10.12.10

^Saya paling susah buat judul euy^

Saya sekali-kali mau nyoba ah, mosting sesuatu yang lumayan serius, apakah dapat sambutan atau sambitan sengihnampakgigi

mmm…sebenarnya bahan postingan ini keinspirasi dari acara yang “katanya” reality show dan hasil nonton pilem korea senyumkenyit …saya ceritakan kisahnya dulu yak

Kisah 1

Seorang anak diminta ma ibunya yang sedang sakit untuk mencari ayahnya agar bersedia menjadi wali nikahnya *mungkin ibunya ngerasa kali yak klo dah mau meninggal*... Pencarian berlangsung dan si anak akhirnya bisa menemukan “bapaknya” yang ternyata bukan merupakan ayah kandungnya. oke pencarian dilanjutkan kembali mencari ayah kandung yang sebenarnya *lumayan lho durasi muter-muternya itu*...ketemu, berantem sejenak dengan ‘anak sang ayah’ yang tidak terima kalau ayahnya punya anak selain dirinya…endingnya sang anak bisa memenuhi permintaan sang ibu yang ditutup dengan adegan sang ibu meninggal.

Penguasa Relung Hati


Wahai dewi yang menguasai relung hati. Sapamu laksana hujan, mendinginkan bara-bara rindu. Betapa kata-katamu menggubah orkestra kegelisahanku. Dan kini hanya sunyi mengambang. Mengeja namamu pun mencipta insomnia di pelukan malam. Sekian kuberkarat mendzikir detik kehadiranmu. Berdetak entah tak menentu arah.

9.12.10

^Ayudhewe gak boleh minum es^

Oke...oke...oke...saya mau mosting lagi pelajaran linggis saya malu, kadang malas euy soalnya mesti ngetik lagi, kalo copas yang di YM kepanjangan sightapi berhubung saya nda punya bahan buat mosting tak apa-apalah mumpung malam ini pelajarannya cepat tutup sengihnampakgigi *gak apa-apakan ya* rindu

Dulu kan present continous udah, nah sekarang saya mau mosting present simple yang diajarin. Oke saya mulai copasin ya *maap bisanya cuman copas doang*

Siput




Biarkan aku berjalan selambat siput
Tak ingin berlari sekencang kancil
Untuk mencapai garis finish

Biarkan aku berjalan selambat siput
dan biarkan aku menikmati tiap langkah
yang kulewati bersamamu..

8.12.10

Titik Nol dalam hidupku


Dua puluh enam tahun yang lalu, tepat tanggal 08 Desember 1984 aku lahir ke dunia ini atas perjuangan berat ibuku. Andaikan saat itu Allah tidak mengijinkanku hidup lebih lama, mungkin tidak akan ada lagi warna-warna dalam hidupku seperti saat ini.
Sekarang aku telah tumbuh menjadi seorang gadis yang beranjak dewasa. Kenapa aku bilang begitu? Ya karena bagiku, aku belum cukup dewasa seutuhnya.
Tak banyak yang aku minta dihari bahagia ini, satu yang aku inginkan: Ya Allah aku hanya ingin sehat dan merasakan sendiri detak jantungku tidak lagi bergantung dengan alat ini.
Dan saat inilah titik nol dalam hidupku dimulai, dan aku berharap ke depannya akan lebih baik dan hidupku makin berwarna.

dan aku layaknya ulat yang sedang bermetamorfosa menjadi kupu-kupu

^Aku jatuh cinta^

Tadi malam aku jatuh cinta
pada hujan yang menyapa bumi
membuat banjir rumah tetangga

tadi malam aku jatuh cinta
pada hujan yang menyapa bumi
susupkan dingin lewat dinding kamar

tadi malam aku jatuh cinta
pada hujan yang menyapa bumi
tinggalkan basah di tanah

dan lagi...lagi...aku jatuh cinta
ketika mendengar suara hujan menyapa bumi

6.12.10

Saat Aku mencintai Sepi :)


Kusadari sekarang aku sedang sendiri
Mensesapi sepi dalam kediamannya
Kusadari bahwa aku tak lengkap lagi
Mencoba untuk meraih sari-sari manis kebahagiaan
Mencoba untuk menjadi sama
Ahh, tak mungkin
Aku telah berbeda

kau perkosa aku

hadirku pekat
gelap menjelang
sepi menerangi raga
tak tersentuh

tatapan-tatapan dingin itu
menusuk setiap inchi tubuh
tangan-tangan liar itu
terus merasuk menggerayangi raga

desahan kian menggema
sakit aku rasa
hatiku terkoyak
tapi ragaku tak mampu menolak

diam, tangis
hanya itu yang terdengar
karena aku tak menginginkannya

Kau

Kau adalah puisi-puisi gubahan para pujangga
dengan sekelumit kata, tapi kaya akan makna
terlukis indah tak sekedar remahan ode belaka
terlahir dari rasa duka dan sukacita

