20.7.11

Cuaca dan Kostum


Cuaca.... Ramalan cuaca yang bila diabaikan bisa membuat berantakan beberapa hal. Salah kostum, itu salah satu contohnya yang bisa bikin sebel. Nggak ada persiapan payung atau jas hujan, itu lebih bikin kesal.

Payung atau jas hujan...?? Saya nggak punya jas hujan. *sengaja* Jadi kalau kemungkinan besar turun hujan, cukup bilang “Lief, wil jij morgen mij brengen? (Lief, besok mau antarkan aku?). Jurus andalan itu selalu mempan, jadinya saya bisa menikmati fasilitas antar jemput.

Di Indonesia rasanya nggak ribet-ribet amat, mesti tahu prakiraan cuaca dan sejenisnya. Di Belanda, woowww bisa lain ceritanya. Cuaca disini cenderung basah, maksudnya sering turun hujan gitu, tidak ketinggalan angin yang selalu rajin berhembus. Mulai dari skala mendesah sampai dengan skala yang “gemrubug,” kencang disertai suara yang menggelora.

Musim panas juga nggak berarti matahari bersinar dengan centilnya sepanjang hari. Bisa saja paginya anget bin sumringah, siangnya hujan dingin semriwing. Disini cuaca bisa berubah seketika nggak pake permisi. Malam hari biasanya saya udah mantengin ramalan cuaca. Setelahnya paling tidak saya jadi tahu besok pakai baju yang lumayan menghangatkan atau cukup baju tropis.

16.7.11

You're not center of the world

“Lihat perempuan disana, kampungan banget ya bajunya.”
So what, is that a crime??!! *diam, menelan ludah*

“Kampungan banget pria itu, jalan pake celana selutut.”
Hellloooo, dit is zomer. Zomer….. summer… apapun namanya yang jelas panas tau!!! *masih diam, ambil napas dalam-dalam*

Merajut yukk...


Assalamulaikum...
Merajut..merajut..merajut..semua serba merajut, udah 3 bulan ini belajar merajut, bermula dari temen kantor yang beli benang rajut akhirnya ikutan tertarik merajut. Merajut itu sebenernya gampang2 susah tapi intinya terus belajar.
Oke..ini niy yang pertama kali saya lakukan waktu mau belajar merajut, boleh siy jadi tips buat kalian yang mau merajut *merajut benang lhoo bukan merajut kasih :D*

10.7.11

Lelahmu..

Telah lama ku minta untuk berhenti
Tapi kau tetap memaksakan diri
Untuk tetap bisa menjalani semua ini
Masih berharap pada semunya mimpi
Hingga kini kau bilang, lelah sendiri
Karna aku telah lama berhenti untuk peduli
Tapi kau tak jua mengerti
Cinta ini sampai kapanpun tak bisa kita miliki bahkan sekalipun kita beli
Hingga akhirnya kau menyerah dan berhenti mencintai
Baguslah, akhirnya kau mau mengerti untuk bisa melepas kisah ini..

9.7.11

The Rooftop

Ingat saat di rooftop dulu chér? Aku masih ingat tiap detilnya. Haha, pasti aku terlihat begitu menyedihkan di matamu sekarang … menulis hal-hal seperti ini seperti orang tak punya kerjaan. Padahal, mungkin saja kau sedang bersama dia sekarang. Atau ‘teman’ mu. Aaarrrggh! Sudahlah! Aku tak akan bahas mereka kali ini. Menuliskannya saja sudah membuatku sebal.

Anyhow, kemarin aku bernostalgia di rooftop sana. Obrolan, gerimis, iPod, Un Soir du Paris, Filosofi Kopi, Stanza dan Blues, bisikan, genggaman tangan, kecupan pipi. Semuanya masih terekam jelas. Haha, i feel like the real pathetic now.

O well yang jelas, langit di bagian barat sangat indah kemarin. Dan ternyataa, kita juga sudah menghadap ke barat, sayangnya tidak di waktu yang tepat. Like what people said, bad timing.

Tiba-tiba aku jadi teringat kalau kau pernah meliput Bekasi Jazz Festival! Pasti keren sekali di sana! Sebuah festival jazz, berbagai artis, di malam hari, di sebuah rooftop. Dan seandainya bersamamu saat itu, aku pasti takkan fokus menonton mereka. Mungkin hanya akan menggenggam erat tangan dan curi pandang akan wajahmu. Hahaha, what a dream L*** what a dream.

