16.12.10
Optimalisasi Imajinasi
15.12.10
the one and only

Pertemuan itu sebagai awal dari terciptanya cinta sejati. Berawal dari sebuah sapaan, sampai pada perkenalan. Bukan sebuah kebetulan, tapi segala sesuatunya sudah diatur oleh sang Pencipta.
Sebuah keakraban yang tercipta pada lingkungan kerja yang sama membawa mereka kepada jenjang hubungan yang lebih dari sekedar teman. Sampai akhirnya sepasang manusia ini memutuskan untuk mengikat janji suci mereka dalam sebuah pernikahan. Tahun demi tahun pernikahan berlalu, tapi sepasang manusia ini belum dikaruniakan keturunan. Sempat frustasi dan putus asa, tapi dengan keyakinan mereka terhadap keajaiban dan kehebatan sang Pencipta, mereka pun berserah penuh dan meyakini bahwa suatu saat akan dikaruniakan keturunan.
14.12.10
Penyesalan Selalu Terlambat
* * * *
Kemarin baru saja melayat wafatnya ayahanda seorang sahabat di sebuah kota sejuk. Sebenarnya sudah lama berniat untuk menjenguk beliau, namun karena terkendala berbagai kegiatan sehingga terlihat sok sibuk, jadi belum sempat mampir juga walaupun hampir tiap bulan berkunjung ke kota tersebut. Agak menyesal juga sih mengetahui kepergian beliau yang begitu cepat, mengingat bertemu saja belum pernah. Sakit gulanya yang parah menyebabkan kematian yang begitu cepat tak terduga sebelumnya.
Namun yang lebih menyesal tentu sahabat saya sendiri. Betapa tidak, hari sebelumnya dia baru saja pergi ke kota tersebut untuk general check up, namun tak sempat bertemu ayahandanya dan langsung pulang ke kota asal. Walaupun dekat jaraknya, dia jarang sekali bertemu ayahnya. Kadang dua minggu, bahkan sebulan sekali baru menengok beliau. Terakhir bertemu pun tiga minggu sebelum wafatnya. Pagi itu dia baru akan mengantar ibundanya ke kota tersebut ketika dikabari ayahnya wafat. Hilang sudah waktu untuk bertemu ayahandanya dalam keadaan hidup. Sambil terisak dia mengabarkan kepada teman-teman bahwa ayahandanya telah meninggalkan mereka selama-lamanya.
Penyesalan memang tidak akan pernah datang terlebih dahulu sebelum musibah terjadi. Oleh karena itu, seperti pesan Rasulullah, pergunakanlah kesempatan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, senggang sebelum sibuk, dan muda sebelum tua. Waktu ibarat argo taksi, berjalan terus tiada henti hingga saat perhentian terakhir tiba. Ketika itulah segala penyesalan akan muncul bila tidak mempergunakan lima perkara baik tadi sebaik-baiknya.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran baik untuk diri sendiri maupun kita semua, bahwa manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk kebaikan.
NB: Kepada beliau, kami ucapkan selamat jalan menghadap-Nya, semoga amal baikmu diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosanya. Kepada sahabatku dan keluarganya, tetap sabar dan tabah karena waktu telah memanggil, menataplah ke depan, jalan masih panjang .......
Opera Ala PTW
Pemeran Utama : Kolor biru, Inspektur Vijay, Tuan Takur
Cameo: Sasab, Bejo, Kidz, Fingen, Mamak Pujpuj, Gajah, Goes goes
just a pray...

Ribuan aksara berjatuhan seperti hujan… berserakkan. Tak terhayati, terserap segera ke bumi atau menguap ke pelukan matahari, mustahil bisa kupunguti.
13.12.10
Membunuh Rindu
Agas
Aku senang melihatnya tidur terlelap, entah sedang bermimpi atau tidak. Kalau dia bermimpi, aku memohon pada Tuhan agar memasukkan aku ke dalam mimpinya; dia menjadi putri raja dan aku pengeran dari negeri tetangga.
Kata mamaku, seorang wanita sebenarnya cantik atau tidak, terlihat saat mereka bangun dari tidurnya. Dan gadisku selalu terlihat anggun di pagi hari, walau hanya dengan baju tidur dan bekas air liur yang mengering di pipi.
Hari ini dia menyapaku lagi, “pagi Agas, gimana kabarmu pagi ini? Sudah kenyang semalam?” Sapaan itu bagaikan sebuah suntikan semangat baru tiap pagi.
Setelah itu dia melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Mandi, gosok gigi, dan sarapan pagi. Aku diperbolehkannya ikut ke tempat dia kuliah. Juga menemaninya duduk di taman dekat rumah. Berjam-jam kami habiskan berdua saja, membaca buku cerita atau saling bercanda melempar tawa. Tidak ada yang betah duduk di dekatnya selain aku, karena teman-teman dan keluargaku selalu kompak mengusir mereka yang berusaha mengganggu kami di taman itu.
“Darimana, Put? Kok baru pulang? Sendirian di taman lagi?”
“Iya, ma. Cari inspirasi buat skripsi.”
“Gak baik lho siang-siang di taman, apalagi taman serimbun itu. Banyak nyamuk. Anak tetangga kompleks tadi siang dibawa ke rumah sakit karena kena demam berdarah. Gara-garanya dia suka main di taman itu.”
“Iya, ma.” Gadisku hanya bisa mengangguk saja.
Saat tiba di kamarnya, gadisku berbisik padaku, “mama tidak tahu rahasia kita.”
********/*******
Apa Kabarmu ?

