8.3.11
Morning Humming
5.3.11
Sayang, ingatkah kau???
4.3.11
Welcome home, Honey!!!
Anomali...

Hey, lelaki. Aku bukan wanita itu. Aku bukan dia... dia… dia… atau siapapun diantara para hawa yang pernah menyanding bahumu. Menggelayut manja di pundak kokohmu. Wanita dalam dongeng para dewi dan kisah para pujangga yang tergores dalam puisi.
Aku sedikit anomali, begitu aku menyebut diriku sendiri.
28.2.11
Doa mimpi...

Betapa aku menikmati setiap detik menunggui kau terlelap. Menikmati setiap helaan nafas di dadamu yang tenang. Menikmati sentuh-sentuh mimpi yang kadang memainkan ujung-ujung bibirmu. Kuciumi kau belahan jiwa, perlahan-lahan saat kau terlena sambil berdoa…
Mengejar waktu denganmu
27.2.11
Rumah Kita
Mampukah kau lupakan kisah lalu?
Berjalan lurus tanpa menengok yang terlewat
Cukup berdiri dan berjalan disana, diujung jalan menikung
Tunggu aku menghampiri, menyambut apa yang kan terberi
Jika senyum itu lupa terbawa
Sertakan sepotong pengharap agar tangis tak perlu pecah
Hingga rumah yang tertinggal tetap berdiri
Walau rayap tak henti menggerogoti tiang
Lain hari kita susuri kenangan yang tertinggal
Bersama….
Berdirikan rumah yang hampir rubuh
Hias kembali dengan birunya senyuman...
24.2.11
Biarkan saja...

Berhentilah meresah hai Wanita. Bukankah janji itu seperti katanya, hanya tertunda? Bukan berarti tak ditepati, apalagi diingkari. Hanya beberapa waktu saja kau menunggu, bukan seumur hidupmu. Sementara itu, dalam nantimu yang tak akan panjang… kau bisa berjalan-jalan di ambang petang dengan kaki telanjang… merasakan basahnya rerumputan disela-sela jari kakimu yang jenjang. Atau kau bisa melambaikan telunjukmu, hingga kupu-kupu bersayap biru hinggap malu-malu.
23.2.11
aku kamu dan hujan

Riuh rendah suara angin menyapaku, disertai rinai-rinai bulir hujan... tengadahku melihat langit! Kelam... sejauh mata memandang tak ada satu pun kerlip bintang yang kutemui, dulu aku sangat menyukai saat-saat ini, dimana dirimu harus tertahan berada dalam pelukanku! Masih tergiang dalam benakku bagaimana manisnya kecupan yang kau berikan di keningku, lambaian tangan saat kamu beranjak pergi, saat itu aku masih berada di hati yang lain, tak pernah terpikir aku akan sangat merindukan saat-saat itu!
Lelaki malam...

Bola matamu umpama mata air yang tak pernah berhenti mengalir… hingga jika pun resah memanggang jiwa… aku tak pernah merasa dahaga.
Kamu lelaki malamku kini. Yang aku sesap suaranya saat malam mulai merangkak tinggi, bahkan terkadang sampai dinihari menyambangi bumi. Menjajari setiap perbincangan panjang kita, menghela mimpi… hingga membiarkan setiap aksara bersanding dengan kabut subuh hari, luruh di dedaunan dan suara ayam memekik nyaring di kejauhan. Kau memelukku yang terdiam, dan lalu kita sama-sama terpejam.
22.2.11
Sparkling...

Malam ini aku kembali berbincang-bincang… dengannya, lelakiku. Suaranya diseberang sana menyisipkan rindu. Merepihi asa yang tumbuh satu-persatu. Seperti ribuan kepakan sayap malaikat biru… mendendangkan lagu. Nada-nadanya asing… tak ada pembanding. Alam raya khidmat terpesona… terhenti gerak semesta… Seluruh jagad memandangi kita… berputar lambat dengan kita sebagai porosnya. Bintang-bintang jatuh malam itu memendarkan cahaya ragu, kemudian melipir malu… malu pada kilau rindu kita yang lebih terang dari ribuan cahaya bintang dijadikan satu…
“Lalu… adakah hal lain yang indah di dunia, bila yang terasa hanya ada kita dan berlapis-lapis cinta???”
21.2.11
The rains...

