan-harapan pada gelisah hati yang raya. Dan mempersembahkan jiwa-jiwa mereka pada hampa.

Jangan tanya mengapa?
Karena ku hanya menebus karma...

Kebahagiaan Yang Hilang


Pagi ini sepi
Dingin menusuk ke relung sendi terdalamku
Dapat kudengar bunyi gemeretaknya
Sendiku bergesekan untuk mencipta hangat
Setiap desirnya mengilukan seluruh raga
Membuatnya lemas tak bertulang

20.11.10

Anggap Tak Pernah Terjadi

Forget all of the things we have done, pretend that there's nothing happened..... begitulah kata pepatah, untuk melupakan patah hati atau sakit hati yang pernah terlalui. Lupakan apa yang pernah terjadi diantara kita, anggaplah kita tak pernah bertemu .....

Mungkin itulah jurus pamungkas buat yang pernah berbahagia namun berubah menjadi nestapa, atau yang pernah dekat namun tiba-tiba seperti orang asing. Terkadang hidup itu aneh, seseorang yang tidak kita kenal nyata bisa terasa begitu dekat di hati, namun orang yang kita kenal nyata di depan mata terkadang serasa asing di hati pula. Seseorang yang pernah dekat tiba-tiba seperti asing di hadapan mata, sementara hantu di dunia maya pun bisa serasa lebih nyaman di kepala. (Koq jadi gak nyambung sih)

Daripada melamun gak kesampaian, lebih baik anggap aja gak pernah ada.......

Rasa ini

Aku tidak pernah tahu sejak kapan perasaanku kepada langit berubah. Perasaan berdesir jika bertemu dengannya, atau bahkan sekedar berdekatan. Rasa ini cukup menyiksaku, bagaimana tidak, aku jatuh cinta pada sahabat masa kecilku ini. Rasanya saat dia datang mendekat, aku ingin lari menjauh dan menatapnya dari kejauhan dengan muka memerah.
Langit telah berubah menjadi sosok yang berbeda di hadapanku. Dia sekarang tidak lagi seperti langit yang dulu saat mengenakan seragam putih merah. Langit sekarang tumbuh menjadi pria sempurna, dan mungkin karena alasan inilah aku mulai menyukainya.

Sebenarnya aku tidak pernah berharap rasa ini muncul, tapi bagaimana pun rasa ini tidak dapat aku cegah. Rasa ini datang begitu saja tanpa aku minta, aku hanya berusaha memendamnya agar rasa ini tidak berkembang lebih dalam, karena aku menyadari bahwa dia hanya teman masa kecilku.

Ada Apa Dengan Harry Potter???


Dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 18 November 2010, terjadi sesuatu hal yang menurut saya lumayan hotnews. Penasaran??? Hah enggak??? Penasaran aja deh ya??? Ya??? Ya??? Oke cukup!!! Sebenarnya tanggal 18 kemarin adalah tanggal peluncuran Harry Potter Dan Relikui Kematian bagian 1 (English : Harry Potter And The Deathly Hallows Part. 1). Sebenarnya gak gempar-gempar banget seh, hanya pecintanya yang begitu gemparnya. Saya pribadi sudah menonton film ini kemarin (19/11, red). Penontonnya tidak begitu membludak namun tidak bisa juga dibilang sedikit. Hanya baris terdepan yang kosong. Mungkin karena disini ditayangkan sampai empat studio, jadi tidak begitu terpusat pada satu titik saja.

