aku telanjangmenatap langit
dalam gelap
yang kudamba
bersembunyi
diantara helai awan
malu-malu
dari kedipan bintang
meracik bunga
untuk damai tidurmu
aku telanjang
Setelah minggu kemaren mengalami hal-hal yang diluar dugaan dan membuat tanggul pertahanan saya jebol.
Saya tau, kemarin, hari ini, besok ataupun kapan, pasti semuanya akan terjadi.
Ada perjumpaan pasti ada perpisahan, berat memang melepas teman saya (lelaki, lebih muda 3 tahun, sudah seperti adik sendiri) yang kebetulan partner kerja saya, pergi merajut asa. Tapi alangkah egoisnya saya jika saya memberati langkahnya.
Satu hari sebelum dia pergi, kami (5 orang termasuk saya) memutuskan untuk sekedar bersenang-senang, have fun bareng, melewati hari itu dengan suka ria. Saya sudah berjanji tak


Pemeran Utama : Kolor biru, Inspektur Vijay, Tuan Takur
Cameo: Sasab, Bejo, Kidz, Fingen, Mamak Pujpuj, Gajah, Goes goes

Aku senang melihatnya tidur terlelap, entah sedang bermimpi atau tidak. Kalau dia bermimpi, aku memohon pada Tuhan agar memasukkan aku ke dalam mimpinya; dia menjadi putri raja dan aku pengeran dari negeri tetangga.
Kata mamaku, seorang wanita sebenarnya cantik atau tidak, terlihat saat mereka bangun dari tidurnya. Dan gadisku selalu terlihat anggun di pagi hari, walau hanya dengan baju tidur dan bekas air liur yang mengering di pipi.
Hari ini dia menyapaku lagi, “pagi Agas, gimana kabarmu pagi ini? Sudah kenyang semalam?” Sapaan itu bagaikan sebuah suntikan semangat baru tiap pagi.
Setelah itu dia melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Mandi, gosok gigi, dan sarapan pagi. Aku diperbolehkannya ikut ke tempat dia kuliah. Juga menemaninya duduk di taman dekat rumah. Berjam-jam kami habiskan berdua saja, membaca buku cerita atau saling bercanda melempar tawa. Tidak ada yang betah duduk di dekatnya selain aku, karena teman-teman dan keluargaku selalu kompak mengusir mereka yang berusaha mengganggu kami di taman itu.
“Darimana, Put? Kok baru pulang? Sendirian di taman lagi?”
“Iya, ma. Cari inspirasi buat skripsi.”
“Gak baik lho siang-siang di taman, apalagi taman serimbun itu. Banyak nyamuk. Anak tetangga kompleks tadi siang dibawa ke rumah sakit karena kena demam berdarah. Gara-garanya dia suka main di taman itu.”
“Iya, ma.” Gadisku hanya bisa mengangguk saja.
Saat tiba di kamarnya, gadisku berbisik padaku, “mama tidak tahu rahasia kita.”
********/*******



Bunda, entah aku harus mulai darimana. Begitu banyak kata yang ingin kusampaikan tapi tak mampu terucap. Bukan karena jauh hati kita berjarak. Hanya aku terlalu takut bila tak sengaja hatimu tersakiti. Karena kata yang telah terucap tak bisa begitu saja diralat. Dan sebagai pengganti bincang kita saat sore hari, dengan secangkir teh hangat dan remasan jari di tanganku, aku menuliskan di sini. Meski tak sebanding dengan semua kehangatan saat kita duduk bersama. Meski tak sebanding dengan lembut belaian jemari tanganmu yang telah keriput termakan usia.Biarkan dia terbang tinggi
Mengarungi angkasa menembus nirwana
Bercanda dengan awan
Bergulat dengan kilat
Biarkan dia jatuh terkulai
Biar terasa pedihnya luka
Lepaskan rasa iba
Tuk pahami arti mandiri
Biarkan dia terbang jauh
Menembus batas logika
Mencari makna kehidupan
Di alam fana ini
Saya sekali-kali mau nyoba ah, mosting sesuatu yang lumayan serius, apakah dapat sambutan atau sambitan
mmm…sebenarnya bahan postingan ini keinspirasi dari acara yang “katanya” reality show dan hasil nonton pilem korea …saya ceritakan kisahnya dulu yak
Kisah 1
Seorang anak diminta ma ibunya yang sedang sakit untuk mencari ayahnya agar bersedia menjadi wali nikahnya *mungkin ibunya ngerasa kali yak klo dah mau meninggal*... Pencarian berlangsung dan si anak akhirnya bisa menemukan “bapaknya” yang ternyata bukan merupakan ayah kandungnya. oke pencarian dilanjutkan kembali mencari ayah kandung yang sebenarnya *lumayan lho durasi muter-muternya itu*...ketemu, berantem sejenak dengan ‘anak sang ayah’ yang tidak terima kalau ayahnya punya anak selain dirinya…endingnya sang anak bisa memenuhi permintaan sang ibu yang ditutup dengan adegan sang ibu meninggal.

