18.5.11

Sableng ^_^

Bogor dini hari, 18 Mei 2011
Ketika cerita berjejal memenuhi rongga kosong dibilikmu
Mungkinkah masih ada potongan tempat untukku?
Sekedar mengetuk ruang kosong yang pernah kau sisakan untukku
Yang pernah kau janjikan akan tetap milikku

Ruangan yang pernah kita beri warna pelangi
Dengan mimpi dan harap yang kita gantung bersama
Disana….
Hingga akhirnya pelangi itu meluruh…
Dan kita berpisah, mencari pelangi berbeda


7.5.11

Lagi-lagi tentang Mereka

Ditemani hujan, Bogor 23 April 2011

Ada banyak hal yang kudapatkan dari mereka malam ini. Dari Adi, aku belajar secara langsung bertahan dari kehilangan, hal yang paling kutakuti. Di umurnya yang baru 10 tahun, ia telah kehilangan sang ayah, hanya ibu dan sang kakak yang menemani. Tapi jangan harap akan menemukan sendu di wajahnya, di kelas dia akan selalu ceria, tak kenal menyerah untuk menyelesaikan soal matematika yang kuberi dan semangat bermain ketika bertemu bola dan lapangan.

6.5.11

Inilah Mereka...


Pesan Tersirat dari Ibu Pemijat


Kemarin dapet jatah libur yang akhirnya dimanfaatin buat traditional massage plus luluran yang makan waktu ampe 3 jam.
Tukang mijetnya kebetulan punya indera ke enam gitu. Awalannya sih ngobrol basa-basi biasa aja, lama-lama nanya juga deh (lagi-lagi) tentang pacar...
cengar-cengir doank sayanyah..

4.5.11

Everything Will be Alright


"Aku lagi nyari cowok, kenalin sama siapa gitu, bantuin dong?" Request seorang teman via YM.

"Lah suamimu mau kau kemanakan?"

Mau dikardusin trus dikirim ke Timbuktu kali? Saya juga nggak tahu pasti. Menurut penuturannya sih dia pengen menyudahi dan ganti pasangan aja. *ini suami opo casing bb to?*

"Mbok ndak usah ganti, instal ulang ae nek error." *usul yang cukup absurd*

3.5.11

Jeda


Malam tadi, aku bertemu lagi dengannya, lelaki badai ku. Sungging di bibir yang aku rindu, seperti kopi yang kusesap tiap pagi, pahit cemas, namun tak sekalipun berasa ampas.

Seperti biasa, antara kami… diam adalah aksara sunyi yang paling bermakna. Dalam senyap entah kenapa, begitu gampang menjaring rindu yang bersarang dimanik-manik mata.

Kita bisu luar biasa.

Jeda antara kita terisi udara yang juga menahan lirihnya.

Katamu akhirnya “ketika kita hanya menjadi boneka, pemeran adegan yang sudah disutradarai sang Pemilik Jiwa”

Sorot matamu masih kelabu, sarat dengan pilu… masalalu. Hingga getir langkahmu, ragu pada setiap rindu… pun ketika memandang aku, wanita yang kau sebut “damaimu”

“….Bukankah cerita itu telah berakhir?? Haruskah luka itu selalu tertafsir???....

Dan aku memilih menjamahmu dengan sentuh, berharap semoga segala luka itu luruh. Di luar sana gelagat-gelagat gerimis pun runtuh.

Dingin ini memagut kita, merentangkan berkilo meter lagi jeda, walau tanganmu menaut memeluk pinggang, dan menarik kepalaku ke dada

Sayang… dendammu adalah jaraknya.

1.5.11

Ucapan terima kasih

Assalamu'alaikum warahmatullah.....


Ini mampir mau mengucapkan terima kasih buat mba rie ;)...makasih kiriman bukunya buat pasukan cilik, ahhh..rasanya seneng dapet kiriman buku ini, bukan apa-apa, saya habis mampir di gramedia hari ini dan woowwww...harga bukunya lumayan mahal kalau mau beli dalam jumlah banyak :((

terimaaaaaaa kasihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

28.4.11

I wrote it with my heart, not my word

Ok, gua ga tau apa yang gua rasain saat ini. Sedih ato seneng, ga tau... yang jelas. Belakangan ini galau? Memang.. gua rasa gua punya unfinished business sama dia.. dan beberapa bulan terakhir gua emang nyari FB dia. Salah?

Setelah gua nemuin FB dia, entah rasa apa yang ada di sebelah sini...

Sakit iya.

Seneng iya.

Tapi sedih juga.

Meninjau ulang hubungan kami di masa lalu yang kurang baik, membuat gua sedikit menyesal...

Sedikit sedih.

27.4.11

Dia

terbentuk ke segala arah

berada di mana saja,

dan tersentuh siapa saja

dialah yang tidak tertebak

26.4.11

a n n i v e r s a r y


Happy 

Go

Lucky

:)



25.4.11

absurd

mata terpejam otak menganga
tubuh terasa kaku tak berdaya
erangan demi erangan tidak terdengar
sesak atas entah
terus terasa tidak enak
tidak ingin terpejam hanya berdiam
apa itu , kumohon pergilah!