Aku selalu suka hujan, tanpa alasan. Entah kenapa… aku suka saja.
Ketika dia bertandang, aku kadang rela berlama-lama menyampir di jendela… berdetik-detik tanpa kedipan mata, memikirkan apa saja atau cuma sekedar mengosongkan isi kepala. Aku menikmatinya, menikmati setiap tetesnya yang jatuh di atas kelopak dahlia di samping jendela, menikmati tempiasnya di wajahku yang kadang… membuatku khidmat memejamkan mata.
Cotton Candy...

Seperti gula-gula kapas bermacam rupa. Sosokmu tidak bisa digambarkan hanya dengan satu warna. Kadang jingga kadang merah muda… atau bahkan saga menyala… tak cukup satu malam mengembarai jalan pikirmu dan segala kemungkinan tentang sosokmu. Mencecapi rasamu, menghindui wangimu di indera ciumku….
Ahhh… menikmati yang seperti itu… manis seperti dirimu.
Yang aku tahu hanya satu… seperti gula-gula kapas yang meleleh di mulutku…
Aku pasti menyukaimu…
(al)
20.2.11
Luka Dini Hari
Kanthi tidak pernah tahu apa yang terjadi pada orang tuanya. Hanya saja orang bilang mereka dibunuh dan mayatnya dihanyutkan ke sungai bersama puluhan tubuh-tubuh tak bernyawa lainnya. Orang bilang orang tuanya adalah pendukung haluan kiri yang ikut ditumpas setelah pertumpahan darah di sebuah kota berjarak ratusan kilometer dari Dusun Karangjati. Semuanya terlalu rumit bagi seorang Kanthi, di usianya yang ke-sepuluh tahun.
19.2.11
It's hard to say that I miss you...
Aku suka senyumnya yang mengembang indah di bibirnya
Aku juga suka tatapannya yang bergelora bagaikan panah asmara...
Aku suka...
Aku suka caranya mengerjaiku,
Aku suka caranya mengomel sepanjang hari...
Aku suka..
Suka sekaliii...
Let it go...
karena senyummu yang tersirat samar dari balik hujan..
dan aku terus menunggu,
menunggu hujan menghapus jejakmu,
namun, iya... hujan mungkin menghapus jejakmu di tanah ini...
tapi hujan di hati ini takkan pernah mampu menghapus jejakmu dalam hidupku...
karena aku terus menunggu,
sampai datangnya mentari...
diiringi senyum dan tawa langkah ceria...
dan aku terus menunggu pelangi,
pelangi yang indah dan melengkungkan senyummu...
17.2.11
Maaf Aku Lupa
Suami : “Bau gosong apa ini??!! Lief, croissant-nya!!!” Suami tergopoh lari ke dapur
Istri : “Ooohhh nee, gosong dong” terbirit-birit menuju dapur dan…… telat. Croissant-nya sudah pada gosong di dalam oven.
Istri : Sorry, Lief, aku lupa.
*suami gigit jari karena tidak satupun yang masih bisa dimakan*
2. Setting : Selesai makan malam
Istri : “Mau minum apa, Lief? Teh atau kopi?”
Suami : “Koffie, alsjeblieft”
Istri membawa piring kotor ke dapur, membilasnya sebelum dimasukkan ke mesin cuci piring. Balik lagi ke ruang makan.
Suami : “Mana kopiku, Lief?”
Istri : “Oh God....sorry Lief….sorry, tunggu sebentar. Lupa”
Suami : #@$%^&*(!
Inikah Cinta???
16.2.11
Membunuh bintang...

Kau tidak tahu, Cinta, aku pernah melarung luka dalam lautan tanpa dermaga, aku bahkan membunuh bintang utara dan segala rasi di semesta, membuang segala petunjuk dan tanda. Hingga bila saat luka itu ingin kembali bersua, saat dia menatap ke angkasa, dia tak akan menemukan apa-apa kecuali gulita… Doaku semoga dia tak pernah menemukan jalan pulangnya…
“Dan kau, Cinta, serupa bintang yang paling terang… suatu saat jika kau benar bertandang... jangan bawa serta luka itu datang”
Percakapan embun...