Kau adalah syair lagu teruntuk kekasih
menyingkap jiwa, membuka selubung hati
suara ilham yang senantiasa bernyanyi
sebening doa yang tulus dan suci






* aku padamuuuuuuuuuuu hyori lee cium

Kenapa anak-anak Aktif

Beberapa hari ini, beberapa orangtua dan kerabat yang selalu mengeluhkan tentang anaknya yang aktif dan tidak mau diam. Mereka mengeluh bahwa anak-anaknya seperti jarum jam yang selalu berdetik, hingga tidak jarang hal tersebut membuat beberapa orang ua kewalahan untuk mengatasinya, dan tidak jarang beberapa dari mereka sampai memberikan hukuman fisik agar anak-anaknya duduk dengan tenang, dan yang lebih parah, label anak nakal pun mulai melekat kepada mereka.

Sebenarnya orangtua tidak perlu cemas saat anak-anaknya mulai aktif bergerak kesana kemari, karena masa tersebut adalah masa dimana anak-anak sedang berekplorasi mencari tahu hal-hal yang baru bagi mereka, pada fase ini rasa ingin tahu anak sangat besar tentang suatu hal yang mungkin tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Sebagai contoh, anak-anak yang suka bermain dengan dispenser air. Bagi anak-anak, melihat air mengalir adalah hal yang menakjubkan dan itu merupakan suatu pengetahuan baru bagi mereka sehingga mereka pun mencari tahu darimana air itu mengalir, setelah mereka mengamati, mereka akan bereksprimen dan mencoba betulkah air itu mengalir dari sana, sehingga ketika mereka berhasil, itu merupakan hal yang menarik, sehingga mereka pun akan terus mengulangnya Bergerak kesana kemari adalah suatu tahapan dimana anak-anak mengumpulkan banyak informasi baru, jadi jangan kaget ketika anak Anda bisa menyebutkan beberapa kata ajaib yang mungkin tidak pernah Anda pikir sebelumnya, sebagai orang tua tugas kita adalah mendampingi dan memberikan pemahaman tentang apa yang terjadi dan beritahu mereka area-area mana saja yang berbahaya bagi mereka, tentunya dengan alasan yang masuk akal, sehingga anak-anak pun belajar bereksplorasi dengan nyaman, dan Anda pun ikut belajar dengan anak-anak.

Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, sehingga mereka akan mencarinya sampai tahu

ke arah mana pun kau dibawa, ikutkan saja...


dik: tak ada yang lebih baik dilakukan selain mengikuti kemana pikiran membawa. aku selalu percaya, tenaga cinta sungguh tak terlawankan, bukan saja menjerat fisik, melainkan juga pikiran, bahkan dengan belenggu yang sungguh tak terbayangkan. kamu sudah mengalaminya, tentu. dan membuang pikiran yang selalu terhubung dengan seseorang yang kamu cintai, bukanlah jalan penyelesaian.


itupun jika "membuang" pikiran sungguh bisa dilakukan.


terhubung? kamu memercayainya? aduh, kenapa mempercayainya? kamu justru harus mengalaminya. keterhubungan, duh indah sekali ini, bukan saja sekadar sebuah tindakan percaya, tapi juga upaya untuk mewujudkannya. ini bukan sekadar permainan "perasaan", tapi keterhubungan adalah sebuah kondisi psikologis yang memang bisa diarahkan untuk tercipta. sungguh!


in the night...


Ratusan malam, berantaikan doa-doa yang tak tersampaikan. Rindu mencambuki cinta, hingga sekarat ia…
bara ini menyesapi hati perlahan-lahan, laksana sekam tak padam, dikipasi dalam diam…


5.12.10

Seumpama...

Seumpama penyair yang kehabisan kata
Dalam larik-larik kosong pena terisi penuh
Namun jiwa tak seluruh...

Seumpama pengelana yang pongah menjelajah dunia
Kakinya menjejak di tanah yang sama,
Tak kemana-mana...

Begitu juga ketika aku pikir
Akulah cahaya yang bisa menyelami jurang jiwamu
Aku salah ternyata...
Yang kudapati...
Perlahan-lahan aku mati membusuk di dalamnya...

