7.1.11
fallin in lope
Entah bagaimana melukiskan perasaan saya
Rasanya seperti ingin menari di awan
Dan kemudian menyanyikan lagi cinta di atas pelangi
6.1.11
tingtong
menyiratkan sebuah hasrat untuk kembali
berharap kepada sesuatu yang pasti
dan tidak tinggal di dalam ketidak pastian
yang ada hanya pekatnya sinar
yang kemudian tenggelam ditelan gelap
yang ada hanyalah lara
yang tersembunyi di dalam duka
hanya senyum yang merana
terselubung di dalam cerita
dan kini aku berjalan
berat dan tertatih-tatih
hanya dengan harapan menemukan sebuah kepastian...
2.1.11
31.12.10
Kembang Api
Meski sudah tahu kalau precil-precil disini sibuk dengan kembang apinya, kagetnya saya kok ya masih terulang juga. Waktu lagi jumpalitan masak, lha kok ada lagi “dhor”, dan TKP nya cuma selemparan batu dari dapur. “Godverdomme” Spontan saya mengumpat. Untungnya wajan masih tergenggam erat di tangan saya dan tidak melayang keluar dapur. Lama kelamaan, saya pun pasrah pada keadaan. Ikut menikmati dhar dher dhor kembang api. Padahal asli, saya hanya dengar “dhor”nya. Kerlap-kerlip kembang apinya ndak kelihatan. Nanti kalau langit sudah gelap, kembang apinya akan nampak lebih terang.
Selamat Tahun Baru 2011. Happy New Year. Gelukkig Nieuwjaar.
Happy New Year
Nah... apa resolusi kalian taun ini?
25.12.10
Namanya Irgi........

Namanya Irgi. Aku mengenalnya di dunia maya. Saat kami berkenalan di dunia maya, aku masih duduk di bangku SMU dan dia sedang berkuliah di universitas di Bogor, semester akhir. Ya..ya.. aku berbohong soal umurku, aku berkata padanya kalau aku sudah berkuliah. Tak tahu kenapa aku harus berbohong seperti itu. Sampai sekarang pun aku masih tak tahu alasannya kenapa aku harus berbohong soal umurku.
Namanya Irgi. Kita saling bertukar no telfon dan saling bertukar foto. Malam itu dia menelfonku, kita berbincang-bincang. Aku suka suaranya, renyah. Kau tahu, itu mungkin pertama kalinya aku jatuh cinta.
22.12.10
Ibu, Aku Butuh Kasih Sayangmu
Pengumuman Pemenang Surat untuk Ibu
20.12.10
Meracik Mimpi
aku telanjangmenatap langit
dalam gelap
yang kudamba
bersembunyi
diantara helai awan
malu-malu
dari kedipan bintang
meracik bunga
untuk damai tidurmu
Ruam Rindu

siapa yang akan mengirim ribuan kata
lewat malam dan desiran angin
telah biru tulangku
ruam membekas karena rindu
ada lagikah nyanyian pagi
yang akan menjemput tangis malamku
yang masih kusisakan
dalam seonggok tissue basah laraku
17.12.10
Dunia Plastik
16.12.10
Lomba Menulis Surat untuk Ibu
- Rahim karya Fadh Djibran
- The Happiness Project karya Gretchen Rubin
- A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini
Curcol ajah deee
Setelah minggu kemaren mengalami hal-hal yang diluar dugaan dan membuat tanggul pertahanan saya jebol.
Saya tau, kemarin, hari ini, besok ataupun kapan, pasti semuanya akan terjadi.
Ada perjumpaan pasti ada perpisahan, berat memang melepas teman saya (lelaki, lebih muda 3 tahun, sudah seperti adik sendiri) yang kebetulan partner kerja saya, pergi merajut asa. Tapi alangkah egoisnya saya jika saya memberati langkahnya.
Satu hari sebelum dia pergi, kami (5 orang termasuk saya) memutuskan untuk sekedar bersenang-senang, have fun bareng, melewati hari itu dengan suka ria. Saya sudah berjanji tak
^racauan sableng^
Semalem rada sableng ketika sms temen saya "B**** punya tempat menghilang gak?? sepertinya saya butuh tempat menghilang" dan dengan belengnya yang gak ngerti saya kenapa cuma bales "maksudnya??" Rasanya pengen jitak-jitak dia, tapi saya balasnya "punya waktu gak, saya butuh temen sms-an" well, lumayanlah bisa sedikit senyam-senyum baca smsnya... alhamdulillah saya masih beruntung punya 'tempat berlari,' walaupun dia tidak tahu saya 'lari' dari apa.
Jadi teringat sebuah kalimat linggis yang pernah ditulisin temen saya di buku saya "sometimes we need to share our problem with friend, it will be make you fell better...don't keep that alone"
Sudahlah... saya hanya ingin mampir bilang maap ama guru linggis saya, bolos belajar beberapa hari.
Seribu Warna Tanpa Makna