apa kabarmu, nda ?
aku memikirkanmu setiap saat
disela pagi dan cerahnya mentari
diderasnya bulir hujan rintik
diantara celahan senja
disaat malam menghujam
apa kabarmu, nda ?
apa kau baik baik saja ?
anganku sedikit terhanyut
pada sebuah cerita lama yang kau ceritakan
tentang aku dan inginmu
saat kau menyeruakkan kata
ada ikatan yang mengeratkan
mengerat asa yang telah lama ada
mengerat jiwa yang terpaut jarak
mengerat hati yang menjadi telaga cinta
Senandung Hati

Jikalau telah usai kau jilati remah pesta yang telah berakhir, dan meninggalkan dada kosong yang pernah mengadopsi luka. Datanglah padaku! Datanglah setelah kau tuntaskan masa lalumu. Dan aku akan menunggu. Hanya itu. Karena hanya kau yang sanggup menutup mata dari mimpi yang telah sirna. Hanya kau yang mampu melempar luka penguasa singgasana.
Hingga tak ada lagi tawa yang tersendat, tak ada lagi duka yang mengumpat. Meski hanya sanggup kunyatakan cinta dengan bahasa yang tak sempurna. Ijinkan aku menjemput kisah untuk kita.
Aku dan Kamu
Mimpimu..
12.12.10
Melodi Labil
11.12.10
Curhatan Benci
ai loph yu fren

Pernah bertengkar sama teman atau sahabat?? Hmm, pastinya rata-rata kita udah pernah mengalaminya, kecuali orang itu emang gak punya teman ato sahabat (hehehe, emang ada orang kayak gitu?) Pernah gak kita bertengkarnya sampe berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan, sampe-sampe jadi musuh utama? Hmm.. pasti gak enak banget rasanya, apalagi sampe kehilangan sahabat. Semoga beberapa tips ini bisa meminimalisir terjadinya konflik berkepanjangan.
Bunda...
Bunda, entah aku harus mulai darimana. Begitu banyak kata yang ingin kusampaikan tapi tak mampu terucap. Bukan karena jauh hati kita berjarak. Hanya aku terlalu takut bila tak sengaja hatimu tersakiti. Karena kata yang telah terucap tak bisa begitu saja diralat. Dan sebagai pengganti bincang kita saat sore hari, dengan secangkir teh hangat dan remasan jari di tanganku, aku menuliskan di sini. Meski tak sebanding dengan semua kehangatan saat kita duduk bersama. Meski tak sebanding dengan lembut belaian jemari tanganmu yang telah keriput termakan usia.10.12.10
Biarkan Dia Terbang
Biarkan dia terbang tinggi
Mengarungi angkasa menembus nirwana
Bercanda dengan awan
Bergulat dengan kilat
Biarkan dia jatuh terkulai
Biar terasa pedihnya luka
Lepaskan rasa iba
Tuk pahami arti mandiri
Biarkan dia terbang jauh
Menembus batas logika
Mencari makna kehidupan
Di alam fana ini
Mari Menulis!
Pembodohan Oleh Televisi (?)
- Ayo kirim SMS. Kita cuma butuh satu aja SMS kamu. Satuuu aja. Dari tadi belum ada nih yang ngirim SMS ke kita.
- Tengah malam gini, saingan tinggal dikit. Banyak yang sudah tidur. Jadi daripada nganggur cuma liatin saya, tangan yang satunya dipakai dong buat kirim SMS ke kita.
- Kapan lagi dapat rejeki nomplok? Cuma kirim SMS, bisa dapat uang jutaan.
Becak
Mobil Dion berjalan melewatiku dan berhenti di depanku. “Mita, mau aku antar pulang?”
Ah, kesempatan nih, pikirku. Aku bisa menghemat uang saku karena tidak perlu naik bis dan dapat tumpangan gratis.
“Rumahmu dimana?” kata Dion membuka pembicaraan di dalam mobil.
“Ngg.. ntar aku turun di Malioboro mal aja. Rumahku di belakangnya.”
“Wah, asik dong tiap hari bisa ke mal.”
Tiap hari ke mal? Bisa aja sih. Tapi ya cuma liat-liat aja. Belanja pakai uangnya sapa? batinku.
Aku hanya tersenyum saja kepadanya.
Selamat Tinggal
^Saya paling susah buat judul euy^
Saya sekali-kali mau nyoba ah, mosting sesuatu yang lumayan serius, apakah dapat sambutan atau sambitan
mmm…sebenarnya bahan postingan ini keinspirasi dari acara yang “katanya” reality show dan hasil nonton pilem korea …saya ceritakan kisahnya dulu yak
Kisah 1
Seorang anak diminta ma ibunya yang sedang sakit untuk mencari ayahnya agar bersedia menjadi wali nikahnya *mungkin ibunya ngerasa kali yak klo dah mau meninggal*... Pencarian berlangsung dan si anak akhirnya bisa menemukan “bapaknya” yang ternyata bukan merupakan ayah kandungnya. oke pencarian dilanjutkan kembali mencari ayah kandung yang sebenarnya *lumayan lho durasi muter-muternya itu*...ketemu, berantem sejenak dengan ‘anak sang ayah’ yang tidak terima kalau ayahnya punya anak selain dirinya…endingnya sang anak bisa memenuhi permintaan sang ibu yang ditutup dengan adegan sang ibu meninggal.
Penguasa Relung Hati