23.4.11

KUSUT!

Hai hallo… *hening*

Errr…saya gemes sama diri saya niyh. Niat menulis menggebu-gebu, namun apa daya saya tidak bisa menulis. Menulis seperti mereka-mereka yang jago nulis. Katanya kalo lagi ga bisa nulis, mampet, buntu yang konon katanya bernama writer's block, kita harus banyak membaca dan akan datang inspirasi. Memang sich. Tapi kok saya enggak ya. Saya malah keenakan membaca sampe males nulis. Akhirnya baca doank *ditamparbuku*. Lihat lapak saya disini saja mlompong. Padahal saya tahu banyaaak sekali yang merindukan saya. betul tidak??? *masih hening*

Celoteh dan Riuhnya

Aku tidak pernah dan insyaAllah tidak akan menyesal berada ditempat ini, disini saya belajar banyak hal dari mereka...yah mereka yang umurnya baru 10 tahun

20.4.11

Posting yang terlambat

Bogor, 05 Maret 2011

Ada yang menggeliat minta dilukiskan
Untuk jadi kepingan sejarah dimasa nanti
Sayang kuas yang kupunya tertinggal di lorong gelap
Hingga semua hanya menggumpal

Kutiti jalan menikung, coba cari warna terang
Bersama setitik cahaya kunang
Sebagai bekal melawan sunyi

14.4.11

Temu Kangen

Ini ceritanya lagi pengen merapatkan barisan (hmmm syukur-syukur kalo bisa rapat) jadi... setelah saya perhatikan aktifitas di ptw ini kok ya semakin menipis.... termasuk saya juga... maka dari itu... aaaaahhhhh... saya semakin berbelit belit... intinya pengen temu kangen aja sama penulis-penulis ptw...
ayo yooook kita conference YM bareng... Minggu malem gimana? Jam 8 malem gitu... saya tunggu... pokoknya tiada kesan tanpa kehadiranmu deh... yuk yaaaa....


*PS : yang kebetulan tahu undangan ini, mohon disampaikan sama saudara/i yang lain

13.4.11

Muara...


Warna pelangi luruh sore itu, di manik-manik matamu yang pilu dan meragu. Ahh, Kekasih hati, haruskah kutunggu lagi matahari esok pagi untuk bisa menempiaskan sedikit basah dan membangun pelangimu kembali??

Atau jika boleh izinkan aku cuma menjadi samudera, dunia tempatku berpapasan dengan semesta, memeluk topan dan juga murkanya. Di atasku ribuan bintang becermin tenang kala malam, dan kidung-kidung perahu nelayan yang lelah dalam setiap kayuhan, mendamba daratan.

“Lebih dari itu mereka tahu, aku selalu menunggumu sebagai sungai yang mengalir…. di muarakulah arusmu akan menemu akhir”

1.4.11

merapal...melarung...

kurapal mantra yang kucuri dari jantungnya, perempuan...
dan ku larung bersama daun-daun kering yang hanyut ditimang sungai
meningkahi saat hantu-hantu masa lalunya terlalap api lautan 

31.3.11

Hujan

1.42 AM

hujan lagi. deras. aku belum tidur. kau sedang apa? telfon? chatting? internet? tidur? rasanya sendu sekali sekarang. memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita. yaah, memang sih aku bukan satu-satunya yg merasa sendu di dunia ini … kau juga selalu merasakannya tiap pikirkan dia bukan?

tapi dia tidak baik untukmu.
dan aku sangat baik untukmu.

pede?
memang!
biar saja!

aku baik untukmu dan kau baik untukku.
kita cocok.
itu yang ku tahu.

well hey! we should hang out ya know!
_________________________
salam kenal kakak" PTW ^-^

30.3.11

Cantik itu putih....??? Putih itu cantik...??

"Kenapa pakai produk pemutih?"

"Ya biar putihlah, biar cantik?"

Saya tidak sedang ngomongin siapa-siapa. Saya lagi ngomongin diri saya sendiri. Apakah saya pernah tertarik dengan produk pemutih? Pastinya pernah.

"Kapan? Trus beli berapa kilo?" *emange semen*

24.3.11

Mereka

Ada kerinduan yang berdentang dipenghujung senja,
Rindu pada mereka…mereka yang tiap hari bertemu wajah
Mereka yang setiap pagi menyambut depan pintu kayu
Yang dengan menatap senyumnya hati ini dipenuhi bahagia

Senyum itu penuh arti,
Senyum yang berbeda
dengan senyum yang kami, dia, kita punyai
bahkan saya tak memiliki senyum itu

Ah mereka,
senja ini merindukannya
Padahal senja baru saja mengundurkan pertemuan
Dan esok mentari pun akan mengatur temu dengannya

Entah esok bertemu atau tidak, masih misteri
Milik Sang Penggenggam Nafas…
Tapi kuyakin, senyum mereka akan tetap menyambut pagi
Seperti mentari sejukkan alam