Ah... Aku selalu suka menggambarkan malam sebagai tempat percakapan kita bermula, dengan ribuan kerlip bintang di angkasa, dengan awan-awan kelabu tempat menguraikan banyak cerita. Mengeksplorasi rasa dan merepihi setapak asing hatimu lewat suara… menyerap semua tawamu di seberang sana sambil mengisahkan tentang hujan atau berdebat tentang benda langit yang paling terang.
“Waktu terhenti dan percakapan kita membungai mimpi… menyesapi pada embun dini hari…”
(al)
Just Eve

Seumpama malaikat dengan sayap hitam berpijar terang, kegelapan langit menjadi takhtanya. Singgasana tempatnya bercumbu dengan bulan, bintang dan juga semesta. Dari badai di Utara samudera… hingga ke angin semilir di pucuk-pucuk akasia… Terkesima… Menggantikan lagu-lagu malam dengan syair merdu, suaranya melambatkan sang waktu.
Bila badai pun tertunduk dalam pesonanya,
apalagi aku yang hanya seorang hawa… perlahan-lahan terbunuh damba…
(al)
7.2.11
Al... The Black Angel

Senyumnya… melunglaikan angkasa, membuat pelangi memudar dengan pesona. Tak cukup aksara melukiskan dirinya…. Hingga riap gerimis berdesir kepayang, mabuk dalam kagum yang menghempas sekuat gelombang, menyesakkan nafas dalam rindu meresah, gelisah. Bintang bersinar di atas kepalanya, membayang sesosok malaikat dengan sayap hitam bermata sempurna. Semoga hatinya sebaik wajahnya.
Ahh.. tahukah kau teman, lelaki ini sungguh memabukkan…
Riza
Namanya Riza, siswa SMART Ekselensia yang saya kenal secara tidak langsung karena berasal dari daerah yang sama setelah ditakdirkan berada di Bogor, hadir dengan logat Makassarnya yang masih kental, membuat saya dan kawan yang lainnya merindukan kampung halaman. Senyum khas dan tubuh kurang gemuk, jika tak ingin dikatakan cenderung kurus, menyedot perhatian selama jam makan malam. Menatapi dengan seksama cara makannya, menu yang tersaji di piringnya yang kekurangan satu menu karena keterlambatan antrian, mengingatkan adik terkecil saya yang terbiasa makan walau tanpa sayur.
3.2.11
Fokus
29.1.11
Kerabat Bangsa
Kerabat...
Katanya kita kerabat
Dia bilang kita saudara
Mereka bilang kita satu rasa…
Saya permisi… undur dari semua anggap
22.1.11
tanya hati

kali ini kebodohan apalagi yang kubuat? selalu saja menuruti hasrat hatiku.. tanpa memikirkan apa ini sudah wajar? apa ini bukan hanya menjadi angin lalu? semakin hatiku berkeras, semakin banyak goresan-goresan kecil tak terlihat mengubah raut wajah manis itu menjadi bisu. dalam setiap sujudku.. aku memohon.. meminta dengan berurai linangan air mata.. kenapa harus jadi seperti ini? bukank-ah aku sudah bilang pada-Mu? Jangan buat aku terpesona jika itu takkan menjadi milikku! aku sadar aku begitu egois. mungkin ini cara-Mu membalasku.. duniaku dulu tak begini. kenapa tak Kau biarkan saja aku sendiri dalam luka-lukaku? kenapa dia Kau datangkan untuk menghiburku, setelah itu Kau ambil dia kembali? entah harus bagaimana aku menyusun puing-puing kehancuranku ini. mengayamnya menjadi satu lagi..
21.1.11
tentang aku

20.1.11
Apa Senjatamu?
Seorang samurai yang hanya bersenjatakan tanto -pisau pendek-, dan terpaksa berhadapan dengan musuh bersenjatakan katana -pedang maut-, tidak boleh menyesalkan senjata yang sedang dipegangnya. Itu tabu!
Menyesali senjata yang ada di tangan, adalah ratapan pasti menuju kekalahan. Yang sudah ada pada Anda adalah senjata penyelamat dan penghebat kehidupan Anda.
Bersyukurlah. Dan hebatkan diri Anda!
~Mario Teguh~
penyesalan quw
Semua kata-kata ini takkan mampu menjelaskan betapa menyesalnya aku.. dulu kamu selalu ada saat aku terluka dan tertawa, dulu aku ga pernah peduli kamu ada ataupun tidak, saat kamu memberikan hidup dan hatimu hanya untukku!! Saat kamu tak pernah pergi dari sisiku sepanjang waktu.. km bilang kamu ga akan membiarkan aku merasa sendiri lagi.. saat km menceriakan hari-hariku yang kelam karenanya!! Kamu selalu bilang betapa kamu mencintaiku dan menginginkanku lebih dari apapun.. kamu bahkan rela menjadi yang kedua.. tapi aku terlalu buta dengan cintanya.. cinta yang maya untukku!! Cinta yang dipenuhi mimpi-mimpi indah palsu... dan kamu selalu mencoba membuatku sadar, tapi aku tak pernah sadar sampai akhirnya kamu menyerah dengan semua perjuangan dan pengorbanan yang telah kamu lakukan untukku!!
13.1.11
entah apa namanya