Raga Yang Terpasung


Termangu aku duduk di sudut ruang
Gelap dan pengap..
Ragaku teronggok terabaikan
Tak selarik sinar pun menerobos ke dalam.
Ingin rasanya berlari
Menari-nari di ujung senja
Menebar senyum ke penghujung dunia
Bermain di bawah rinai hujan
Memetik warna-warni bunga yang menggoda mata

^sahabat itu apa??^

"Aku tak berharap menjadi orang terpenting dalam hidupmu, coz itu permintaan yang terlalu besar. Aku hanya berharap ketika suatu hari nanti, bila kamu mendengar namaku, kamu tersenyum dan berkata 'ITU SAHABATKU'"

Sebuah SMS dari nomer yang tidak bernama tertanggal 14/11/2010 pukul 22:03:37. Tidak perlu mencari tahu pemiliknya karena sepertinya saya bisa menduga siapa yang mengirimkannya. Seorang teman lama menurutku, tapi sepertinya ia menganggap lebih.

Setiap Detik

Andai kau tahu setiap detikku hanya untukmu. Hanya untuk memilah hatimu. Hanya untuk mengeja setiap hela napasmu. Hanya untuk menilik makna dari setiap untaian gerakmu. Hanya untuk memberi isyarat tentang sebuah kavling hatiku yang telah kuserahkan untukmu. Hanya untuk mengakui bahwa setiap jengkal hati ini tercipta hanya untukmu, sayang.

Andai kau tahu bahwa aku hampir tidak pernah menuntut apapun darimu. Aku tidak pernah menuntut ragamu. Aku tidak pernah menuntut hartamu. Aku tidak pernah menuntut hidupmu. Aku tidak pernah menuntut setiap perilakumu. Aku bahkan sedikit pun tidak pernah menuntut untuk memiliki jiwamu.

Tahukah kau, sayang? Aku ikhlas dengan segala kemungkinan hubungan ini. Aku dengan setegap langkah dan bathinku. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sungguh mencintaimu. Seperti pelangi yang selalu muncul setelah hujan selesai membasahi bumi untuk kemudian membuatnya tersenyum. Cintaku pun seperti itu. Berwarna-warni dan selalu berusaha menyenangkan setiap yang melihatnya.

untukmu yang selalu dihatiku
Balikpapan, 20 November 2010
Vina Si Anak Kecil

fly...run...


kau lepaskan busur panah...
melesat...
menghujam hatiku
mengoyak pertahananku
yang terlalu lemah tuk menampikmu
menembus batas kesadaranku
mengacuhkan nuraniku
menghilangkan akal sehatku
menghadirkan rasa yang menggebu
sekaligus luka yang semakin pilu
kau...
yang selalu ungkapkan rasa merindu
namun tak pernah tau arti kesendirianku
hapuskanku dari ingatanmu
agar ku mampu enyahkanmu dari mimpi indahku




Love is So Short, Forgetting is So Long

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku, perempuan. Telah kuputuskan itu. Tahukah kau. Aku akan mengamini setiap doa yang kau panjatkan. Entah kulakukan demi apa? Cinta? Sedangkan diriku sendiri masih berkutat diantara hurufnya. Aku hanya ingin kita tak pernah merasa risau akan jejak yang telah tertinggal. Biarkan masa lalu hanya termiliki oleh masa lalu. Dan sekalipun aku tertatih, aku berusaha untuk melangkah. Untuk masa kini dan mendatang.


311010

19.11.10

BETTER OFF WITHOUT YOU


berhentilah menyambangiku
walau bukan dengan ragamu yang menghangatkanku
tapi cintamu kerap membayangi langkahku
menjauhlah dariku
bukan karena kau tak pantas untuk kucintai
bukan itu...hanya saja keberadaanmu justru meresahkanku
dan membuatku tak mampu berhenti merindu
bukan pula karena kesalahan yang membuatmu terlihat buruk di mataku
tapi karena aku tak bisa ada untukmu
seperti kau pun takkan pernah ada untukku
lupakanlah aku
lupakanlah semua kisah yang terlanjur terangkai
biarkan itu menjadi bagian yang takkan pernah hilang dari hati
dan mendiami setiap lapisan hidup yang 'kan kulewati
biarkan terkubur bersama kenangan
mengendap dalam relung hati yang terdalam
dan takkan muncul lagi untuk mempermainkanku
dengan pesonamu yang mencoba membiusku
biarlah semua asa itu membumbung tinggi
hilang terbawa angin
dan kemudian terhempaskan oleh sang waktu
yang takkan pernah membawamu ke sisiku

Butuh Nick Baru

Intip kanan kiri, nyari yang lain, dan well sepi....