Wahai dewi yang menguasai relung hati. Sapamu laksana hujan, mendinginkan bara-bara rindu. Betapa kata-katamu menggubah orkestra kegelisahanku. Dan kini hanya sunyi mengambang. Mengeja namamu pun mencipta insomnia di pelukan malam. Sekian kuberkarat mendzikir detik kehadiranmu. Berdetak entah tak menentu arah.
9.12.10
^Ayudhewe gak boleh minum es^
Dulu kan present continous udah, nah sekarang saya mau mosting present simple yang diajarin. Oke saya mulai copasin ya *maap bisanya cuman copas doang*
Siput

Biarkan aku berjalan selambat siput
Tak ingin berlari sekencang kancil
Untuk mencapai garis finish
Biarkan aku berjalan selambat siput
dan biarkan aku menikmati tiap langkah
yang kulewati bersamamu..
8.12.10
Titik Nol dalam hidupku

Sekarang aku telah tumbuh menjadi seorang gadis yang beranjak dewasa. Kenapa aku bilang begitu? Ya karena bagiku, aku belum cukup dewasa seutuhnya.
Tak banyak yang aku minta dihari bahagia ini, satu yang aku inginkan: Ya Allah aku hanya ingin sehat dan merasakan sendiri detak jantungku tidak lagi bergantung dengan alat ini.
dan aku layaknya ulat yang sedang bermetamorfosa menjadi kupu-kupu
^Aku jatuh cinta^
pada hujan yang menyapa bumi
membuat banjir rumah tetangga
tadi malam aku jatuh cinta
pada hujan yang menyapa bumi
susupkan dingin lewat dinding kamar
tadi malam aku jatuh cinta
pada hujan yang menyapa bumi
tinggalkan basah di tanah
dan lagi...lagi...aku jatuh cinta
ketika mendengar suara hujan menyapa bumi
6.12.10
Saat Aku mencintai Sepi :)
kau perkosa aku
hadirku pekat
gelap menjelang
sepi menerangi raga
tak tersentuh
tatapan-tatapan dingin itu
menusuk setiap inchi tubuh
tangan-tangan liar itu
terus merasuk menggerayangi raga
desahan kian menggema
sakit aku rasa
hatiku terkoyak
tapi ragaku tak mampu menolak
diam, tangis
hanya itu yang terdengar
karena aku tak menginginkannya
Kau

dengan sekelumit kata, tapi kaya akan makna
terlukis indah tak sekedar remahan ode belaka
terlahir dari rasa duka dan sukacita
Kau adalah syair lagu teruntuk kekasih
menyingkap jiwa, membuka selubung hati
suara ilham yang senantiasa bernyanyi
sebening doa yang tulus dan suci
* aku padamuuuuuuuuuuu hyori lee
Kenapa anak-anak Aktif
Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, sehingga mereka akan mencarinya sampai tahu
ke arah mana pun kau dibawa, ikutkan saja...

in the night...