numpang curhat yee...
pagi ini saya mau ke kampus...
dan kendaraan yang saya pakai itu adalah sebuah motor yang udah cukup jadul *ala sanchai di meteor garden banget*
beberapa km dari rumah saya tiba-tiba turunlah tetesan-tetesan air
saya pikir cuma gerimis biasa
masa badan segede saya takut sama gerimis??
akhirnya saya memutuskan untuk gak pake jas hujan yang ngeribetin itu
12.1.11
Galau
11.1.11
Lonely Moon

Selelah bulan yang bersinar di akhir malam… terangnya hampir binasa, meredup dalam keluasan semesta.
Percakapan di 11111
Daritadi nge-klik nge-klik dan ga jelas. Padahal ada banyak bahan materi tentang ujian yang harus dibaca.
Dan sekarang di 11111 dengan mata yang sedikit lelah karena kebanyakan tidur dan kebanyakan melek, saya mau numpang coret - coret disini. Boleh kan yah? Boleh dong.
Tahu tidak punggung dan bahu saya sudah seperti kaku karena daritadi mematung di depan sini, layar 14 inch ini. Baru bahu yang kaku udah protes, gimana kalo seluruh tubuhmu yang kaku lalu membiru?
Anyway, dini hari begini membicarakan tentang kaku dan membiru seperti tiba - tiba bergidik.
Tragis kalo kata 'efek rumah kaca'.
10.1.11
bisikan itu ..
setiap hari.. bahkan setiap saat ..
menyedihkan sekali jika mesti waspada setiap saat,
menyedihkan sekali menatap ke kiri dan kanan bergantian secara rutin .. waspada ..
tidak ada orang yang dapat menolong
bahkan harapan sepertinya sudah memudar
dan seolah-olah Tuhan pun tidak menampakkan diri.
kemanakah aku harus meminta pertolongan?
orang terdekat pun membisu
betapa malang nasibku
Kabar Kabur
Ngos-ngosan
Beberapa kali mencoba lari dari syuting striping Cinta Fitri yang lagi pindah stasiun televisi memang susah sekali, karena banyak barang-barang yang perlu diangkut-angkut, akhirnya saya dapet kesempatan libur (jadi artis ato kuli angkut sih?) #simpulkan sendiri
Rindu menuliskan sesuatu disini, dan akhirnya punya kesempatan untuk memberi kabar bahwa saya tidak sedang dekat dengan Irfan Bachdim, sungguh.
8.1.11
PULANG
Menulis ala William Forrester
Sekedar Mampir dan Menyapa
Cerita tentang keadaannya nanti disini InsyaAllah, nanti ketika udah ada waktu saya bakal posting... tapi berhubung sekarang waktunya ini juga saya nyuri-nyuri jadi gak bisa cerita banyak.
7.1.11
Tentang Hidup
fallin in lope
Entah bagaimana melukiskan perasaan saya
Rasanya seperti ingin menari di awan
Dan kemudian menyanyikan lagi cinta di atas pelangi
6.1.11
tingtong
menyiratkan sebuah hasrat untuk kembali
berharap kepada sesuatu yang pasti
dan tidak tinggal di dalam ketidak pastian
yang ada hanya pekatnya sinar
yang kemudian tenggelam ditelan gelap
yang ada hanyalah lara
yang tersembunyi di dalam duka
hanya senyum yang merana
terselubung di dalam cerita
dan kini aku berjalan
berat dan tertatih-tatih
hanya dengan harapan menemukan sebuah kepastian...
2.1.11
31.12.10
Kembang Api
Meski sudah tahu kalau precil-precil disini sibuk dengan kembang apinya, kagetnya saya kok ya masih terulang juga. Waktu lagi jumpalitan masak, lha kok ada lagi “dhor”, dan TKP nya cuma selemparan batu dari dapur. “Godverdomme” Spontan saya mengumpat. Untungnya wajan masih tergenggam erat di tangan saya dan tidak melayang keluar dapur. Lama kelamaan, saya pun pasrah pada keadaan. Ikut menikmati dhar dher dhor kembang api. Padahal asli, saya hanya dengar “dhor”nya. Kerlap-kerlip kembang apinya ndak kelihatan. Nanti kalau langit sudah gelap, kembang apinya akan nampak lebih terang.
Selamat Tahun Baru 2011. Happy New Year. Gelukkig Nieuwjaar.
Happy New Year
Nah... apa resolusi kalian taun ini?
25.12.10
Namanya Irgi........