Oke... hmm... gini ini asli curcolan saya, mmm...koq ya lama-lama saya jadi mikir buat ganti nick ya, padahal aslinya saya suka ma nick deepblue, pokoknya suka yang tidak perlu dijelaskan alasannya...tapi berhubung kalian *menatap kejam seluruh penghuni ptw* mule pada ngawur panggilannya, bahkan sampe kebawa di fb, dan jreeeengg, kemaren dosen saya nelpon nangih dari sekian banyak yang dia tanyain dan bicarakan, kalimat terakhirnya...deep *ini nyebut nama asli saya* sana menulis, jangan berantem mulu di fb *ini pake kalimat dan logat sini* huaaaaa...saya cuma bisa nyengir sambil bilang "saya nda tau nulis di fb pak, taunya ngetik" dan well saya berhasil membuat dia tersenyum *atau tertawa yak*

Nah... daripada mba-mba, emak-emak, eneng-eneng dan tante cerewet manggil saya pake sebutan kolor lagi *pasangin emot euy* mending sana diskusiin, sepakati, nick baru untuk saya kenyit

Okeee... ditunggu saran dan masukannya... awas ngasih nick yang sama jeleknya *ngancem sambil bawa kue* lho??

Fixing a Broken Heart

Patah hati memang salah satu penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Lebih baik patah tulang daripada patah hati, atau istilah lainnya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Hati yang terluka lebih sulit menyembuhkan daripada fisik, karena sulit dicarikan obatnya. Namun bukan berarti tiada obat sama sekali untuk menyembuhkan patah hati. Agama sudah mengajarkan kita untuk lebih banyak berharap pada-Nya, bukan pada makhluk-Nya. Namun sebagai manusia, kita sadar bahwa tidak mudah untuk menyembuhkan hati begitu saja seperti tertulis dalam panduan agama. Berikut ada beberapa cara alamiah dan manusiawi, serta telah dialami sendiri ataupun pengalaman teman-teman untuk menyembuhkan luka akibat patah hati.

The Shadow


Tentang pendar bintang yang kusimpan, dirimu sang kejora. Segala kenangan dan senyuman. Kupertahankan semampuku, meskipun kenyataan melindas kewarasanku.



Dunia Kita

cublak cublak suweng
suwenge ting gelenter
mambu ketundung gudel
pak empong lera-lere
sopo ngguyu ndelikkake
sir sir pong dhele gosong
sir sir pong dhele gosong

WAWANCARA

Nona, nona (sambil lari-lari). Nona grey, bisa minta waktu sebentar?
Iya, sebentar saja ya (jalan santai)
Iya, hanya beberapa pertanyaan saja. Bagaimana menanggapi gosip Anda sudah jadian dengan Teuku Wisnu?
Namanya juga gosip, itu fakta yang tertunda, tinggal tunggu waktu aja.
Anda bilang seperti itu, berarti Anda sudah mempunyai hubungan yang spesial dengan Teuku Wisnu?
Tentu!
Lalu bagaimana dengan mantan Anda?
Dia baik-baik saja..

Kapan Nikah....????

