
21.1.11
tentang aku

20.1.11
Apa Senjatamu?
Seorang samurai yang hanya bersenjatakan tanto -pisau pendek-, dan terpaksa berhadapan dengan musuh bersenjatakan katana -pedang maut-, tidak boleh menyesalkan senjata yang sedang dipegangnya. Itu tabu!
Menyesali senjata yang ada di tangan, adalah ratapan pasti menuju kekalahan. Yang sudah ada pada Anda adalah senjata penyelamat dan penghebat kehidupan Anda.
Bersyukurlah. Dan hebatkan diri Anda!
~Mario Teguh~
penyesalan quw
Semua kata-kata ini takkan mampu menjelaskan betapa menyesalnya aku.. dulu kamu selalu ada saat aku terluka dan tertawa, dulu aku ga pernah peduli kamu ada ataupun tidak, saat kamu memberikan hidup dan hatimu hanya untukku!! Saat kamu tak pernah pergi dari sisiku sepanjang waktu.. km bilang kamu ga akan membiarkan aku merasa sendiri lagi.. saat km menceriakan hari-hariku yang kelam karenanya!! Kamu selalu bilang betapa kamu mencintaiku dan menginginkanku lebih dari apapun.. kamu bahkan rela menjadi yang kedua.. tapi aku terlalu buta dengan cintanya.. cinta yang maya untukku!! Cinta yang dipenuhi mimpi-mimpi indah palsu... dan kamu selalu mencoba membuatku sadar, tapi aku tak pernah sadar sampai akhirnya kamu menyerah dengan semua perjuangan dan pengorbanan yang telah kamu lakukan untukku!!
13.1.11
entah apa namanya

numpang curhat yee...
pagi ini saya mau ke kampus...
dan kendaraan yang saya pakai itu adalah sebuah motor yang udah cukup jadul *ala sanchai di meteor garden banget*
beberapa km dari rumah saya tiba-tiba turunlah tetesan-tetesan air
saya pikir cuma gerimis biasa
masa badan segede saya takut sama gerimis??
akhirnya saya memutuskan untuk gak pake jas hujan yang ngeribetin itu
12.1.11
Galau
11.1.11
Lonely Moon

Selelah bulan yang bersinar di akhir malam… terangnya hampir binasa, meredup dalam keluasan semesta.
Percakapan di 11111
Daritadi nge-klik nge-klik dan ga jelas. Padahal ada banyak bahan materi tentang ujian yang harus dibaca.
Dan sekarang di 11111 dengan mata yang sedikit lelah karena kebanyakan tidur dan kebanyakan melek, saya mau numpang coret - coret disini. Boleh kan yah? Boleh dong.
Tahu tidak punggung dan bahu saya sudah seperti kaku karena daritadi mematung di depan sini, layar 14 inch ini. Baru bahu yang kaku udah protes, gimana kalo seluruh tubuhmu yang kaku lalu membiru?
Anyway, dini hari begini membicarakan tentang kaku dan membiru seperti tiba - tiba bergidik.
Tragis kalo kata 'efek rumah kaca'.
10.1.11
bisikan itu ..
setiap hari.. bahkan setiap saat ..
menyedihkan sekali jika mesti waspada setiap saat,
menyedihkan sekali menatap ke kiri dan kanan bergantian secara rutin .. waspada ..
tidak ada orang yang dapat menolong
bahkan harapan sepertinya sudah memudar
dan seolah-olah Tuhan pun tidak menampakkan diri.
kemanakah aku harus meminta pertolongan?
orang terdekat pun membisu
betapa malang nasibku
Kabar Kabur
Ngos-ngosan
Beberapa kali mencoba lari dari syuting striping Cinta Fitri yang lagi pindah stasiun televisi memang susah sekali, karena banyak barang-barang yang perlu diangkut-angkut, akhirnya saya dapet kesempatan libur (jadi artis ato kuli angkut sih?) #simpulkan sendiri
Rindu menuliskan sesuatu disini, dan akhirnya punya kesempatan untuk memberi kabar bahwa saya tidak sedang dekat dengan Irfan Bachdim, sungguh.
8.1.11
PULANG
Menulis ala William Forrester
Sekedar Mampir dan Menyapa
Cerita tentang keadaannya nanti disini InsyaAllah, nanti ketika udah ada waktu saya bakal posting... tapi berhubung sekarang waktunya ini juga saya nyuri-nyuri jadi gak bisa cerita banyak.
7.1.11
Tentang Hidup
fallin in lope
Entah bagaimana melukiskan perasaan saya
Rasanya seperti ingin menari di awan
Dan kemudian menyanyikan lagi cinta di atas pelangi
6.1.11
tingtong
menyiratkan sebuah hasrat untuk kembali
berharap kepada sesuatu yang pasti
dan tidak tinggal di dalam ketidak pastian
yang ada hanya pekatnya sinar
yang kemudian tenggelam ditelan gelap
yang ada hanyalah lara
yang tersembunyi di dalam duka
hanya senyum yang merana
terselubung di dalam cerita
dan kini aku berjalan
berat dan tertatih-tatih
hanya dengan harapan menemukan sebuah kepastian...
2.1.11
31.12.10
Kembang Api
Meski sudah tahu kalau precil-precil disini sibuk dengan kembang apinya, kagetnya saya kok ya masih terulang juga. Waktu lagi jumpalitan masak, lha kok ada lagi “dhor”, dan TKP nya cuma selemparan batu dari dapur. “Godverdomme” Spontan saya mengumpat. Untungnya wajan masih tergenggam erat di tangan saya dan tidak melayang keluar dapur. Lama kelamaan, saya pun pasrah pada keadaan. Ikut menikmati dhar dher dhor kembang api. Padahal asli, saya hanya dengar “dhor”nya. Kerlap-kerlip kembang apinya ndak kelihatan. Nanti kalau langit sudah gelap, kembang apinya akan nampak lebih terang.
Selamat Tahun Baru 2011. Happy New Year. Gelukkig Nieuwjaar.
Happy New Year
Nah... apa resolusi kalian taun ini?