4.12.10

empty cold


it's dark here
there's no light...
cold and quiet...
I feel the smell of emptiness inside
the lonely heart was left behind
someone appears to occupy my mind
it's still dark here
and it's getting colder
I can see nothing
unless my self longing
I see no light and no way out
I just need you here
to be my guiding light...

garis nasib


kita adalah garis
yang melintangi nasib sebagai tangis
seperti oedipus

di garis tanganmu
aku menjadi ikan
yang mengintip sungai di nadimu

bukankah hamlet pun alpa
luka di lembing pertama
ketika nuzum datang dari rimba

''kita tak memiliki apa-apa,'' dengarnya.

persis suara malam
dari tiang listrik yang dipukul orang

barangkali kau benar
aku diciptakan untuk kehilangan

^Linggis Versi Malam^

Oke, sampahan saya berikutnya adalah pelajaran linggis saya di malam hari dengan guru yang beda lagi hehehe… saya punya guru linggis tiga: tante riwil, mba kalong, ma ada 1 lagi *ini maksa bener biar saya bisa* senyumkenyitsenyumkenyit

Nah, pelajaran saya dari guru malam saya adalah tentang tenses…present continous tense aja dulu yak yang saya laporin, soalnya itu yang pertama diajarin ke saya…betapa memprihatinkannya pengetahuan saya sodara-sodara...tenses ini aja saya lama diajarinnya nangihnangihnangih

3.12.10

^Linggis Versi Sore^

Tuk…tuk…tuk…begini biasanya bunyi sepatu guru saya dulu kalau mau masuk kelas sengihnampakgigi

Nah berhubung sepi menyepi disini, jadi saya nyampah lagi ya…daripada buang sampah yang nda bisa diolah, jadi saya buang sampah yang bisa diolah..sukur-sukur bermanfaat hehehe

Mmm…saya mau ngetik pelajaran linggis saya hari ini bersama tante riwil kenyit pelajaran ma tante riwil adalah pelajaran menyusun kalimat dan nambah-nambah kosa kata saya yang ternyata sungguh sangat minim nangihnangihnangih

2.12.10

^Belajar Linggis via YM^ :))

Saya kok ya tiap mampir disini selalu telat euy…sendirian aja muter-muter, tapi yo wes lah.

Berhubung ada pertanda alam buat mosting sampah, ya sudah saya mau mosting sampah saya bersama tante riwil malam ini. Mmm…kayaknya semua sudah tahu kan kecerdasan saya bersama linggis bagaimana, sehingga saya memutuskan mengangkat paksa guru linggis privat via ym, dan yang dipaksa juga sepertinya sudah dengan rela menerima konsekuensinya berkenalan dengan saya gelakguling

Nah ini dia hasil pelajaran saya malam ini sengihnampakgigi


Menyampaaaaaah

PROLOG

Entah cuma saya aja yang ngerasa, ini blog beberapa hari terasa sunyi mencekam... Bahkan saat masuk pun bulu kuduk merinding. Di sudut-sudut telah nampak sarang laba-laba yang kira-kira nggak beracun, kalo sampe beracun kan bahaya tuh. Bisa-bisa Kanjeng Ratu Ngeces berubah jadi Spidergirl.
Kadang saat saya terbangun tengah malam, dan mendapati rumah ini tak berpenghuni, hati rasanya remuk redam *pose nelangsa, sambil gigit-gigit sapu tangan.* Hanya si Kolor Tengkorak aja yang kadang masih bergentayangan sambil menebar keabsurdannya. Yaaa... dia datang begitu aja... Datang nggak dijemput dan pulang nggak diantar... setan

***

Nah teman-teman...sekarang bagian saya yang cerita...uhhhmmm... menyampah lebih tepatnya... setelah melihat, menimbang, dan memutuskan kalo blog ini mati gaya sejak awal bulan... maka daripada itu akhirnya terbentuklah postingan menyampah sebagai berikut. Bahan-bahannya sederhana saja ibu-ibu. Hanya bermodal nekat dan ngetik. Mikir? Ooooo nggak perluuuu....
Sebenarnya sejak akhir bulan kemaren, sudah ada proyek buat nulis sebuah prosa dengan latar belakang budaya Jawa. Jadilah saya mencari-cari sumber informasi dari om gugel. Nemu sih beberapa... tapi kok ndilalah tambah bingung. Apalagi setelah suhu saya yang sedang semedi di Belanda memberi beberapa wangsit, kapasitas memori di otak saya yang imut ini makin tak kuasa menahan sembilu. Jangankan menentukan nama tokoh, bikin plot cerita, dan lain-lain, lah tema aja masih di angan-angan..... hiks... nangih nangih nangih

***

EPILOG

Dan dikarenakan saya belum saja menemukan ide untuk menulis, sekalipun itu puisi lebay bin jablay... Saya akan merelakan kolom-kolom kosong di blog ini untuk ditulisi Tante Anne, Mbak Preman, dan Dik Bejo... Daripada mereka saling tunjuk-tunjukkan siapa yang mo nulis... Betul tak? sengihnampakgigi

1.12.10

^Nda Ngerti^

Ketika nafas jadi batas
yang memisah dan terhempas
ketika suara hanya lirihan
yang terpaku dan terdiam
kumpulkan semua lalu rangkai
letakkan dalam jambangan
hingga semua orang dapat menikmatinya
dan tersenyum padamu...

Tapi ternyata jeritmu melarang
apa kau sudah puas merangkai kami??? teriaknya
akhirnya...
nafasmu pun kian berbatas
dan suaramu makin melirih
tak ada yang tahu kau dimana..