Meski saya sudah menikah, tapi saya pernah mengalami berada di "usia panik" dimana orang-orang selalu sibuk nanyain "kapan nikah." Pertanyaan nggak kreatif yang bikin saya empet, padahal saya nggak pernah ngajuin pertanyaan kapan ke mereka, kapan mati, misalnya. Nah baik banget kan saya. Nah, saya punya tips jawaban buat para lajang yang ditanyain "kapan nikah." Saya ama si gajah sempat ngobrolin mau nulis apa ya di zone lajang ini, dan tarraaaa.....inilah dia tipsnya. Dijamin manjur deh pokoke. thumbs up

18.11.10

Terendap Laraku

TERENDAP LARAKU by NAFF

Resah jiwaku menepi,
Mengingat semua yang terlewati,
Saat kau masih ada di sisi,
Mendekapku dalam hangatnya cintamu

Lambat sang waktu berganti,
Endapkan laraku disini
Coba ‘tuk lupakan, bayangan dirimu,
Yang selalu saja memaksa ‘tuk merindumu

Malam Minggu Sebentar Lagi

Aaaaaaaaaahhhhh... kenapa yang ditulis tentang cinta-cintaan melulu ya... trus gimana coba nasib si jomblo girang ini? Itu ituuuuu terus? Trus kapan dunk ini ininya? Jadi setelah semalem konsultasi dengan suhu yang lagi di Belande, aku dapet wangsit untuk menulis tips-tips bagi yang jomblo biar malam minggunya tak lagi kelabu... huoooo huooo huooooo... eh kelepasan big grin


Kita Tidak Berbeda

Selama ini aku selalu diam. Melihat semua tingkahmu, aku hanya bisa mengelus dada. Melihat semua perlakuanmu ke aku, aku hanya bisa menghela napas. Kita itu bukan berbeda. Makanya kedua kutub kita saling tolak-menolak dan menjauh. Kita itu bukan berbeda. Makanya akan menghasilkan gaya aksi-reaksi yang seimbang bila bertemu. Kita itu sama. Sama-sama keras. Sama-sama egois. Kamu tahu apa akibatnya jika yang sama itu bertemu? Kita analogikan saja dengan batu. Batu ketemu dengan batu, jadinya pasti hancur bukan? Begitu pula dengan kita. Bila kita sama-sama keras pasti akan hancur semuanya. Tapi, maaf. Aku gak bisa mengalah kali ini. Sudah cukup kau kuras sabarku. Sabarku telah sampai pada batasnya. Sampai pada batas dimana aku tak bisa menahan luapan emosi ini. Sabarku telah tertutup oleh serpihan pecah dari hatiku yang telah kau sakiti. Cukup sudah. I quit!!!

Pacar Lima Hariku

Semuanya terasa hampa begitu aku campakan telepon di sudut kamarku. Pertanda bahwa cinta ini juga harus terlepas. Terhapus dari sisi hati yang kelam ini. Kamu. Ya, kamu. Sosok yang selama ini ku cinta. Ternyata dengan mudahnya kamu menghapus semua kenangan ini. Hanya karena masalah kecil. Aku tau ini susah. Aku selalu berusaha mengerti kamu. Tapi... Sudahlah. Semuanya mungkin memang sia-sia saja. Aku mungkin harus melupakanmu. Sebelum hati ini tergerus rindu yang begitu menyiksa.


Putaran waktu

waktu hidupmu mulai dihitung dengan angka,
semoga setiap angka membawamu melangkah maju
karena aku yakin, kau tak ingin hidupmu terhenti

waktu bergulir dengan cepat,
tidak sepadan dengan langkah kaki yang terbatas,
yang berusaha mengejar waktu...
memohonnya untuk berputar balik
agar mampu memperbaiki kesalahan dan menghapus penyesalan...

waktu tidak pernah menunggu...
sebuah putaran yang tetap di tengah ketidakpastian hidup
meninggalkan siapa saja yang enggan beranjak
dan berbuat sesuatu untuk hidupnya...

apa yang telah kau dapatkan dengan waktumu???
kuharap kau menemukan satu titik yang berarti



sentilan buat saya sendiri yang bener-bener tidak tahu waktu saya habis untuk apa :((

17.11.10

sahabat


kita bersama
bersuka
berduka
semuanya
itulah kita

semuanya hanya semuanya
tidak hanya aku tapi kamu, kamu dan kamu juga
senyum, tangisan, tawa, canda
mengukir semuanya
indahnya semua
jika kita bersahabat

Rasa Abstrak

Tentang dia.