Aaah, banyak sekali hal yang kuingat tentang mu chér …

Adakah kenangan tentang ku yang terekam di benak mu? Ah tidak. Tadi terlalu muluk. Bagaimana kalau ini ; Sempatkah aku melintas di pikiranmu barang sejenak?



Bekasi, 15 November 2010.

7.7.11

Am I abnormal???Or Just another Irational Woman???Maybe both???




CINTA...Lima huruf dengan sejuta makna sejuta cerita. Terkadang aku bisa menjadi bodoh karena cinta, ya karena mencintaimu. Tapi aku tak pernah surut, meskipun harus menabur garam dalam luka yang menganga.

1.7.11

Khitanan dan Manusia

Khitanan… baru kali ini saya melihat secara langsung acara khitanan massal, mendengar suara jerit dan tangisan bocah-bocah di dalam ruangan yang saling menimpali satu sama lain. Cukup satu kali menyaksikan acara ini dan menyadarkan saya bahwa, kita seringkali menjalani hidup ini seperti bocah yang hendak dikhitan.
Di hadapan saya, seorang bocah sudah terlebih dahulu membanjiri wajahnya dengan tangisan sebelum masuk ke ruangan ‘eksekusi’, yang dengan berbagai cara sang ibu berusaha meredakan tangisannya, dan senjata pamungkasnya adalah “ayo jangan nangis, lihat itu ada hadiahnya kalau habis disunat” mendengar itu akhirnya sang bocah berusaha diam, walau tetap saja sesunggukan tak kunjung henti.

8.6.11

Kau Kata

Kau kata, "Aku bukanlah pelukis"
tapi kau menoreh kebahagiaan dalam duniaku
menyinggahi setiap sudut kanvasku dengan harapan
menjalari dengan warna-warna kerinduan
Kau kata, "Aku bukanlah penulis"
tapi kau semakin lihai menyihirku dalam aksara meratu
mencumbui setiap ronggaku dengan keindahan
melahirkan syair-syair bersayap yang membelai kecintaan

28.5.11

Just so Tired of Being Me


Ada banyak kebaikan ayah, yang dapat kita tiru, namun ada kalanya juga sang ayah mengecewakan kita

Bukan hanya mengecewakan, bahkan menyakiti, dan membuat diri kita tersiksa...

ingin marah, tapi kita kadang tak mampu berucap sepatah katapun
kita berada di posisi di mana kita tak menerima keadaan ini, namun semuanya hanya menjadi harta karun yang tersimpan aman dalam sebuah peti...

..........

Perempuan itu merasa kesepian walaupun nyatanya dia berada di tengah keramaian...

Kemanapun perempuan itu berlari, rasanya selalu saja "hujan" deras itu turun dan menghampirinya...

Ada kalanya dia bersembunyi, dan berteduh dari derasnya air "hujan",
tapi dia tetap merasa kedinginan

Ingin dia pergi dan berlari, mencari secercah sinar, yang kemudian akan memberinya harapan...

21.5.11

dia... (lelaki yang kembali)

"....dan lihatlah, Tuhan kembali memapaskan langkah kita... Mungkin Dia punya rencana??..."

Betapa nasib memang sudah ada garis edarnya, tak kasat mata. Ditelapakku, ditelapakmu tertulis ia. Karenanya aku tak heran, ketika disini, disebuah persimpangan lain kehidupan, tak sengaja kita beriringan. Kudapati kau lagi, lelaki. Masih dengan mata sorot mata itu dan senyum yang mampu melambatkan waktu....
Ahh... Tiba-tiba aku ingin tiap detik ini membeku.