Setinggi apapun langit digapai
jangan lupa jejakkan kaki di lantai
karena keindahan mata
terkadang hanyalah fatamorgana
Sesungguhnya
pelangi jingga pun mempesona
namun segera sirna berganti sinar surya
terdampar samar di kaki kemilau langit
Kepongahan tak akan bertahan
sebab hidup tak selamanya bertahta
kadang berputar berganti arah
ke atas kau akan meraja
ke bawah raja menjadi hamba
tak akan ada yang fana
karena langit selalu berganti rona
Merendahlah
takkan membuatmu menjadi hamba
berlapang dada lah
karena ikhlas itu indah
sebab putih hati lebih mulia
dibanding seribu warna tanpa makna
Optimalisasi Imajinasi
15.12.10
the one and only

Pertemuan itu sebagai awal dari terciptanya cinta sejati. Berawal dari sebuah sapaan, sampai pada perkenalan. Bukan sebuah kebetulan, tapi segala sesuatunya sudah diatur oleh sang Pencipta.
Sebuah keakraban yang tercipta pada lingkungan kerja yang sama membawa mereka kepada jenjang hubungan yang lebih dari sekedar teman. Sampai akhirnya sepasang manusia ini memutuskan untuk mengikat janji suci mereka dalam sebuah pernikahan. Tahun demi tahun pernikahan berlalu, tapi sepasang manusia ini belum dikaruniakan keturunan. Sempat frustasi dan putus asa, tapi dengan keyakinan mereka terhadap keajaiban dan kehebatan sang Pencipta, mereka pun berserah penuh dan meyakini bahwa suatu saat akan dikaruniakan keturunan.
14.12.10
Penyesalan Selalu Terlambat
* * * *
Kemarin baru saja melayat wafatnya ayahanda seorang sahabat di sebuah kota sejuk. Sebenarnya sudah lama berniat untuk menjenguk beliau, namun karena terkendala berbagai kegiatan sehingga terlihat sok sibuk, jadi belum sempat mampir juga walaupun hampir tiap bulan berkunjung ke kota tersebut. Agak menyesal juga sih mengetahui kepergian beliau yang begitu cepat, mengingat bertemu saja belum pernah. Sakit gulanya yang parah menyebabkan kematian yang begitu cepat tak terduga sebelumnya.
Namun yang lebih menyesal tentu sahabat saya sendiri. Betapa tidak, hari sebelumnya dia baru saja pergi ke kota tersebut untuk general check up, namun tak sempat bertemu ayahandanya dan langsung pulang ke kota asal. Walaupun dekat jaraknya, dia jarang sekali bertemu ayahnya. Kadang dua minggu, bahkan sebulan sekali baru menengok beliau. Terakhir bertemu pun tiga minggu sebelum wafatnya. Pagi itu dia baru akan mengantar ibundanya ke kota tersebut ketika dikabari ayahnya wafat. Hilang sudah waktu untuk bertemu ayahandanya dalam keadaan hidup. Sambil terisak dia mengabarkan kepada teman-teman bahwa ayahandanya telah meninggalkan mereka selama-lamanya.
Penyesalan memang tidak akan pernah datang terlebih dahulu sebelum musibah terjadi. Oleh karena itu, seperti pesan Rasulullah, pergunakanlah kesempatan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, senggang sebelum sibuk, dan muda sebelum tua. Waktu ibarat argo taksi, berjalan terus tiada henti hingga saat perhentian terakhir tiba. Ketika itulah segala penyesalan akan muncul bila tidak mempergunakan lima perkara baik tadi sebaik-baiknya.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran baik untuk diri sendiri maupun kita semua, bahwa manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk kebaikan.
NB: Kepada beliau, kami ucapkan selamat jalan menghadap-Nya, semoga amal baikmu diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosanya. Kepada sahabatku dan keluarganya, tetap sabar dan tabah karena waktu telah memanggil, menataplah ke depan, jalan masih panjang .......
Opera Ala PTW
Pemeran Utama : Kolor biru, Inspektur Vijay, Tuan Takur
Cameo: Sasab, Bejo, Kidz, Fingen, Mamak Pujpuj, Gajah, Goes goes
just a pray...