Namanya Irgi. Aku mengenalnya di dunia maya. Saat kami berkenalan di dunia maya, aku masih duduk di bangku SMU dan dia sedang berkuliah di universitas di Bogor, semester akhir. Ya..ya.. aku berbohong soal umurku, aku berkata padanya kalau aku sudah berkuliah. Tak tahu kenapa aku harus berbohong seperti itu. Sampai sekarang pun aku masih tak tahu alasannya kenapa aku harus berbohong soal umurku.
Namanya Irgi. Kita saling bertukar no telfon dan saling bertukar foto. Malam itu dia menelfonku, kita berbincang-bincang. Aku suka suaranya, renyah. Kau tahu, itu mungkin pertama kalinya aku jatuh cinta.
22.12.10
Ibu, Aku Butuh Kasih Sayangmu
Pengumuman Pemenang Surat untuk Ibu
20.12.10
Meracik Mimpi
aku telanjangmenatap langit
dalam gelap
yang kudamba
bersembunyi
diantara helai awan
malu-malu
dari kedipan bintang
meracik bunga
untuk damai tidurmu
Ruam Rindu

siapa yang akan mengirim ribuan kata
lewat malam dan desiran angin
telah biru tulangku
ruam membekas karena rindu
ada lagikah nyanyian pagi
yang akan menjemput tangis malamku
yang masih kusisakan
dalam seonggok tissue basah laraku
17.12.10
Dunia Plastik
16.12.10
Lomba Menulis Surat untuk Ibu
- Rahim karya Fadh Djibran
- The Happiness Project karya Gretchen Rubin
- A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini
Curcol ajah deee
Setelah minggu kemaren mengalami hal-hal yang diluar dugaan dan membuat tanggul pertahanan saya jebol.
Saya tau, kemarin, hari ini, besok ataupun kapan, pasti semuanya akan terjadi.
Ada perjumpaan pasti ada perpisahan, berat memang melepas teman saya (lelaki, lebih muda 3 tahun, sudah seperti adik sendiri) yang kebetulan partner kerja saya, pergi merajut asa. Tapi alangkah egoisnya saya jika saya memberati langkahnya.
Satu hari sebelum dia pergi, kami (5 orang termasuk saya) memutuskan untuk sekedar bersenang-senang, have fun bareng, melewati hari itu dengan suka ria. Saya sudah berjanji tak
^racauan sableng^
Semalem rada sableng ketika sms temen saya "B**** punya tempat menghilang gak?? sepertinya saya butuh tempat menghilang" dan dengan belengnya yang gak ngerti saya kenapa cuma bales "maksudnya??" Rasanya pengen jitak-jitak dia, tapi saya balasnya "punya waktu gak, saya butuh temen sms-an" well, lumayanlah bisa sedikit senyam-senyum baca smsnya... alhamdulillah saya masih beruntung punya 'tempat berlari,' walaupun dia tidak tahu saya 'lari' dari apa.
Jadi teringat sebuah kalimat linggis yang pernah ditulisin temen saya di buku saya "sometimes we need to share our problem with friend, it will be make you fell better...don't keep that alone"
Sudahlah... saya hanya ingin mampir bilang maap ama guru linggis saya, bolos belajar beberapa hari.
Seribu Warna Tanpa Makna

Setinggi apapun langit digapai
jangan lupa jejakkan kaki di lantai
karena keindahan mata
terkadang hanyalah fatamorgana
Sesungguhnya
pelangi jingga pun mempesona
namun segera sirna berganti sinar surya
terdampar samar di kaki kemilau langit
Kepongahan tak akan bertahan
sebab hidup tak selamanya bertahta
kadang berputar berganti arah
ke atas kau akan meraja
ke bawah raja menjadi hamba
tak akan ada yang fana
karena langit selalu berganti rona
Merendahlah
takkan membuatmu menjadi hamba
berlapang dada lah
karena ikhlas itu indah
sebab putih hati lebih mulia
dibanding seribu warna tanpa makna