18.5.11

Sableng ^_^

Bogor dini hari, 18 Mei 2011
Ketika cerita berjejal memenuhi rongga kosong dibilikmu
Mungkinkah masih ada potongan tempat untukku?
Sekedar mengetuk ruang kosong yang pernah kau sisakan untukku
Yang pernah kau janjikan akan tetap milikku

Ruangan yang pernah kita beri warna pelangi
Dengan mimpi dan harap yang kita gantung bersama
Disana….
Hingga akhirnya pelangi itu meluruh…
Dan kita berpisah, mencari pelangi berbeda


7.5.11

Lagi-lagi tentang Mereka

Ditemani hujan, Bogor 23 April 2011

Ada banyak hal yang kudapatkan dari mereka malam ini. Dari Adi, aku belajar secara langsung bertahan dari kehilangan, hal yang paling kutakuti. Di umurnya yang baru 10 tahun, ia telah kehilangan sang ayah, hanya ibu dan sang kakak yang menemani. Tapi jangan harap akan menemukan sendu di wajahnya, di kelas dia akan selalu ceria, tak kenal menyerah untuk menyelesaikan soal matematika yang kuberi dan semangat bermain ketika bertemu bola dan lapangan.

6.5.11

Inilah Mereka...


Pesan Tersirat dari Ibu Pemijat


Kemarin dapet jatah libur yang akhirnya dimanfaatin buat traditional massage plus luluran yang makan waktu ampe 3 jam.
Tukang mijetnya kebetulan punya indera ke enam gitu. Awalannya sih ngobrol basa-basi biasa aja, lama-lama nanya juga deh (lagi-lagi) tentang pacar...
cengar-cengir doank sayanyah..

4.5.11

Everything Will be Alright


"Aku lagi nyari cowok, kenalin sama siapa gitu, bantuin dong?" Request seorang teman via YM.

"Lah suamimu mau kau kemanakan?"

Mau dikardusin trus dikirim ke Timbuktu kali? Saya juga nggak tahu pasti. Menurut penuturannya sih dia pengen menyudahi dan ganti pasangan aja. *ini suami opo casing bb to?*

"Mbok ndak usah ganti, instal ulang ae nek error." *usul yang cukup absurd*

3.5.11

Jeda


Malam tadi, aku bertemu lagi dengannya, lelaki badai ku. Sungging di bibir yang aku rindu, seperti kopi yang kusesap tiap pagi, pahit cemas, namun tak sekalipun berasa ampas.

Seperti biasa, antara kami… diam adalah aksara sunyi yang paling bermakna. Dalam senyap entah kenapa, begitu gampang menjaring rindu yang bersarang dimanik-manik mata.

Kita bisu luar biasa.

Jeda antara kita terisi udara yang juga menahan lirihnya.

Katamu akhirnya “ketika kita hanya menjadi boneka, pemeran adegan yang sudah disutradarai sang Pemilik Jiwa”

Sorot matamu masih kelabu, sarat dengan pilu… masalalu. Hingga getir langkahmu, ragu pada setiap rindu… pun ketika memandang aku, wanita yang kau sebut “damaimu”

“….Bukankah cerita itu telah berakhir?? Haruskah luka itu selalu tertafsir???....

Dan aku memilih menjamahmu dengan sentuh, berharap semoga segala luka itu luruh. Di luar sana gelagat-gelagat gerimis pun runtuh.

Dingin ini memagut kita, merentangkan berkilo meter lagi jeda, walau tanganmu menaut memeluk pinggang, dan menarik kepalaku ke dada

Sayang… dendammu adalah jaraknya.

1.5.11

Ucapan terima kasih

Assalamu'alaikum warahmatullah.....


Ini mampir mau mengucapkan terima kasih buat mba rie ;)...makasih kiriman bukunya buat pasukan cilik, ahhh..rasanya seneng dapet kiriman buku ini, bukan apa-apa, saya habis mampir di gramedia hari ini dan woowwww...harga bukunya lumayan mahal kalau mau beli dalam jumlah banyak :((

terimaaaaaaa kasihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

28.4.11

I wrote it with my heart, not my word

Ok, gua ga tau apa yang gua rasain saat ini. Sedih ato seneng, ga tau... yang jelas. Belakangan ini galau? Memang.. gua rasa gua punya unfinished business sama dia.. dan beberapa bulan terakhir gua emang nyari FB dia. Salah?

Setelah gua nemuin FB dia, entah rasa apa yang ada di sebelah sini...

Sakit iya.

Seneng iya.

Tapi sedih juga.

Meninjau ulang hubungan kami di masa lalu yang kurang baik, membuat gua sedikit menyesal...

Sedikit sedih.

27.4.11

Dia

terbentuk ke segala arah

berada di mana saja,

dan tersentuh siapa saja

dialah yang tidak tertebak