Ribuan aksara berjatuhan seperti hujan… berserakkan. Tak terhayati, terserap segera ke bumi atau menguap ke pelukan matahari, mustahil bisa kupunguti.
13.12.10
Membunuh Rindu
Agas
Aku senang melihatnya tidur terlelap, entah sedang bermimpi atau tidak. Kalau dia bermimpi, aku memohon pada Tuhan agar memasukkan aku ke dalam mimpinya; dia menjadi putri raja dan aku pengeran dari negeri tetangga.
Kata mamaku, seorang wanita sebenarnya cantik atau tidak, terlihat saat mereka bangun dari tidurnya. Dan gadisku selalu terlihat anggun di pagi hari, walau hanya dengan baju tidur dan bekas air liur yang mengering di pipi.
Hari ini dia menyapaku lagi, “pagi Agas, gimana kabarmu pagi ini? Sudah kenyang semalam?” Sapaan itu bagaikan sebuah suntikan semangat baru tiap pagi.
Setelah itu dia melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Mandi, gosok gigi, dan sarapan pagi. Aku diperbolehkannya ikut ke tempat dia kuliah. Juga menemaninya duduk di taman dekat rumah. Berjam-jam kami habiskan berdua saja, membaca buku cerita atau saling bercanda melempar tawa. Tidak ada yang betah duduk di dekatnya selain aku, karena teman-teman dan keluargaku selalu kompak mengusir mereka yang berusaha mengganggu kami di taman itu.
“Darimana, Put? Kok baru pulang? Sendirian di taman lagi?”
“Iya, ma. Cari inspirasi buat skripsi.”
“Gak baik lho siang-siang di taman, apalagi taman serimbun itu. Banyak nyamuk. Anak tetangga kompleks tadi siang dibawa ke rumah sakit karena kena demam berdarah. Gara-garanya dia suka main di taman itu.”
“Iya, ma.” Gadisku hanya bisa mengangguk saja.
Saat tiba di kamarnya, gadisku berbisik padaku, “mama tidak tahu rahasia kita.”
********/*******
Apa Kabarmu ?

apa kabarmu, nda ?
aku memikirkanmu setiap saat
disela pagi dan cerahnya mentari
diderasnya bulir hujan rintik
diantara celahan senja
disaat malam menghujam
apa kabarmu, nda ?
apa kau baik baik saja ?
anganku sedikit terhanyut
pada sebuah cerita lama yang kau ceritakan
tentang aku dan inginmu
saat kau menyeruakkan kata
ada ikatan yang mengeratkan
mengerat asa yang telah lama ada
mengerat jiwa yang terpaut jarak
mengerat hati yang menjadi telaga cinta
Senandung Hati

Jikalau telah usai kau jilati remah pesta yang telah berakhir, dan meninggalkan dada kosong yang pernah mengadopsi luka. Datanglah padaku! Datanglah setelah kau tuntaskan masa lalumu. Dan aku akan menunggu. Hanya itu. Karena hanya kau yang sanggup menutup mata dari mimpi yang telah sirna. Hanya kau yang mampu melempar luka penguasa singgasana.
Hingga tak ada lagi tawa yang tersendat, tak ada lagi duka yang mengumpat. Meski hanya sanggup kunyatakan cinta dengan bahasa yang tak sempurna. Ijinkan aku menjemput kisah untuk kita.
Aku dan Kamu
Mimpimu..
12.12.10
Melodi Labil
11.12.10
Curhatan Benci
ai loph yu fren

Pernah bertengkar sama teman atau sahabat?? Hmm, pastinya rata-rata kita udah pernah mengalaminya, kecuali orang itu emang gak punya teman ato sahabat (hehehe, emang ada orang kayak gitu?) Pernah gak kita bertengkarnya sampe berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan, sampe-sampe jadi musuh utama? Hmm.. pasti gak enak banget rasanya, apalagi sampe kehilangan sahabat. Semoga beberapa tips ini bisa meminimalisir terjadinya konflik berkepanjangan.
Bunda...
Bunda, entah aku harus mulai darimana. Begitu banyak kata yang ingin kusampaikan tapi tak mampu terucap. Bukan karena jauh hati kita berjarak. Hanya aku terlalu takut bila tak sengaja hatimu tersakiti. Karena kata yang telah terucap tak bisa begitu saja diralat. Dan sebagai pengganti bincang kita saat sore hari, dengan secangkir teh hangat dan remasan jari di tanganku, aku menuliskan di sini. Meski tak sebanding dengan semua kehangatan saat kita duduk bersama. Meski tak sebanding dengan lembut belaian jemari tanganmu yang telah keriput termakan usia.