Yang tiba-tiba menyeruak diantara memori-memori yang ada.

Menimbulkan banyak tanya tanpa jawab.


Masih tentang dia.

Yang saat ini tak lagi berjarak ratusan kilo.

Hanya selang puluhan meter saja.

Dan ratusan tanah liat merah yang mengeras memayungi.


Tentang dia.

Yang kupasang topeng tuk teguhkan secuil nyali.

Topeng abstrak perasaan.

Satu kata maaf tak sanggup terucap.

Mungkin maaf bukan jawaban yang dicari.

jenuh

Entahlah belakangan ini aku merasa sangat jenuh untuk menulis, mungkin inilah titik terjenuhku menulis didunia maya. Sebenarnya aku tidak benar-benar berhenti menulis, hanya saja untuk sekedar update blog atau membuat tulisan yang sedikit berkelas rasanya malas. Fyuhhhhh.......aku ingin semangatku kembali. Mau jadi penulis kok malas, padahal cita-cita kan pengen jadi penulissss

Without me...


Cukup kau tatap saja, lelaki.
Bagaimana langkah kaki ini terhenti.
Dalam setapak yang berliku.
Kakiku masih mencoba menyandingimu.
Namun jika aku membeku kali ini.
Bukan karena aku sudah berhenti mencintaimu.
Bukan juga karena kehabisan nafas di penghujung waktu.

Tapi karena aku pikir.
Kau akan lebih baik tanpaku...

Isyarat

Bukannya bangkai isyarat telah lebih dulu menyapamu? Tapi bahkan sudut matamu tak mengacuh. Sekarang...hanya tersisa ratap pilu. Kecintaan yang selama ini kau puja... Seorang dia yang kau sayang... menjelma babi berkepala tiga... Menyelinap dalam senyap menjaja cinta

Butuh jasa penerjemah ;)

Tok...tok...tok....
Celingak-celinguk kiri-kanan. Oke sepi... soalnya saya malu di keramaian hehehe...
mmm...ini saya cuma mau minta tolong jasa penerjemah. Salah satu penghuni tetap dompet saya adalah selembar kertas yang sudah lumayan lecek *yah abisnya disimpen dari jaman SMA* isinya puisi kali yak tapi pake bahasa linggis nangih kali-kali aja ada yang berbaik hati mampir dan bersedia menerjemahkannya untuk saya ^_^


Tomorrow the deep side of my soul
will not have a shadow when it walks
under the sun or lamplight
my soul is the light itself

Within the lines and the rhymes of poetry
you've written, you will easily recognize my voice
how do I sing, how do I think
loneliness, solitude and desolation

Become raindrops falling gently in the afternoon
those raindrops silently
grow the seeds of longing in your heart

to me. And then like the ring of a morning bell
loneliness, solitude an desolation; no doubt
shaking your bed from behind the window

Ini pemberian seorang teman dengan catatan kaki di bawahnya (outside dream, Soni Farid Maulana)... mmm, sebenarnya sudah ada yang pernah menerjemahkan ini tapi hasil terjemahannya hilang bersama hilangnya hape saya sengihnampakgigi

Ayo.. ayo bagi yang baik hati mohon bantuannya kenyit

Diakah Candumu

Diakah candumu wahai perempuan? Yang kau gelayari sakaunya dalam kesetiaan. Meski sakitnya mengutuki setiap sudut hatimu. Mengikisi pertahananmu melakon asmara di potongan kehidupan. Diakah candumu wahai perempuan? Yang kerap menari dan berdendang dalam lagu kepalsuan. Membutakan matamu dalam kabut celoteh rayuan. Dan kau masih menuang...dan menuang...meski hatimu sudah jenuh tak beruang.