Ratusan malam, berantaikan doa-doa yang tak tersampaikan. Rindu mencambuki cinta, hingga sekarat ia…
bara ini menyesapi hati perlahan-lahan, laksana sekam tak padam, dikipasi dalam diam…
5.12.10
Seumpama...
Dalam larik-larik kosong pena terisi penuh
Namun jiwa tak seluruh...
Seumpama pengelana yang pongah menjelajah dunia
Kakinya menjejak di tanah yang sama,
Tak kemana-mana...
Begitu juga ketika aku pikir
Akulah cahaya yang bisa menyelami jurang jiwamu
Aku salah ternyata...
Yang kudapati...
Perlahan-lahan aku mati membusuk di dalamnya...
4.12.10
empty cold

garis nasib

^Linggis Versi Malam^
Oke, sampahan saya berikutnya adalah pelajaran linggis saya di malam hari dengan guru yang beda lagi hehehe… saya punya guru linggis tiga: tante riwil, mba kalong, ma ada 1 lagi *ini maksa bener biar saya bisa*
Nah, pelajaran saya dari guru malam saya adalah tentang tenses…present continous tense aja dulu yak yang saya laporin, soalnya itu yang pertama diajarin ke saya…betapa memprihatinkannya pengetahuan saya sodara-sodara...tenses ini aja saya lama diajarinnya
3.12.10
^Linggis Versi Sore^
Tuk…tuk…tuk…begini biasanya bunyi sepatu guru saya dulu kalau mau masuk kelas
Nah berhubung sepi menyepi disini, jadi saya nyampah lagi ya…daripada buang sampah yang nda bisa diolah, jadi saya buang sampah yang bisa diolah..sukur-sukur bermanfaat hehehe
Mmm…saya mau ngetik pelajaran linggis saya hari ini bersama tante riwil pelajaran ma tante riwil adalah pelajaran menyusun kalimat dan nambah-nambah kosa kata saya yang ternyata sungguh sangat minim
2.12.10
^Belajar Linggis via YM^ :))
Saya kok ya tiap mampir disini selalu telat euy…sendirian aja muter-muter, tapi yo wes lah.
Berhubung ada pertanda alam buat mosting sampah, ya sudah saya mau mosting sampah saya bersama tante riwil malam ini. Mmm…kayaknya semua sudah tahu kan kecerdasan saya bersama linggis bagaimana, sehingga saya memutuskan mengangkat paksa guru linggis privat via ym, dan yang dipaksa juga sepertinya sudah dengan rela menerima konsekuensinya berkenalan dengan saya
Nah ini dia hasil pelajaran saya malam ini
Menyampaaaaaah
Kadang saat saya terbangun tengah malam, dan mendapati rumah ini tak berpenghuni, hati rasanya remuk redam *pose nelangsa, sambil gigit-gigit sapu tangan.* Hanya si Kolor Tengkorak aja yang kadang masih bergentayangan sambil menebar keabsurdannya. Yaaa... dia datang begitu aja... Datang nggak dijemput dan pulang nggak diantar...
Nah teman-teman...sekarang bagian saya yang cerita...uhhhmmm... menyampah lebih tepatnya... setelah melihat, menimbang, dan memutuskan kalo blog ini mati gaya sejak awal bulan... maka daripada itu akhirnya terbentuklah postingan menyampah sebagai berikut. Bahan-bahannya sederhana saja ibu-ibu. Hanya bermodal nekat dan ngetik. Mikir? Ooooo nggak perluuuu....
Sebenarnya sejak akhir bulan kemaren, sudah ada proyek buat nulis sebuah prosa dengan latar belakang budaya Jawa. Jadilah saya mencari-cari sumber informasi dari om gugel. Nemu sih beberapa... tapi kok ndilalah tambah bingung. Apalagi setelah suhu saya yang sedang semedi di Belanda memberi beberapa wangsit, kapasitas memori di otak saya yang imut ini makin tak kuasa menahan sembilu. Jangankan menentukan nama tokoh, bikin plot cerita, dan lain-lain, lah tema aja masih di angan-angan..... hiks...
Dan dikarenakan saya belum saja menemukan ide untuk menulis, sekalipun itu puisi lebay bin jablay... Saya akan merelakan kolom-kolom kosong di blog ini untuk ditulisi Tante Anne, Mbak Preman, dan Dik Bejo... Daripada mereka saling tunjuk-tunjukkan siapa yang mo nulis... Betul tak?








